Cilok Kanji Pak Limin, Kuliner Legendaris Jalan Samadi yang Tak Pernah Sepi Pembeli
lapak Pentol Kanji Pak Limin hampir tak pernah sepi pengunjung, terutama saat sore hingga malam hari.
BATU – Berlokasi di kawasan Jalan Samadi, Desa Pesanggrahan, Kota Batu, lapak Pentol Kanji Pak Limin hampir tak pernah sepi pengunjung, terutama saat sore hingga malam hari.
Berbekal resep sederhana yang dipertahankan selama bertahun-tahun, jajanan ini menjadi tujuan warga lokal maupun wisatawan yang ingin menikmati kuliner nostalgia dengan harga ramah di kantong.
Keistimewaan Cilok Kanji Pak Limin terletak pada tekstur cilok yang kenyal dengan dominasi tepung kanji serta disajikan hangat menggunakan tungku arang.
Cara memasak tradisional tersebut dinilai mampu mempertahankan aroma dan cita rasa khas yang sulit ditemukan pada penjual cilok modern.
Selain cita rasa, harga menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung dapat menikmati cilok dengan harga yang sangat terjangkau sehingga kuliner ini tetap diminati berbagai kalangan, mulai pelajar, pekerja, hingga wisatawan yang singgah setelah menikmati destinasi wisata di Kota Batu.
Dengan sepeda angin sederhana dan dandang sederhana Pak Limin setiap hari melayani pembeli yang rela antri, terkadang antrian itu pun sampai mengular cukup panjang.
"Saya tiap hari jualan, mulai sore sampai dagangan habis. Kadang jam 10 malam sudah habis," ujarnya, Senin (13/7/2026).
Salah satu pembeli, Gwen mengaku acap kali beli dimalam hari bersama teman-temannya sekedar untuk camilan. Ia mengaku berlangganan sejak 2 tahun silam.
"Sering ke sini, ya buat camilan di rumah. Pentolnya enak kenyal tapi rasanya nendang. Apalagi harganya murah, berapapun beli dilayani," tuturnya.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


