Kuliner

3 Kue Paling Populer Pilihan Masyarakat Banyuwangi

Selasa, 11 April 2023 - 03:30 | 102.37k
Aneka kue kering yang dijual dilapak milik Ita Lestari di kawasan Pasa Banyuwangi. (Foto : Anggara Cahya /TIMES Indonesia)
Aneka kue kering yang dijual dilapak milik Ita Lestari di kawasan Pasa Banyuwangi. (Foto : Anggara Cahya /TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Lebaran adalah waktu yang istimewa di Indonesia, di mana momen tersebut merupakan waktu berkumpul dengan keluarga dan orang-orang terkasih. Salah satu hal yang membuat perayaan ini lebih istimewa adalah kehadiran berbagai macam kue lebaran yang memenuhi meja.

Di Kabupaten Banyuwangi, penjual kue lebaran mulai bermunculan di berbagai sudut kota. Berbagai jenis kue lebaran yang tersedia menawarkan rasa dan bentuk yang berbeda-beda.

Terlihat, fenomena toko atau penjual kue lebaran di Banyuwangi yang mulai menjamur tengah diserbu pembeli. Kira-kira apa sih kue lebaran yang paling diminati oleh masyarakat khususnya di Banyuwangi sendiri, yang biasa sebagai hidangan tamu atau saudara saat silaturahmi.

Menurut salah satu pegadang lapak kue lebaran di Banyuwangi, Asal Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi, Ita Lestari, menjelaskan untuk saat ini ada beberapa produk kue lebaran khususnya kue kering yang dari dulu hingga sekarang banyak dicari masyarakat, sekaligus mudah terjual untuk suguhan lebaran di ruang tamu.

"Kita buka lapak baru tiga hari, pokok yang mudah laku dan banyak dicari itu ada beberapa macam" ucap, penjual kue lebaran, asala Karangrejo, Banyuwangi, Ita Lestari, Senin (10/04/2023).

Kue yang mudah laku dan banyak diburu masyarakat Banyuwangi walau baru beberala hari, yaitu yang pertama adalah Komag. Komag atau yang disebut kacang koro kulit ini banyak dicari pelanggan Ita meski lapaknya yang berada di kawasan pasar Banyuwangi belum menata daganganya.

"Jenis kacang-kacangan memang selalu laku terjual, mulai dari kacang asin hingga kacang koro kulit ini," tukasnya.

Dengan cita rasa kacang, renyah ditambah baluran garam membuat kacang koro kulit ini semakin terasa gurih dan krenyes bila dimakan, terlebih kacang koro kulit adalah jenis kue lebaran yang awet hingga berbulan-bulan bila ditempatkan pada toples yang kedap udara dengan tekstur yang bila dimakan nyaris tidak berubah.

"Disini saya jual kiloan semua termasuk komag, harganya Rp35.000 sekilo," bebernya.

Selain kacang koro kulit yang paling dicari adalah kue kering merie, bahkan hampir setiap rumah menyuguhkan kue marie ini. Makanan sejenis biskuit ini ada banyak varian, mulai dari bentuk hingga tambahan seperti lapisan gula manis, tergantung produsen yang membuatnya. Seringnya kue ini terjual dengan kemasan kaleng toples. Dan untuk rasa biskuit ini punya rasa gurih renyah bila digigit, ada rasa bila terdapat lapisan gula atau coklat.

"Harganya sendiri lebih variatif tergantung merk dan jumlahnya, mulai dari harga Rp50.000 - Rp70.000," terang Ita.

Kue yang ketiga yang juga menjadi kue favorit masyarakat Banyuwangi yaitu kue bunga Gem, bentuknya yang kecil, terdapat bentuk seperti bunga yang sedang kuncup dengan aneka warna, padahal jika dilihat bentuknya lebih mirip dengan pucuk monas. Acapkali anak-anak yang memakanya dimulai dari memakan gulanya terlebih dahulu karena rasa yang dicari anak-anak karena manis. Di lapak Ita, kue bunga Gem ini dihargai Rp.40.000.

"Untuk saat ini ketiga jajan lebaran itu yang masih menjadi favorit dan mudah laku terjual dilapak saya," katanya.

Selanjutnya, Ita juga menerangkan, namun untuk saat ini pembeli masih belum begitu signifikan, biasanya mulai diserbu konsumen saat lebaran kurang tiga  hari. Bahkan jika dilihat dari Ramadan sebelumnya  H-2 kue yang dijual di lapaknya bisa ludes terjual semua.

"Tidak hanya kue itu saja, ini pasti habis semua jika udah lebaran kurang 2 atau sehari lagi, karena langsung pesan banyak," tukas Ita. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES