Advertisement
Kopi TIMES

Sampang, Alarm bagi Pendidikan Akhlak

Masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kemuliaan akhlaknya.

TIMES Indonesia,
Sampang, Alarm bagi Pendidikan Akhlak
Dr. H. Ahmad Fahrur Rozi
A-AA+

Ruang Menulis untuk Indonesia

Kopi TIMES adalah ruang kolaboratif bagi siapa saja yang ingin menyuarakan ide, pengalaman, dan pemikiran kepada publik luas. Di sini, tulisan lahir dari beragam latar belakang: akademisi, mahasiswa, guru, santri, profesional, pelaku UMKM, pegiat komunitas, aktivis, birokrat, politisi, seniman, hingga warga biasa yang peduli pada isu di sekitarnya.

MALANG Peristiwa dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak di Sampang yang melibatkan banyak pelaku, sebagian besar masih berusia remaja, merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan.

Kita menyampaikan empati yang mendalam kepada korban dan keluarganya serta mendukung penegakan hukum yang tegas, adil, dan berpihak kepada korban.

Advertisement

Namun, peristiwa ini tidak boleh dipandang semata-mata sebagai kasus pidana. Ia adalah alarm bahwa kita sedang menghadapi krisis akhlak yang memerlukan perhatian serius dari keluarga, sekolah, masyarakat, tokoh agama, dan negara.

Anak-anak tidak lahir sebagai pelaku kejahatan. Mereka dibentuk oleh lingkungan, pendidikan, pergaulan, serta nilai-nilai yang mereka serap setiap hari.

Ketika remaja kehilangan arah, maka yang harus kita perbaiki bukan hanya perilakunya, tetapi juga ekosistem pendidikan dan pembinaan yang mengelilinginya.

Di era digital, tantangan semakin berat. Gawai tanpa pengawasan, konten yang merusak, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, serta pudarnya rasa malu menjadi ancaman nyata bagi pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, pendidikan akhlak harus kembali menjadi prioritas utama.

Keluarga adalah madrasah pertama. Orang tua tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan materi anak, tetapi juga wajib menghadirkan kasih sayang, pengawasan, keteladanan, dan komunikasi yang hangat. Anak-anak perlu mengetahui bahwa mereka dicintai sekaligus dibimbing dengan aturan yang jelas.

Advertisement

Di sisi lain, pesantren telah lama membuktikan perannya sebagai lembaga pembinaan karakter. Mondok bukan hanya belajar membaca kitab atau memperdalam ilmu agama, tetapi juga melatih kedisiplinan, kesederhanaan, tanggung jawab, penghormatan kepada guru, pengendalian diri, serta pembiasaan hidup dalam nilai-nilai Islam. Semua itu merupakan fondasi penting untuk membangun generasi yang berakhlak mulia.

Tentu tidak semua anak harus menjadi santri, tetapi semangat pendidikan pesantren yakni pembentukan akhlak, adab, dan kedekatan kepada Allah SWT perlu dihadirkan dalam keluarga, sekolah, dan kehidupan masyarakat.

Peristiwa di Sampang hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara keluarga, lembaga pendidikan, pesantren, pemerintah, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen masyarakat dalam melindungi anak-anak dari kerusakan moral dan kekerasan seksual.

Masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kemuliaan akhlaknya. Generasi yang berilmu tanpa akhlak akan kehilangan arah, sedangkan generasi yang berakhlak akan menjadi cahaya bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.

Semoga Allah SWT melindungi anak-anak Indonesia, menguatkan para orang tua dalam mendidik amanah yang dititipkan kepada mereka, memberikan kesembuhan dan keadilan bagi korban, serta membimbing bangsa ini menuju masyarakat yang lebih beradab, aman, dan bermartabat.

***

*) Oleh : Dr. H. Ahmad Fahrur Rozi.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia  untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. 

*) Sertakan nama penulis, profesi beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke https://kopi.times.co.id/

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Hainor Rohman
PenulisHainor RohmanMagister Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Malang. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2023. Sebagai Editor Kopi TIMES dan meliput berbagai topik, termasuk Pendidikan, Politik, Ekonomi, Kesehatan, Kebudayaan, dan Isu Nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia