Advertisement
Kuliner

Sering Disajikan Saat Hajatan, ini Filososi Mendalam pada Sepotong Lemper

Di Jawa makanan ini wajib disajikan saat ada acara atau hajatan besar, seperti pernikahan, khitan dan acara adat lainnya. Kenapa wajib? Sebab ada filosfi mendalam pada sepotong lemper.

TIMES Indonesia,
Sering Disajikan Saat Hajatan, ini Filososi Mendalam pada Sepotong Lemper
Lemper bakar. (FOTO: atmago.com)
A-AA+

JAKARTA Lemper, makanan khas dari Jawa itu menjadi favorit banyak orang. Rasanya yang gurih legit manis itu membuat orang suka.

Lemper adalah makanan tradisional yang terbuat dari beras ketan dengan isian daging cincang dan dibungkus dengan daun pisang. 

Advertisement

Di Jawa makanan ini wajib disajikan saat ada acara atau hajatan besar, seperti pernikahan, khitan dan acara adat lainnya. Kenapa wajib? Sebab ada filosfi mendalam pada sepotong lemper.

Filosofi lemper itu berbunyi "yen dilem ati mu ojo memper” yang artinya ketika dipuji maka hati mu jangan sombong atau berbangga diri. 

Makna yang sangat dalam ya, dan selalu terjadi pada keseharian kita. Ketika pujian malah bukan jadi suatu pelajaran justru menumbuhkan rasa kebanggaan berlebihan. Merasa sombong dan menganggap orang lain tidak ada apa-apanya. 

Maka sajian lemper pada acara besar sejatinya mengingatkan kita agar tak merasa sombong.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Tria Adha
PenulisTria AdhaJurnalis dan fotografer yang telah bergabung di TIMES Indonesia sejak Agustus 2016. Merupakan lulusan Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang. Memiliki minat khusus dalam peliputan berita sosial, budaya, dan olahraga.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia