Advertisement
Kopi TIMES

Saatnya Anak Muda Menjadi Solusi bagi Indonesia

Saatnya memperkuat kolaborasi, meningkatkan solidaritas, serta menghadirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

TIMES Indonesia,
A
Ahmad Nuril Fahmi - Kopi Times
Saatnya Anak Muda Menjadi Solusi bagi Indonesia
Yulinar Havsa Pasaribu, S.H.,M.H., Ketua TIDAR Tapanuli Tengah.
A-AA+

Ruang Menulis untuk Indonesia

Kopi TIMES adalah ruang kolaboratif bagi siapa saja yang ingin menyuarakan ide, pengalaman, dan pemikiran kepada publik luas. Di sini, tulisan lahir dari beragam latar belakang: akademisi, mahasiswa, guru, santri, profesional, pelaku UMKM, pegiat komunitas, aktivis, birokrat, politisi, seniman, hingga warga biasa yang peduli pada isu di sekitarnya.

Kota Jakarta Selatan Perayaan hari jadi sebuah organisasi tidak hanya menjadi momen untuk mengenang perjalanan yang telah dilalui. Lebih dari itu, momen ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi sejauh mana organisasi tersebut mampu menjawab tantangan zaman dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Semangat tersebut tercermin dalam tema Hari Ulang Tahun TIDAR tahun ini: Kompak, Bergerak, Berdampak, yang sejalan dengan filosofi TIDAR, yaitu Filosofi Lima Cinta: Cinta Diri, Cinta Sesama, Cinta Belajar, Cinta Kesantunan, dan Cinta Indonesia.

Advertisement

Bagi generasi muda, tiga kata tersebut bukan sekadar slogan. Ketiganya merupakan dasar yang perlu diwujudkan dalam sikap, tindakan, dan karya nyata. Semua itu berangkat dari kesadaran untuk mencintai diri sendiri sebagai individu yang terus berkembang, peduli terhadap sesama, serta memiliki rasa cinta terhadap Indonesia sebagai tanah air yang harus dijaga dan dibangun bersama.

Saat ini, Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi digital, dinamika ekonomi global, ketahanan pangan, hingga kebutuhan akan sumber daya manusia yang unggul dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Semua tantangan tersebut membutuhkan peran aktif anak muda yang tidak hanya kritis, tetapi juga mampu menghadirkan solusi.

Kompak berarti memiliki tujuan yang sama meskipun berasal dari latar belakang, profesi, dan pandangan yang berbeda. Dalam organisasi kader, kekompakan bukan diukur dari kesamaan pendapat, melainkan dari kemampuan menjaga persatuan demi mencapai tujuan bersama. Nilai ini selaras dengan Cinta Sesama dan Cinta Kesantunan, di mana perbedaan dipandang sebagai kekuatan yang dikelola melalui dialog, saling menghargai, dan semangat gotong royong.

Namun, kekompakan saja tidak cukup jika hanya berhenti pada diskusi. Oleh karena itu, diperlukan langkah berikutnya, yaitu bergerak. Bergerak berarti hadir langsung di tengah masyarakat, memahami persoalan yang ada, dan ikut berperan dalam mencari solusi. Semangat ini lahir dari Cinta Belajar, yaitu keinginan untuk terus memahami realitas, serta Cinta Diri yang mendorong setiap kader untuk berkembang dan memberikan kontribusi terbaik.

Anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton. Sudah saatnya menjadi pelaku perubahan melalui berbagai bidang seperti pengabdian sosial, pemberdayaan masyarakat, pendidikan politik, kewirausahaan, maupun inovasi yang memberikan manfaat nyata.

Advertisement

Di era yang serba cepat seperti sekarang, masyarakat tidak lagi menilai organisasi dari banyaknya kegiatan yang dilakukan, melainkan dari dampak yang dihasilkan. Oleh karena itu, keberhasilan tidak diukur dari seberapa sering organisasi tampil di media sosial, tetapi dari sejauh mana kehadirannya mampu membantu masyarakat menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.

Inilah makna dari kata berdampak. Dampak muncul ketika sebuah gerakan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan. Dampak terlihat ketika kader muda menjadi penggerak perubahan di lingkungannya, menjadi penghubung antara aspirasi masyarakat dan kebijakan publik, serta mampu menghadirkan solusi melalui karya dan pengabdian. Semua ini merupakan bentuk nyata dari Cinta Indonesia, yaitu komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Sebagai organisasi kepemudaan, TIDAR memiliki tanggung jawab untuk terus melahirkan kader yang berintegritas, berkarakter, dan memiliki kemampuan kepemimpinan. Kepemimpinan masa depan tidak cukup hanya dibangun dari kemampuan berbicara atau membangun citra, tetapi harus ditunjukkan melalui keteladanan, kerja nyata, dan keberanian dalam mengambil tanggung jawab. Nilai-nilai ini tumbuh dari keseimbangan Lima Cinta, yang membentuk pribadi pemimpin yang utuh: sadar diri, peduli terhadap sesama, gemar belajar, santun dalam bersikap, dan mencintai tanah air.

Momentum hari ulang tahun ini juga menjadi pengingat bahwa regenerasi kepemimpinan merupakan kebutuhan penting bagi bangsa. Bonus demografi yang dimiliki Indonesia akan menjadi kekuatan jika diisi oleh generasi muda yang kompeten, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian.

Sebaliknya, bonus tersebut bisa menjadi beban jika anak muda kehilangan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya dan menjauh dari nilai-nilai dasar yang membentuk karakter bangsa.

Oleh karena itu, tema “Kompak, Bergerak, Berdampak” tidak hanya relevan bagi TIDAR, tetapi juga menjadi ajakan bagi seluruh generasi muda Indonesia untuk menghidupkan filosofi Lima Cinta dalam kehidupan sehari-hari.

Saatnya memperkuat kolaborasi, meningkatkan solidaritas, serta menghadirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan bersama-sama.

Usia sebuah organisasi tidak hanya diukur dari lamanya berdiri, tetapi dari seberapa besar manfaat yang telah diberikan kepada bangsa. Semoga momentum Hari Ulang Tahun TIDAR menjadi semangat baru untuk terus memperkuat persatuan, memperluas pengabdian, dan melahirkan kader muda yang siap berkontribusi demi Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

Dirgahayu Tidar. Tetap Kompak dalam semangat, terus Bergerak dalam pengabdian, dan selalu menghadirkan Dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

***

*) Oleh : Yulinar Havsa Pasaribu, S.H.,M.H., Ketua TIDAR Tapanuli Tengah.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia  untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. 

*) Sertakan nama penulis, profesi beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke https://kopi.times.co.id/

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia