Advertisement
Kopi TIMES

Interferensi Bahasa Sumber Terhadap Bahasa Inggris Pembelajar Multilingual

Berangkat dari realitas kebahasaan yang terjadi pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Muhammadiyah Luwuk.

TIMES Indonesia,
Interferensi Bahasa Sumber Terhadap Bahasa Inggris Pembelajar Multilingual
Mukmin Nayya, Mahasiswa Doktor Doktor Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang.
A-AA+

Ruang Menulis untuk Indonesia

Kopi TIMES adalah ruang kolaboratif bagi siapa saja yang ingin menyuarakan ide, pengalaman, dan pemikiran kepada publik luas. Di sini, tulisan lahir dari beragam latar belakang: akademisi, mahasiswa, guru, santri, profesional, pelaku UMKM, pegiat komunitas, aktivis, birokrat, politisi, seniman, hingga warga biasa yang peduli pada isu di sekitarnya.

MALANG Berangkat dari realitas kebahasaan yang terjadi pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Muhammadiyah Luwuk. Sebagian besar mahasiswa berasal dari latar belakang bahasa yang beragam, seperti bahasa Banggai, Saluan, Balantak, Bugis, Jawa, dan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Kondisi tersebut membentuk lingkungan pembelajaran yang secara alami bersifat multilingual, sehingga penggunaan bahasa Inggris tidak pernah berlangsung dalam keadaan bebas dari pengaruh bahasa-bahasa yang telah lebih dahulu dikuasai oleh mahasiswa.

Kajian-kajian terdahulu mengenai interferensi bahasa umumnya berfokus pada identifikasi bentuk kesalahan atau klasifikasi interferensi berdasarkan aspek fonologis, gramatikal, maupun leksikal. Sementara itu, kajian yang menjelaskan bagaimana interferensi bahasa terjadi, bagaimana pola interferensi bahasa, efek interferensi, serta bagaimana strategi pembelajar mengatasi interferensi dalam belajar bahada Inggris, khususnya dalam konteks pembelajar multilingual. Kesenjangan inilah yang mendorong penulis untuk mengkaji interferensi bahasa tidak hanya sebagai produk linguistik, tetapi sebagai suatu proses yang melibatkan aktivasi pengetahuan bahasa, pengalaman belajar, kesadaran metalinguistik, dan regulasi diri pembelajar.

Advertisement

Dengan demikian, penelitian ini diarahkan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika interferensi bahasa sumber terhadap bahasa Inggris pada pembelajar multilingual. Fokus penelitian tidak hanya terletak pada bentuk-bentuk interferensi yang muncul, tetapi juga pada proses pembentukannya, pola-pola linguistik yang dihasilkan, efek yang ditimbulkan terhadap penggunaan bahasa Inggris, strategi yang digunakan pembelajar untuk mengelola pengaruh bahasa sumber, serta sintesis konseptual yang dapat menjelaskan hubungan antarkomponen tersebut.

Untuk memahami fenomena yang kompleks tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik. Pendekatan ini dipilih karena interferensi bahasa merupakan fenomena yang tidak cukup dijelaskan melalui pengukuran kuantitatif semata. Yang menjadi perhatian utama bukanlah seberapa sering kesalahan muncul, melainkan bagaimana proses tersebut terjadi, pola-pola intereferensi, efek intereferensi, serta bagaimana strategi belajar yang dilakukan oleh pembelajar untuk mengatasi interferensi tersebut.

Pendekatan kualitatif memungkinkan eksplorasi yang lebih mendalam terhadap pengalaman belajar, proses berpikir, serta interaksi berbagai bahasa yang dimiliki pembelajar. Melalui desain studi kasus intrinsik, fenomena interferensi dipahami dalam konteks alami tempat pembelajaran berlangsung sehingga hubungan antara latar belakang kebahasaan, lingkungan belajar, dan penggunaan bahasa Inggris dapat dijelaskan secara lebih utuh.

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan dokumentasi hasil produksi bahasa. Penggunaan berbagai teknik tersebut bertujuan memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai proses dan bentuk interferensi sekaligus meningkatkan kredibilitas temuan melalui triangulasi data. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan analisis tematik sehingga berbagai informasi yang diperoleh dapat diorganisasi menjadi tema-tema yang menjelaskan dinamika interferensi bahasa secara sistematis.

Pemilihan metode ini didasarkan pada keyakinan bahwa fenomena bahasa merupakan fenomena yang hidup di dalam praktik komunikasi manusia. Oleh karena itu, pemahamannya memerlukan pendekatan yang mampu menangkap pengalaman, konteks, serta proses berpikir pembelajar secara menyeluruh.

Advertisement

Penelitian dilaksanakan secara bertahap melalui serangkaian kegiatan yang saling berkaitan. Tahap pertama diawali dengan studi literatur yang bertujuan membangun landasan teoritis mengenai interferensi bahasa, alih kode, campur kode, interlanguage, serta multilingual. Kajian tersebut menjadi dasar dalam menyusun fokus penelitian, instrumen, dan kerangka analisis.

Tahap berikutnya adalah identifikasi partisipan penelitian yang memiliki karakteristik sebagai pembelajar multilingual. Selanjutnya dilakukan pengumpulan data melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara mendalam, analisis dokumen berupa tugas tertulis dan rekaman tuturan mahasiswa. Selama proses tersebut, penulis berupaya menjaga objektivitas melalui triangulasi sumber.

Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui tahapan analisis tematik, dimulai dari proses familiarisasi data, pemberian kode, pengelompokan kategori, pembentukan tema, peninjauan kembali tema, hingga interpretasi terhadap hubungan antartema. Pendekatan ini memungkinkan penulis tidak hanya mengidentifikasi bentuk-bentuk interferensi, tetapi juga menjelaskan proses yang melatarbelakangi kemunculannya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa interferensi bahasa sumber pada pembelajar multilingual merupakan fenomena yang berlangsung melalui proses yang bertahap dan dinamis. Interferensi tidak muncul secara spontan, melainkan diawali oleh aktivasi pengetahuan linguistik yang telah dimiliki pembelajar, dilanjutkan dengan pemetaan kesamaan maupun perbedaan antara bahasa sumber dan bahasa Inggris, kemudian terefleksi dalam bentuk penggunaan bahasa yang memperlihatkan pengaruh transfer.

Bentuk-bentuk interferensi yang ditemukan mencakup aspek fonologis, gramatikal, dan leksikal. Pada aspek fonologis, interferensi tampak melalui penyesuaian sistem bunyi bahasa Inggris terhadap pola fonologi bahasa sumber. Pada aspek gramatikal, pengaruh bahasa sumber terlihat dalam pembentukan struktur kalimat, penggunaan unsur-unsur sintaksis, serta pemilihan bentuk morfologis tertentu. Sementara itu, pada aspek leksikal, interferensi muncul dalam bentuk penerjemahan langsung, perluasan makna, maupun penggunaan kosakata berdasarkan pola konseptual bahasa sumber.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa interferensi memberikan dampak yang beragam. Di satu sisi, interferensi dapat memengaruhi akurasi penggunaan bahasa Inggris, keterpahaman komunikasi, dan perkembangan interlanguage. Namun di sisi lain, transfer bahasa juga berfungsi sebagai sumber pengetahuan awal yang membantu pembelajar memahami konsep-konsep baru dalam bahasa Inggris. Dengan demikian, interferensi tidak selalu bersifat negatif, tetapi memiliki karakter yang dinamis bergantung pada kemampuan pembelajar dalam mengelola proses transfer tersebut.

Temuan penting lainnya adalah bahwa strategi belajar memiliki peran sentral dalam mengurangi dampak negatif interferensi. Kesadaran metalinguistik, refleksi terhadap kesalahan, latihan berulang, pemanfaatan umpan balik, serta pengalaman menggunakan berbagai bahasa terbukti menjadi faktor yang mendukung regulasi transfer bahasa selama proses pembelajaran berlangsung.

Berdasarkan sintesis seluruh temuan tersebut, penelitian ini menghasilkan suatu konstruksi konseptual yang disebut Teori Regulasi Transfer Multilingual. Teori ini menjelaskan bahwa transfer bahasa merupakan proses yang secara alamiah terjadi pada pembelajar multilingual dan dapat diregulasi melalui interaksi antara pengetahuan linguistik, kesadaran metalinguistik, pengalaman belajar, serta strategi regulasi diri sehingga menghasilkan perkembangan kompetensi bahasa Inggris yang lebih optimal.

Berdasarkan keseluruhan proses penelitian, dapat disimpulkan bahwa interferensi bahasa sumber merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pemerolehan bahasa Inggris pada pembelajar multilingual. Interferensi bukan sekadar bentuk kesalahan linguistik, melainkan representasi dari proses berpikir pembelajar ketika menghubungkan pengetahuan bahasa yang telah dimiliki dengan sistem bahasa yang sedang dipelajari. Oleh karena itu, pemahaman terhadap interferensi perlu bergeser dari perspektif yang semata-mata berorientasi pada identifikasi kesalahan menuju perspektif yang melihat transfer bahasa sebagai proses yang dapat dipahami, dikelola, dan diregulasi.

Penulis berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu linguistik terapan, khususnya dalam bidang pemerolehan bahasa kedua, multilingualisme, dan pendidikan bahasa Inggris. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan model pembelajaran bahasa Inggris yang lebih responsif terhadap keberagaman linguistik peserta didik, sehingga guru dan dosen tidak lagi memandang interferensi sebagai hambatan semata, tetapi sebagai sumber informasi yang berharga dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif.

Ke depan, penelitian mengenai interferensi bahasa masih memiliki ruang yang sangat luas untuk dikembangkan. Integrasi antara kajian multilingualisme, translanguaging, serta regulasi metakognitif, diharapkan mampu memperkaya pemahaman mengenai dinamika transfer bahasa dalam masyarakat yang semakin multibahasa. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan tidak menjadi akhir dari sebuah kajian, melainkan menjadi titik awal bagi lahirnya penelitian-penelitian lanjutan yang memberikan kontribusi lebih besar bagi pengembangan teori maupun praktik pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia dan pada konteks multilingual yang lebih luas.

***

*) Oleh: Mukmin Nayya, Mahasiswa Doktor Doktor Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang.

*) Tulisan ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia