Advertisement
Kuliner

Cikres, Camilan Lokal Cirebon yang Mendunia

Usaha Mikro Kecil Menengah asal Cirebon, Jawa Barat, terus memperluas pasarnya hingga ke luar negeri. Salah satunya, UMKM Cirebon Kreatif Snack (Cikres) yang mengusung camilan ringan berbahan singkong.

TIMES Indonesia,
Cikres, Camilan Lokal Cirebon yang Mendunia
Cikres cemilan singkong yang gurih dan nikmat. (Foto: Dokumentasi Cikres)
A-AA+

CIREBON Usaha Mikro Kecil Menengah asal Cirebon, Jawa Barat, terus memperluas pasarnya hingga ke luar negeri. Salah satunya, UMKM Cirebon Kreatif Snack (Cikres) yang mengusung camilan ringan berbahan singkong.

Cikres merupakan karya dua Raden Reza Rahadian dan Eka Mulyadi. Eka menuturkan, ide awal pembuatan Cikres keripik singkong ini karena banyaknya problem dan keluhan dari konsumen terhadap keripik singkong.

Advertisement

Konsumen mengeluhkan kerenyahan, ketebalan, dan rasa keripik yang kurang pas. Akhirnya, sejak 2018, Eka dan Reza mulai mencoba melahirkan keripik singkong dengan bentuk segi empat dan tekstur yang tidak tebal.

"Dalam proses pembuatannya sendiri dilakukan dengan pemotongan singkong yang tipis. Kemudian dicampur bumbu tanpa bahan pengawet, lalu dilanjutkan pemipihan dan pemotongan dengan mesin dan penjemuran adonan hingga digoreng," katanya, Sabtu (2/1/2021).

Eka mengatakan, usaha yang ia bangun tidak mudah, dan melalui berbagai macam perbaikan dari yang belum memiliki merek sampai akhirnya diakui dan terkenal.

"Alhamdulillah usaha yang sempat dirintis dengan proses jatuh bangun ini berhasil dipasarkan dan dikenal oleh banyak kalangan. Bahkan, disukai sebagai cemilan ketika santai," ujarnya.

Hingga kini, Cikres dikenal masyarakat luas dan sudah di ekspor hingga ke luar negeri, yaitu Jepang, Korea, dan Turki. Bahkan, Cikres juga sudah banyak dipromosikan oleh kalangan artis ibu kota.

Advertisement

Saat ini, Cikres dengan mudah dipesan atau ditemui di toko oleh-oleh Cirebon. Ada berbagai varian rasa, mulai dari pedas, balado, keju, dan lada hitam. Teksturnya yang renyah dan gurih membuat penikmatnya ingin makan lagi dan lagi.

Eka terus bertahan menjaga kualitas produknya, termasuk saat bisnisnya dihantam pandemi Covid-19. Meskipun sempat mengalami kerugian karena penurunan permintaan, kini usahanya mulai membaik dan bisa menghabiskan 200 kilogram singkong untuk diolah lagi dalam sehari.

Pemerintah turut andil dalam mengembangkan kuliner produk UMKM Cirebon tersebut. Pemerintah, katanya, turut membantu mengurus PIRT, pencantuman Halal, Informasi Gizi, dan lainnya. Usaha Cikres ini juga turut membantu petani lokal yang memasok singkong. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

D
PenulisDede Sofiyah Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia