Advertisement
Kopi TIMES

Disertasi Doktor UMM Ungkap Keretakan Hegemoni Klan Jawara pada Pilkada Kabupaten

Dalam perhelatan akademik menuju Ujian Hasil dan Ujian Terbuka Doktor Sosiologi di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), H. S. Suhaedi memaparkan temuan kritis dari riset disertasinya mengenai pergeseran peta kekuasaan di Kabupaten Serang, Banten.

TIMES Indonesia,
Disertasi Doktor UMM Ungkap Keretakan Hegemoni Klan Jawara pada Pilkada Kabupaten
Suhaedi, Mahasiswa Doktor Sosiologi, Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang.
A-AA+

Ruang Menulis untuk Indonesia

Kopi TIMES adalah ruang kolaboratif bagi siapa saja yang ingin menyuarakan ide, pengalaman, dan pemikiran kepada publik luas. Di sini, tulisan lahir dari beragam latar belakang: akademisi, mahasiswa, guru, santri, profesional, pelaku UMKM, pegiat komunitas, aktivis, birokrat, politisi, seniman, hingga warga biasa yang peduli pada isu di sekitarnya.

MALANG Dalam perhelatan akademik menuju Ujian Hasil dan Ujian Terbuka Doktor Sosiologi di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), H. S. Suhaedi memaparkan temuan kritis dari riset disertasinya mengenai pergeseran peta kekuasaan di Kabupaten Serang, Banten. Penelitian ini menyingkap realitas sosio-politik mendasar mengenai bagaimana hegemoni tradisional Klan Jawara yang telah mengakar kuat selama bertahun-tahun pada akhirnya mengalami keretakan tajam dan dekonstruksi struktural pada perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Klan Jawara di Banten memiliki akar sejarah dan pengaruh sosial yang sangat unik. Secara historis, jawara bermula dari figur elit tradisional berbasis seni bela diri dan ilmu kanuragan yang bertindak sebagai pelindung masyarakat di tengah kevakuman otoritas formal. Dalam perjalanannya, kelompok ini bertransformasi menjadi strongmen lokal, lalu bertransisi masuk ke dalam struktur birokrasi, partai politik, dan jaringan bisnis daerah. Pada Pilkada Kabupaten Serang 2020, dominasi klan ini melalui kandidat petahana Ratu Tatu Chasanah begitu kokoh berkat kemampuan memodernisasi strategi dari pola koersif fisik menjadi klientelisme elektoral pragmatis. Namun, kontestasi Pilkada 2024 menghadirkan anomali sosiologis yang besar. Rencana suksesi kekuasaan klan melalui Andika Hazrumy secara mengejutkan berhasil ditumbangkan oleh pasangan Ratu Rachmatuzakiyah–Najib Hamas. Peristiwa ini menjadikan kajian terhadap otonomi pemilih dan batas-batas hegemoni lokal menjadi sangat mendesak untuk diteliti.

Advertisement

Disertasi ini disusun di bawah bimbingan tim promotor Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si, Prof. Dr. Asep Nurjaman, M.Si, dan Prof. Dr. Wahyudi, M.Si, dengan judul "Kerentanan Kekuasaan Lokal Dan Keretakan Klientelisme Klan Jawara: Studi Fenomenologi Pertukaran Politik dan Dialektika Agen-Struktur pada Pilkada Tahun 2020 dan 2024 di Kabupaten Serang Banten". Fokus utama riset diarahkan pada penguraian mekanisme reproduksi kekuasaan klan melalui konversi modal sosial, ekonomi, dan simbolik, sekaligus menganalisis faktor-faktor penyebab dekonstruksi hegemoni tersebut. Adapun tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami konfigurasi modal klan serta membedah bagaimana dialektika agen-struktur bekerja dalam menentukan resiliensi dan kerentanan politik lokal di tengah tekanan intervensi struktur vertikal.

Guna membedah pengalaman subjektif dan makna mendalam di balik tindakan para aktor, Suhaedi mengaplikasikan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis paradigma fenomenologi. Subjek penelitian dipilih secara purposive, mencakup keturunan langsung Trah Hasan Sochib, faksi birokrasi, jaringan kiyai dan pesantren, hingga elemen pemilih akar rumput. Data lapangan dikumpulkan melalui observasi partisipatif serta wawancara mendalam (in-depth interview) yang dipadukan dengan teknik verifikasi keabsahan data triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Seluruh data yang terkumpul kemudian dianalisis secara induktif melalui integrasi Analisis Data Spiral John W. Creswell dan Model Interaktif Matthew B. Miles, A. Michael Huberman, dan Johnny Saldana, yang selanjutnya disingkat MHS.

Hasil penelitian menunjukkan dua pola dialektika kekuasaan yang kontras. Pada Pilkada 2020, Klan Jawara berhasil melakukan reproduksi hegemoni melalui pertukaran sosial asimetris yang efektif, di mana dukungan suara ditukar dengan insentif materiil dan pembangunan infrastruktur yang dipersonalisasi. Hal ini memperluas radius of trust (radius kepercayaan) klan di tingkat lokal. Kebaruan (novelty) dari riset ini mengungkap bahwa hegemoni klan lokal bersifat kontingen dan memiliki batas absolut. Pada Pilkada 2024, kehadiran kekuatan tandingan nasional berhasil menyabotase jalur pertukaran sosial klan melalui pengawasan ketat, intervensi instrumen hukum, dan dukungan mesin politik pusat. Akibatnya, modal simbolik klan mengalami devaluasi masif, memicu rebalansi agensi di mana masyarakat secara kalkulatif mengalihkan dukungan mereka.

Secara akademis, temuan disertasi ini memberikan kontribusi teoretis yang signifikan bagi perkembangan sosiologi politik, khususnya dalam mengintegrasikan Teori Pertukaran Sosial Peter Blau, Modalitas Pierre Bourdieu, Radius Kepercayaan Francis Fukuyama, dan Teori Strukturasi Anthony Giddens. Secara praktis, riset ini memberikan pemahaman jernih bagi pemangku kebijakan dan masyarakat mengenai dinamika demokratisasi daerah. Harapan ke depan, riset ini dapat memicu penguatan kesadaran kritis pemilih di Banten. Sebagai langkah implementasi dan publikasi pasca-seminar hasil, seluruh substansi temuan ini disiapkan untuk ditulis ke dalam manuskrip artikel ilmiah bereputasi internasional yang ditargetkan untuk dipublikasikan pada jurnal terindeks Scopus. 

***

Advertisement

*) Oleh: Suhaedi, Mahasiswa Doktor Sosiologi, Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang.

*) Tulisan ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia