Advertisement
Kuliner

Jangan Dibuang, Kepala Udang Ternyata Kaya Manfaat

Kepala udang sering dibuang, karena dianggap tak bermanfaat. Namun sepertinya Anda harus berpikir ulang jika ingin membuang kepala udang.

TIMES Indonesia,
Jangan Dibuang, Kepala Udang Ternyata Kaya Manfaat
ILUSTRASI - Kepala Udang. (FOTO: Makan Abis)
A-AA+

JAKARTA Kepala udang sering dibuang, karena dianggap tak bermanfaat. Namun sepertinya Anda harus berpikir ulang jika ingin membuang kepala udang.

Ternyata kaldu gurih terdapat pada kelapa udang. Itu sebabnya jika ANda akan membuat kaldu dari udang, kepalanya jangan dibuang ya. 

Advertisement

Selain itu kepala udang mengandung antioksidan astaxanthin yang 10 kali lebih efektif dari buah dan sayur. Kandungan ini sangat bermanfaat untuk kesehatan mata juga kulit. 

Mata yang terus menerus bekerja di layar gadget pastinya akan lelah. Mengonsumsi kepala udang akan meringankan gejala tersebut. Kandungan antioksidan astaxanthin
membantu menyingkirkan penghalang pada retina mata sehingga membuat mata kembali jernih dan sehat.

Memiliki antioksidan yang kuat bahkan melebihi buah dan sayur, mengonsumsi kepala udang tentunya dapat menjaga daya tahan tubuh. Tak itu saja, antioksidan astaxanthin dapat mengurangi rasa sakit. Bahkan kandungan ini digunakan sebagai salah satu senyawa anti peradangan dari berbagai penyakit kronis.

Tapi tenang saja, astaxanthin ini 100 persen alami dan bekerja sebagai obat analgesik tanpa menyebabkan ketergantungan.

Sedangkan bagi Anda yang punya masalah dengan jerawat dapat diatasi dengan makan kepala udang. Astaxanthin juga bisa menyaring sinar UVA dari matahari yang berdampak buruk bagi kulit. Kelembutan dan elastisitas kulit pun jadi terjaga dan bebas dari keriput atau flek hitam.

Advertisement

Wow, ternyata kepala udang tak hanya gurih ya, tapi juga mengandng banyak manfaat untuk tubuh kita. Meski demikian, Anda tak dianjurkan makan kepala udang secara berlebihan ya. 

Sebbab 10 ons kepala udang saja sudah mengandung 590 miligram kolesterol. Jumlah ini 2 kali lipat dari batas rekomendasi American Heart Association yang hanya sekitar 300 miligram per hari. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Tria Adha
PenulisTria AdhaJurnalis dan fotografer yang telah bergabung di TIMES Indonesia sejak Agustus 2016. Merupakan lulusan Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang. Memiliki minat khusus dalam peliputan berita sosial, budaya, dan olahraga.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia