Kuliner

Pameran Makanan Korea, Mulai Kuliner Dinasti Han hingga Jajanan Modern

Sabtu, 08 Juni 2024 - 23:33 | 22.45k
Pengunjung memadati area pameran KFood di Food Society PTC Surabaya Barat, Sabtu (8/6/2024).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Pengunjung memadati area pameran KFood di Food Society PTC Surabaya Barat, Sabtu (8/6/2024).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Pameran makanan dan minuman hadir di Pakuwon Trade Center (PTC) Mall Surabaya selama tiga hari berturut-turut. 

Hari ini, Sabtu (8/6/2024) merupakan hari kedua di mana jajanan Korea Salkam Zhong diperkenalkan oleh Chef Carla Yules. 

Uniknya jajanan ini telah ada sejak Zaman Han, dinasti Kerajaan Korea dan masih digemari sampai sekarang.

Proses pembuatannya tidak terlalu rumit, biasanya jajanan ini bahan utamanya digoreng. Seluruh bahan utamanya halal.

"Kali ini saya membuatnya tanpa digoreng terlebih dahulu. Cara tradisional yang  menggunakan alat otomatis,” kata Chef Carla Yules yang hari ini mendemokan masakannya, Sabtu (8/6/2024).

Usai demo masak, pengunjung dapat menikmati masakan Chef Carla yang sengaja disajikan para pengunjung PTC. Demo masak ini rangkaian pameran makanan dan minuman Korean Food.       

Selain masakan Chef Carla , pengunjung bebas menikmati jajanan Korea lainnya yang tersedia di outlet pameran.  Ada beberapa jajanan semacam jipang yang dibuatkan langsung pada saat pameran. Pengunjung dapat melihat secara langsung proses pembuatannya.

pameran-KFood-di-Food-Society-a.jpg

Jajanan pinggir jalan ala Korea diminati Gen Z selama pameran KFood di Food Society PTC Surabaya Barat, Sabtu (8/6/2024).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)

Pameran makanan Korea ini juga mengenalkan produk halal Korea Food.  Menghadirkan Chef Representative Korea Agro Trade Center Jakarta, Lee Seung Hoon.

Lee mengatakan, alasan pihaknya menggelar perhelatan exhibition di Indonesia terutama Surabaya.

"Kami melihat Surabaya memiliki market yang positif selain Jakarta," ujar Lee dalam konferensi pers yang digelar di Pakuwon Trade Center Surabaya. 

Lee juga sempat menyinggung soal Badan Sertifikasi Halal Korea (KHA). Dia menyebutkan KHA adalah organisasi yang bertanggung jawab atas sertifikasi halal bergaya Islam di Korea, memeriksa pembuatan dan pemrosesan produk makanan Islam untuk memastikan bahwa produk tersebut aman bagi konsumen muslim. 

Surabaya menjadi kota yang dipilih untuk memasifkan produk makanan dan minuman halal asal Korea Selatan.

Korea food semakin diminati lidah masyarakat Indonesia, tanpa kecuali Kota Surabaya. Indonesia menduduki posisi ketiga setelah Vietnam lalu Thailand untuk market ekspor dari Korea Selatan di sektor makanan dan minuman. Setiap tahun,  permintaan makanan asal Korea Selatan meningkat. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES