Menikmati Malam Tahun Baru Sambil Ngemil Emping Tike, Cemilan Tradisional Khas Indramayu
Jika biasanya makanan emping terbuat dari buah melinjo yang dikeringkan. Namun di Indramayu, ada makanan emping yang terbuat dari biji rumput teki, yakni emping tike. Biasanya emping ini digunakan untuk cemilan atau kudapan. Dan di momen tahun baru ini, e

INDRAMAYU – Jika biasanya makanan emping terbuat dari buah melinjo yang dikeringkan. Namun di Indramayu, ada makanan emping yang terbuat dari biji rumput teki, yakni emping tike. Biasanya emping ini digunakan untuk cemilan atau kudapan. Dan di momen tahun baru ini, emping ini sangat cocok untuk menemani kegiatan di rumah di masa Pandemi Covid-19.
Emping tike biasanya dijual di toko-toko khas oleh-oleh atau toko kue. Bahkan bisa didapatkan juga di pasar tradisional. Bentuk emping tike juga memang tidak berbeda jauh dari emping yang terbuat dari melinjo pada umumnya. Hanya saja, pada emping tike terdapat bintik-bintik hitam yang merupakan kulit dari biji rumput teki.
Emping tike yang mempunyai cita rasa renyah dan gurih ini terbuat dari biji rumput teki. Namun, sebagian lagi ada yang menyebutnya dengan nama umbi teki. Rumput biasa tumbuh di lahan-lahan persawahan atau danau, dan hanya ada pada musim-musim tertentu saja. Inilah yang membuat emping tike ini cukup langka.
Apalagi, produksi emping tike ini hanya ada di satu tempat saja, yakni di Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu. Masyarakat di sana masih eksis sampai sekarang untuk memproduksi makanan renyah dan gurih tersebut.
Seperti yang dilakukan oleh Cawi (34), salah satu produsen yang sudah lama berkecimpung dalam pembuatan emping tike. Bahkan, dia mengaku jika emping tike ini sudah ada sejak lama, sebelum dia dilahirkan.
Ia sendiri tidak mengingat secara pasti kapan pertama kali emping tike ini dibuat. Hanya saja, produksi emping tike ini terus digemari oleh masyarakat secara turun temurun sampai dengan sekarang.
"Ini makanan khas Indramayu karena tidak ada lagi cuma di sini saja, sudah turun temurun sudah lama sekali dari nenek dulu," ujarnya beberapa waktu lalu.
Kelebihan emping tike ini adalah terbuat dari bahan alami, karena proses pembuatannya masih secara tradisional. Selain itu, juga tanpa menggunakan bahan pengawet, sehingga aman untuk dikonsumsi.
"Kalau dijual harganya Rp 150.000 per kilogramnya," ujarnya.
Untuk menikmati emping tike ini, memang harus berebut dengan orang lain, karena stok yang terbatas namun banyak yang mengincarnya. Karena itu, jika ingin menikmati suasana tahun baru sambil menikmati emping tike, alangkah baiknya membeli di jauh-jauh hari sebelumnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

