Kuliner

Abon Rendang, Pilihan Kuliner Praktis dan Enak Produk UMKM Bandung

Rabu, 24 Mei 2023 - 23:02 | 253.94k
Produk rendang dan abon rendang yang banyak diorder saat kegiatan ibadah haji ini juga disukai anak-anak milenial Bandung. (Foto: Djarot/TIMES Indonesia)
Produk rendang dan abon rendang yang banyak diorder saat kegiatan ibadah haji ini juga disukai anak-anak milenial Bandung. (Foto: Djarot/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Siapa yang tak kenal dengan kuliner rendang yang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Kuliner berwarna kecoklatan dengan rasa gurih ini memiliki banyak penggemar. Kini, ada olahan inovasi produk rendang. Salah satu UMKM Bandung membuat inovasi abon rendang yang praktis dan enak.

Moenz Food, inilah UMKM Bandung yang membuat olahan rendang menjadi tak biasa. Abon rendang menjadi pilihan olahan rendang yang lebih praktis. Baik daging rendang maupun abon rendang sama-sama memiliki banyak peminat.

“Untuk orderan rendang sudah biasa saya penuhi dan peminatnya pelanggan yang sering membeli ke saya. Tetapi bila abon rendang maka yang banyak memesan adalah para anak mahasiswa yang ingin makan rendang dalam bentuk beda,” ujar Moen, owner Moenz Food, Rabu (24/05/23).

Tidak seperti rendang yang padat daging dan bumbu, tetapi abon rendang banyak campuran kelapa. Mwski berbeda, abon rendang tetap nikmat.

Moen membuat kuliner rendang menjadi berbeda agar masyarakat bisa menikmati daging rendang rendang dengan harga hemat.

Dengan mengolah rendang jadi abon selain memperluas segmen pemakan rendang, juga bisa membuat rendang tetap diminati.

Ia tak menyangka bahwa respon penyuka abon rendang ini datangnya dari anak muda karena dulu rencana membuat abon rendang agar orang-orang mau mencoba makan rendang dengan varian berbeda.

Setelah produk abon rendangnya memiliki pembeli “loyal” maka pekerjaan rumah sekarang adalah bagaimana membuat abon rendang bisa dikemas dan dijual merata ke seluruh Indonesia.

Masa tahan abon rendang ini bisa lama jika disimpan dalam freezer. Tetapi akan berbatas waktu jika disimpan di suhu ruang.

Moen berharap bisa mendapat fasilitas BPOM MD untuk usaha produk abon rendangnya agar ia bisa menjual abon rendang lebih luas lagi.

Pembeli rendang dan abon rendang sudah tersebar di Indonesia. Kota Lampung yang jadi pemesan terbanyak.

Moenz Food juga mengandalkan sosial media untuk membantu penjualan. Pasca pandemi Covid-19, penjualan daging rendang dan abon rendang mengalami peningkatan.

Moenz Food berharap, Bandung bisa dikenal juga sebagai penghasil daging rendang dan abon rendang yang digemari masyarakat Indonesia. Dengan menjual produk varian rendang yang berbeda, ia yakin kuliner abon rendang ini akan terkenal kelak. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES