Kuliner

Tak Gengsi Jualan Bakso Gerobak, Pemuda di Pemalang Raih Omzet Belasan Juta Sebulan

Minggu, 19 Mei 2024 - 11:16 | 61.69k
Nampak olahan bakso tetelan di Bakso Kelana bikin mengunggah selera pembeli. (Foto: Ragil/TIMES Indonesia)
Nampak olahan bakso tetelan di Bakso Kelana bikin mengunggah selera pembeli. (Foto: Ragil/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PEMALANG – Bakso menjadi kuliner yang ada hampir diseluruh wilayah Indonesia. Di Pemalang, Jawa Tengah tepatnya di jalan Mochtar depan SMA Negeri 3 Pemalang, ada bakso keliling memakai gerobak sepeda motor roda tiga, yang tidak pernah sepi dari buruan para pembeli.

Bakso Kelana begitu para pelanggan menyebutnya. Aditya (22) anak muda penjual bakso ini merupakan warga Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Pemalang kota. Ia sudah dua tahun lamanya berjualan menggantikan ayahnya, Tresno yang sakit dan tidak bisa berjualan.

"Sudah dua tahun saya jualan bakso, menggantikan Ayah yang sedang sakit," ucap Aditya membuka percakapan, pada Minggu (19/5/2024).

Menurut pemuda berwajah tampan ini, Bakso Kelana ini sudah puluhan tahun berjualan keliling dan mangkal di sekitar Pemalang Kota mulai Kelurahan Kebondalem, Pelutan, Mulyoharjo, dan alun-alun Pemalang.

Bakso Kelana sedikit berbeda dari yang lain. Bakso Kelana menambahkan tetelan yang membuat semakin nikmat. Aditya juga mengatakan, sambal baksonya juga berbeda dari bakso lainnya.

"Olahan baksonya memang dibikin lain dari kebanyakan bakso, ada tetelan dagingnya. Untuk wadah ketika pembeli mau dimakan di tempat tidak menggunakan mangkok tapi pakai gelas plastik besar, sambelnya juga berbeda pakai sambel kacang," kata Aditya.

Untuk harga menurut Aditya terserah orang mau beli berapa, bisa mulai Rp5.000. Ketika ditanya omzet penjualanya dirinya menyebutkan kisaran Rp500.000 dalam sehari jualan, dari siang sampai sore hari.

Linda (22) seorang pembeli mengaku sudah langganan membeli bakso milik Tresno yang sekarang dipegang oleh anaknya Aditya sudah lama. "Ada sekitar 5 tahun semenjak saya sekolah langganan membeli bakso kelana, enak dan harga terjangkau," katanya.

Di tempat yang sama seorang ibu rumah tangga bernama Putri, warga kelurahan Kebondalem mengatakan jika Bakso Kelana punya ciri khas sendiri.

"Sambelnya berbeda dengan bakso lainnya, pakai sambel kacang. Ini saya beli 3 bungkus buat yang di rumah," tuturnya.

Meski masih muda, Aditya tidak gengsi berjualan bakso gerobak. Ia malah optimis akan bisa mengembangkan usahanya. Dengan omzet penjualan rata-rata Rp500.000, jika dikalikan satu bulan, Aditya bisa memperoleh omzet belasan juta rupiah. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES