Advertisement
Kuliner

Menilik Tradisi Lodhoan pada Perayaan Hari Besar di Trenggalek

Setiap daerah pasti memiliki tradisi unik mereka untuk memperingati hari besar. Di Kabupaten Trenggalek misalnya. Masyarakat lokal Trenggalek memiliki tradisi unik untuk ...

TIMES Indonesia,
Menilik Tradisi Lodhoan pada Perayaan Hari Besar di Trenggalek
Lodho ayam saat akan disajikan untuk hari raya. (FOTO: Firda Aulia Rachmasari/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Setiap daerah pasti memiliki tradisi unik mereka untuk memperingati hari besar. Di Kabupaten Trenggalek misalnya. Masyarakat lokal Trenggalek memiliki tradisi unik untuk memperingati hari raya, yaitu Lodhoan atau memasak lodho ayam.

Lodho merupakan makanan khas dari Kabupaten Trenggalek. Makanan ini acap kali dihidangkan pada peringatan hari-hari besar seperti Idul Fitri, Idul Adha, Rejeban (1 Rajab), dan berbagai peringatan khusus lainnya. Lodho terbuat dari ayam kampung yang dipanggang hingga matang sempurna dan dibumbui dengan kuah santan yang kental dan pedas.

Advertisement

Makanan yang selalu disajikan dengan nasi gurih (nasi uduk) ini kaya akan rempah-rempah. Kuahnya juga sangat kental dan pedas mengingat selera mayoritas masyarakat Trenggalek yang gemar memakanan makanan pedas. Penyajiannya juga unik. Jika biasanya ayam akan dipotong kecil-kecil, penyajian ayam lodho ini akan disajikan secara utuh. Tentu saja di beberapa rumah makan, anda bisa meminta penjual untuk memotongnya agar lebih mudah dikonsumsi.

Lodho-ayam-1.jpg
Potret lodho ayam yang dibawa ke masjid untuk dibagikan. (FOTO: Firda Aulia Rachmasari/TIMES Indonesia)

Kuliner ini juga sarat akan makna dan merupakan warisan dari Kerajaan Majapahit. Sajian ini selalu jadi umborampe (pelengkap utama) dalam berbagai ritual adat dan hari besar. Pada peringatan hari besar seperti Idul Adha, biasanya masyarakat akan membawa satu potong ayam lodho ke masjid.

Setiap keluarga biasanya akan membawa satu ekor utuh yang kemudian akan dipotong dan dibagikan kepada seluruh jemaah yang ada di masjid. Tradisi ini sempat terhenti beberapa waktu sejak pandemi Covid-19. Akan tetapi mulai dilaksanakan kembali di perayaan Idul Fitri 2022 lalu.

Uniknya, penggunaan ayam sebagai menu utama di setiap acara adat di Kabupaten Trenggalek ini bukan tanpa maksud. Leluhur dahulu percaya jika dalam adat Jawa, hakikatnya manusia sangat dekat dengan ayam. Terdapat harapan bahwa dengan penggunaan ayam, rakyat Jawa dapat meniru sifat ayam yang baik. Misalnya, dapat memilih makanan dengan baik dan tidak rakus dengan memakan apapun yang ada di depannya. Hal ini merupakan doa dan harapan agar manusia dapat memilih apa yang terbaik dalam hidupnya seperti ayam. 

Advertisement

Saat ini, lodhoan tidak hanya muncul dan ada di perayaan tertentu. Masyarakat dapat menikmati sajian nikmat ini kapanpun dan dimanapun. Banyak rumah makan di Kabupaten Trenggalek yang menyediakan makanan ini sebagai menu utama mereka. Bagaimana? Tertarik mencoba?

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia