Advertisement
Kuliner

Diburu Pembeli dari Luar Kota, Roti Moho Legendaris Batu Ini Laris Saat Masih Panas

Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu tersimpan kuliner lawas yang masih diburu hingga kini yaitu roti moho, sajian klasik bercita rasa jadul yang paling nikmat disantap saat masih hangat pada pagi hari.

TIMES Indonesia,
Diburu Pembeli dari Luar Kota, Roti Moho Legendaris Batu Ini Laris Saat Masih Panas
Moho buatan Roti goreng Suketan for TIMES Indonesia (Foto: Roti Goreng Suketan for TIMES Indonesia)
A-AA+

BATU Kota Batu tak hanya dikenal dengan apel dan wisata pegunungan. Di sudut permukiman warga Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu tersimpan kuliner lawas yang masih diburu hingga kini yaitu roti moho, sajian klasik bercita rasa jadul yang paling nikmat disantap saat masih hangat pada pagi hari.

Bagi para pemburu kuliner tradisional, nama Roti Goreng Suketan sudah tidak asing lagi. Tempat ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi roti moho dan roti goreng legendaris di Kota Batu yang disebut telah eksis sejak sekitar era 1960-an. Lokasinya berada di Jalan Ikhwan Hadi Gang III No.247, Ngaglik, Kota Batu.

Advertisement

Warga sekitar menyebut, banyak pelanggan dari luar kota sengaja datang pagi-pagi demi mendapatkan roti moho dalam kondisi baru matang. Waktu favorit pembeli biasanya antara pukul 06.00 hingga 07.00 WIB, ketika aroma roti hangat masih mengepul dari dapur produksi.

Roti moho dikenal sebagai roti tradisional bertekstur lembut dengan cita rasa sedikit manis dan gurih. Bentuknya sederhana, namun justru itulah daya tariknya. Tidak banyak sentuhan modern, tetapi sarat nostalgia.

Di Kota Batu, roti moho sering menjadi teman minum teh atau kopi saat udara dingin pagi hari. Banyak pelanggan mengaku rasa roti ini mengingatkan masa kecil, ketika jajanan pasar masih mendominasi meja sarapan.

Selain moho, tempat produksi tersebut juga dikenal membuat roti goreng dan cakwe. Kombinasi tiga produk ini membuat lokasi tersebut ramai didatangi pelanggan tetap maupun wisatawan pencari rasa autentik.

Keunikan lainnya, sebagian produk dijajakan menggunakan gerobak keliling pada pagi hari. Para penjual berangkat dari dapur produksi membawa roti yang masih panas, lalu berkeliling ke sejumlah kawasan permukiman dan pasar tradisional.

Advertisement

Model penjualan seperti ini kini semakin jarang ditemui, sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Banyak warga sengaja menunggu suara gerobak lewat demi membeli roti hangat langsung dari penjual langganan.

Di tengah maraknya bakery modern dan makanan kekinian, eksistensi roti moho justru menunjukkan bahwa rasa klasik tetap punya tempat di hati masyarakat.

Bagi wisatawan yang datang ke Kota Batu, berburu roti moho bisa menjadi pengalaman berbeda selain mengunjungi destinasi wisata populer. 

Tak perlu tempat mewah, cukup masuk gang kecil di kawasan Ngaglik, pengunjung bisa menemukan salah satu jejak kuliner lama yang masih bertahan hingga sekarang.

Pemilik usaha yang dikenal warga dengan sapaan Om Im Yang disebut tetap mempertahankan resep lama dan cara produksi tradisional. 

"Dari konsistensi rasa inilah yang membuat pelanggan lama terus kembali, sekaligus menarik generasi baru untuk mencoba. Saya berusaha merawat resep roti agar tetap sama mulai dulu hingga sekarang," urainya, Rabu (29/4/2026). (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Galih Rakasiwi
PenulisGalih RakasiwiBergabung dengan TIMES Indonesia sejak Februari 2026 dan bertugas di Malang Raya dan sekitarnya. Meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia