Advertisement
Kopi TIMES

Domino ORADO,Dari Permainan Rakyat Menuju Olahraga Prestasi

Domino ORADO bukan sekadar permainan, melainkan olahraga strategi yang mengasah logika, kreativitas, kerja sama, dan silaturahmi. Kini, olahraga domino terus berkembang sebagai cabang olahraga prestasi di Indonesia.

TIMES Indonesia,
Domino ORADO,Dari Permainan Rakyat Menuju Olahraga Prestasi
Rudi Mulya A, Kepala Biro TIMES Indonesia Surabaya Raya
A-AA+

Ruang Menulis untuk Indonesia

Kopi TIMES adalah ruang kolaboratif bagi siapa saja yang ingin menyuarakan ide, pengalaman, dan pemikiran kepada publik luas. Di sini, tulisan lahir dari beragam latar belakang: akademisi, mahasiswa, guru, santri, profesional, pelaku UMKM, pegiat komunitas, aktivis, birokrat, politisi, seniman, hingga warga biasa yang peduli pada isu di sekitarnya.

SURABAYA Bunyi "Tak..." itu terdengar pendek, tetapi mantap.

Sebuah balak domino diletakkan perlahan di atas meja. Permukaan putih dan titik-titik hitam yang tersusun rapi diatas meja. Hanya satu yang tampak berbeda. Balak bernilai empat memiliki titik berwarna hitam terbuat dari  batu sintetis menjadi ciri khas yang langsung dikenali para pemain domino ORADO.

Advertisement

Empat orang duduk mengelilingi meja.

Dua orang saling berhadapan sebagai pasangan. Dua lainnya berada di sisi kanan dan kiri sebagai lawan. Permukaan meja terbagi menjadi dua warna: merah dan biru. Bukan sekadar dekorasi, dua warna itu melambangkan dua tim yang sedang bertanding. Permainan berjalan searah jarum jam. Tak ada aba-aba. Tak ada percakapan yang boleh mengarahkan pasangan. Yang berbicara hanyalah balak-balak yang berpindah dari tangan ke meja.

Setiap balak yang dijatuhkan adalah keputusan.

Setiap keputusan dapat mengubah arah pertandingan.

Dalam hitungan detik, pemain harus mengingat balak yang telah keluar, menghitung kemungkinan balak yang masih berada di tangan lawan, membaca kebutuhan pasangan, sekaligus menentukan langkah terbaik. Sedikit saja keliru, peluang kemenangan bisa berpindah ke kubu lawan.

Advertisement

Bagi orang yang baru pertama kali melihatnya, pertandingan itu mungkin tampak sederhana.

Padahal, yang sedang berlangsung adalah pertarungan strategi, daya ingat, logika, komunikasi, dan pengendalian emosi.

Di situlah olahraga domino menemukan jati dirinya.

Bukan Domino yang Selama Ini Kita Kenal

Ketika mendengar kata domino, kebanyakan masyarakat Indonesia langsung membayangkan kartu tipis berwarna merah dan kuning yang biasa dimainkan di teras rumah, warung kopi, atau gardu ronda.

Anggapan itu tidak sepenuhnya salah, tetapi belum menggambarkan olahraga domino yang kini berkembang di bawah naungan Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB ORADO).

ORADO tidak menggunakan kartu.

Permainan ini menggunakan balak, keping-keping padat yang terbuat dari kayu atau batu sintetis. Bentuknya menyerupai keping mahjong, tetapi lebih ramping. Warnanya didominasi hitam dengan titik-titik putih sebagai penanda nilai. Salah satu ciri khasnya adalah balak bernilai empat yang menggunakan titik hitam sehingga mudah dikenali para pemain.

Perbedaan itu bukan sekadar soal bentuk.

Balak menjadi identitas olahraga ini.

Bobotnya memberi rasa saat digenggam. Bunyinya menghadirkan ritme ketika menyentuh meja. Teksturnya menghadirkan pengalaman yang tidak dapat digantikan oleh kartu domino biasa.

Balak bukan hanya alat permainan.

Ia adalah simbol lahirnya sebuah olahraga yang tetap berakar pada tradisi.

Meja Merah Biru dan Filosofi Kerja Sama

Ada hal lain yang menarik perhatian dalam pertandingan ORADO.

Meja pertandingan dibelah menjadi dua warna.

Merah.

Dan biru.

Dua warna itu menandai dua pasangan yang sedang bertanding.

Dalam satu pertandingan terdapat empat pemain. Dua pemain menjadi pasangan dan duduk saling berhadapan. Dua pemain lainnya menjadi lawan di sisi kanan dan kiri. Giliran bermain berlangsung searah jarum jam, menciptakan ritme permainan yang teratur sekaligus menuntut konsentrasi penuh.

Susunan tempat duduk itu mengandung filosofi yang menarik.

Olahraga domino tidak dimenangkan oleh individu yang paling hebat.

Ia dimenangkan oleh pasangan yang mampu berpikir dalam irama yang sama.

Tanpa berbicara.

Tanpa memberi kode.

Tanpa saling mengarahkan.

Komunikasi dibangun melalui pilihan balak yang dimainkan. Sebuah balak dapat menjadi pesan, isyarat strategi, sekaligus bentuk kepercayaan kepada pasangan.

Dalam arti tertentu, pertandingan domino adalah percakapan tanpa kata-kata.

Mengasah Pikiran, Menumbuhkan Kreativitas

Banyak orang mengira olahraga selalu identik dengan kekuatan fisik.

Padahal, olahraga juga dapat menjadi arena untuk melatih kecerdasan.

Domino ORADO adalah salah satunya.

Setiap pertandingan menguji kemampuan pemain membaca situasi, mengingat balak yang telah keluar, menghitung peluang yang masih tersisa, hingga mengambil keputusan dalam waktu yang singkat.

Kemampuan berhitung memang penting.

Namun, tidak cukup.

Pemain juga dituntut kreatif.

Ketika jalur permainan mulai buntu, mereka harus mampu menemukan pola baru. Saat lawan mencoba menjebak, mereka harus berpikir beberapa langkah ke depan untuk membalikkan keadaan. Tidak ada rumus yang selalu benar. Yang ada hanyalah kemampuan beradaptasi dengan dinamika permainan.

Karena itulah, olahraga domino bukan sekadar menguji kecerdasan, tetapi juga melatih kreativitas berpikir.

Setiap pertandingan adalah latihan membaca peluang.

Latihan menyusun strategi.

Latihan mengendalikan emosi.

Latihan mengambil keputusan di bawah tekanan.

Nilai-nilai inilah yang justru semakin dibutuhkan dalam kehidupan modern, ketika kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah menjadi bagian penting dalam berbagai profesi.

Ketika Silaturahmi Menjadi Bagian dari Olahraga

Namun, olahraga domino tidak berhenti pada strategi.

Ia juga menyimpan nilai yang sejak lama hidup dalam masyarakat Indonesia.

Silaturahmi.

Sejak dahulu, permainan domino menjadi alasan orang berkumpul. Di gardu ronda, di teras rumah, di warung kopi, atau saat hajatan desa, balak-balak itu menjadi penghubung percakapan. Orang datang bukan semata-mata untuk menang, tetapi untuk berbagi cerita, bertukar pengalaman, dan menikmati kebersamaan.

Budaya itu tetap hidup dalam ORADO.

Meski pertandingan kini berlangsung lebih profesional, semangat persaudaraan tidak ditinggalkan. Seusai pertandingan, lawan kembali menjadi kawan. Yang dibawa pulang bukan hanya hasil pertandingan, tetapi juga persahabatan yang semakin erat.

Di tengah kehidupan yang semakin sibuk dan didominasi layar gawai, olahraga domino justru menghadirkan ruang perjumpaan. Empat orang duduk dalam satu meja, saling menatap, berpikir bersama, dan berinteraksi secara langsung.

Tidak banyak olahraga yang masih menyimpan nilai sosial seperti itu.

Dari Permainan Rakyat Menuju Olahraga Prestasi

Selama bertahun-tahun, domino kerap dipandang sebelah mata. Sebagian orang mengaitkannya dengan perjudian atau sekadar hiburan pengisi waktu.

Padahal, stigma itu muncul bukan karena permainannya, melainkan karena cara sebagian orang memanfaatkannya.

Sebagaimana catur tidak kehilangan martabatnya karena pernah dijadikan taruhan, begitu pula domino. Yang menentukan nilai sebuah permainan bukan alatnya, melainkan sistem yang membingkainya.

Melalui ORADO, domino memasuki babak baru.

Organisasi dibentuk.

Peraturan disusun.

Wasit dipersiapkan.

Atlet dibina.

Kompetisi digelar secara berjenjang.

Semua itu menjadi fondasi yang mengubah domino dari permainan tradisional menjadi olahraga prestasi.

Tonggak penting perjalanan itu hadir pada 21 Mei 2026, ketika Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional resmi diterima sebagai anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Pengakuan tersebut bukan sekadar keputusan administratif, melainkan pengakuan bahwa domino telah memenuhi unsur organisasi, pembinaan, dan sistem kompetisi sebagaimana cabang olahraga lainnya.

Sebuah Peradaban Dimulai dari Balak

Sejarah sering kali tidak lahir dari tempat yang megah.

Ia bisa tumbuh dari sebuah meja sederhana.

Dari empat orang yang duduk melingkar.

Dari bunyi "tak" sebuah balak yang dijatuhkan perlahan.

Dari sana lahir strategi.

Dari sana tumbuh kreativitas.

Dari sana terbentuk kepercayaan antarpasangan.

Dari sana pula persahabatan dipererat.

Itulah mengapa olahraga domino tidak hanya berbicara tentang kemenangan.

Ia adalah ruang belajar untuk berpikir lebih cermat, menyusun strategi lebih matang, menghargai pasangan, menghormati lawan, serta merawat silaturahmi yang menjadi bagian dari budaya bangsa.

Yang berubah sesungguhnya bukan balaknya.

Balak hitam putih itu tetap sama seperti dahulu.

Yang berubah adalah cara kita memandangnya.

Dulu ia hanya dianggap teman begadang di gardu ronda.

Hari ini ia telah menjadi bagian dari olahraga nasional.

Dan esok, bukan tidak mungkin, dari meja merah dan biru itu akan lahir atlet-atlet Indonesia yang membawa nama bangsa ke panggung dunia.

Karena pada akhirnya, olahraga bukan hanya tentang siapa yang berlari paling cepat atau melompat paling tinggi. Olahraga juga tentang membangun karakter, mengasah kecerdasan, menumbuhkan kreativitas, dan mempererat persaudaraan.

Di atas meja merah dan biru itu, sebuah olahraga tidak sekadar dipertandingkan.

Di sana, sebuah peradaban sedang dibangun—satu balak demi satu balak.

***

*) Rudi Mulya A, Kepala Biro TIMES Indonesia Surabaya Raya

*) Tulisan opini yang dimuat di KOPI TIMES sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak menjadi tanggung jawab Redaksi TIMES Indonesia.

Punya gagasan, analisis, atau opini yang layak diketahui publik? Saatnya suarakan melalui KOPI TIMES! Rubrik ini terbuka bagi siapa saja yang ingin berbagi pandangan, kritik, maupun solusi atas berbagai isu aktual. Kirim tulisan terbaik Anda dengan panjang maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata.

Pastikan naskah dilengkapi dengan Nama lengkap, Profesi, Foto diri, dan Nomor telepon yang dapat dihubungi

Kirim opini Anda melalui Kopi.times.co.id

Redaksi berhak melakukan penyuntingan seperlunya serta berhak tidak menayangkan naskah yang dikirim tanpa kewajiban memberikan alasan.

Jangan hanya menjadi pembaca. Jadilah bagian dari percakapan publik. Suara Anda layak didengar, dan gagasan Anda bisa menginspirasi banyak orang melalui KOPI TIMES.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rudi Mulya
PenulisRudi MulyaSarjana Ilmu Sosial (S.Sos) Universitas Dr. Soetomo, Surabaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016. Fotografer dan Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, Pemerintahan, Pendidikan, Seni, Budaya dan Isu Nasional
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia