Kuliner

Barista Adu Keahlian Racik Kopi do Never Ending Story Coffee

Jumat, 26 April 2024 - 11:34 | 43.13k
Sejumlah barista profesional mengikuti Manual Brew Competition di Never Ending Story Coffee (Nesc) Surabaya, Jumat (26/4/2024). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Sejumlah barista profesional mengikuti Manual Brew Competition di Never Ending Story Coffee (Nesc) Surabaya, Jumat (26/4/2024). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Aroma seduhan kopi selalu saja menggoda. Apalagi jika penyajiannya begitu estetik karena diracik oleh barista. Rasa dan seni berpadu memuaskan para penikmat biji hitam ini.

Sejumlah kafe pun saling berlomba menghadirkan sederet seduhan kopi terbaik. Tentu membutuhkan tangan dingin barista profesional. Entah lewat rekruitmen maupun adu keahlian. Seperti terlihat di Never Ending Story Coffee (Nesc).

Kafe di Kota Surabaya ini tengah mengundang para tenaga terampil untuk mengolah secangkir kopi harum melalui kompetisi.

Mengusung tema Manual Brew Competition, Nesc berhasil mengumpulkan 60 peserta barista dari seluruh daerah di Jatim. Mereka memperebutkan hadiah total sebesar Rp7 juta.

"Kompetisi ini bertujuan mengenalkan kopi berkualitas kepada masyarakat," terang Founder Nesc Cafe, Khaleed Barashid, Jumat (26/4/2024).

Dia menjelaskan bahwa basic outlet Nesc merupakan spesialis kopi susu karena lebih fokus pada kategori specialty coffee.

"Jadi kita sekalian memperkenalkan outlet kita bahwa kita serius di kopi," sambung Khaleed.

Khaleed sedikit bercerita. Pada mulanya ia mendirikan cafe ini dibantu Qonrezti Shebila Kelia dan Arsya Aibel Shafa sebagai co founder pada tahun 2018 lalu.

Nesc Cafe turut mengenalkan kopi arabica yang diracik khusus, agar masyarakat yang tidak suka kopi dapat ngopi dengan sentuhan khusus.

Kopi buatan mereka diklaim tidak menimbulkan asam lambung karena kandungan aciditynya cukup rendah. Hal ini tentu bertujuan sebagai pembeda dari cafe lain yang ada.

Pelanggan tidak perlu khawatir sakit lambung karena proses dari specialty kopi sendiri mulai dari pemilihan biji kopi merah, sampai proses fermentasi sangat diperhatikan.

"Jadi kita menggunakan kadar acidity rendah, sehingga untuk semua kalangan bisa masuk," ungkap  Khaleed.

Selain kopi dengan kadar acidity rendah yang menjadi nilai tambah agar bisa bersaing di dunia perkopian, Nesc yang berlokasi di Jalan Ngagel timur Surabaya ini  juga menyediakan pilihan minuman lain untuk pengunjungnya. Yaitu mocca pop yang terdiri dari kopi susu dengan campuran es krim di atasnya.

Pria yang lahir di Jeddah Arab Saudi tersebut berharap Never Ending Story Coffee (Nesc) semakin dikenal luas. Antara lain melalui ajang kompetisi manual brew seperti ini. Kompetisi meracik kopi sendiri disebut bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan barista ini juga diramaikan oleh pameran UMKM dan peragaan busana.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES