Advertisement
Kuliner

Ini Rahasia Seduh Teh Berkualitas, Jangan Sampai Rasa Rusak

Cara menyeduh teh yang benar menentukan aroma dan cita rasa. Simak tips master blender memilih air, suhu, hingga waktu seduh.

TIMES Indonesia,
Ini Rahasia Seduh Teh Berkualitas, Jangan Sampai Rasa Rusak
Ilustrasi minuman teh jahe hangat. (ANTARA/Pexels-Masuma Rahaman)
A-AA+

JAKARTA Secangkir teh tidak hanya ditentukan oleh kualitas daun yang digunakan, tetapi juga oleh cara manusia memperlakukannya. Kesalahan sederhana seperti menggunakan air yang tidak tepat, suhu terlalu tinggi, atau membiarkan daun teh terlalu lama terendam dapat mengubah karakter rasa yang seharusnya kaya menjadi pahit dan getir.

Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap specialty tea, teknik menyeduh teh menjadi bagian penting untuk mendapatkan pengalaman minum teh yang lebih maksimal. Indonesian Tea Specialist sekaligus Master Blender OZA Tea, Oza Sudewo, mengatakan kualitas teh hanya dapat keluar secara optimal apabila proses penyeduhan dilakukan dengan tepat.

Advertisement

“Pastikan teh yang digunakan adalah specialty grade. Kedua, gunakan air mineral. Ini sangat dasar namun penting, karena air PAM mengandung kaporit atau klorin yang sangat merusak rasa teh,” ujar Oza saat ditemui dalam ajang Food & Hospitality Indonesia 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Jumat.

Kualitas Air Menjadi Fondasi Rasa Teh

Menurut Oza, banyak orang hanya memperhatikan jenis teh yang dibeli, tetapi melupakan faktor air sebagai komponen utama dalam proses penyeduhan.

Air memiliki peran besar karena hampir sebagian besar komposisi dalam secangkir teh berasal dari air. Kandungan mineral tertentu dapat membantu mengeluarkan karakter aroma, sementara zat seperti klorin pada air olahan dapat mengganggu cita rasa alami daun teh.

Karena itu, penggunaan air mineral menjadi salah satu langkah awal untuk menghasilkan seduhan teh yang lebih bersih dan berkarakter.

Selain air, pemilihan bahan baku juga menentukan kualitas akhir. Oza menyarankan masyarakat memilih teh dengan bentuk daun yang masih utuh atau whole leaf tea karena umumnya memiliki kualitas lebih baik dibandingkan teh berbentuk bubuk.

Advertisement

“Pastikan memilih teh yang bentuk daunnya masih utuh, bukan bubuk. Semakin utuh bentuk daunnya, semakin tinggi kualitas teh tersebut,” jelasnya.

Suhu dan Waktu Seduh Menentukan Karakter Teh

Setiap jenis teh memiliki karakter berbeda sehingga membutuhkan perlakuan yang berbeda pula. Kesalahan suhu air maupun durasi penyeduhan dapat membuat rasa teh berubah.

Oza menjelaskan, secara umum teh hitam membutuhkan air bersuhu sekitar 100 derajat Celsius dengan waktu penyeduhan tiga hingga lima menit. Sementara teh hijau lebih membutuhkan perlakuan lembut dengan suhu air sekitar 90 derajat Celsius dan waktu seduh dua hingga tiga menit.

Namun, ia menekankan bahwa masyarakat tetap perlu mengikuti panduan penyeduhan yang biasanya tercantum pada kemasan produk karena setiap jenis teh memiliki karakteristik berbeda.

“Setiap jenis teh memiliki suhu dan waktu penyeduhan yang berbeda,” katanya.

Jangan Mengaduk Teh Terlalu Lama

Kebiasaan yang sering dilakukan saat menyeduh teh celup ternyata dapat memengaruhi kualitas rasa. Banyak orang terbiasa menggoyang-goyangkan kantong teh agar warna seduhan lebih cepat keluar.

Menurut Oza, cara tersebut justru berisiko membuat teh mengalami over-extraction atau ekstraksi berlebihan.

“Jangan pernah mengaduk atau mengocok daun teh. Kita sering terbiasa menggoyang-goyangkan teh celup. Dalam teh specialty, hal itu akan menyebabkan over-extract,” ujarnya.

Proses ekstraksi berlebihan menyebabkan kandungan tanin keluar terlalu banyak sehingga rasa teh berubah menjadi lebih pahit dan getir.

Padahal, karakter sepat ringan yang muncul dari teh sebenarnya merupakan bagian dari pengalaman menikmati teh berkualitas, selama masih berada dalam batas yang tepat.

Angkat Ampas Setelah Waktu Seduh Selesai

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah membiarkan daun atau kantong teh tetap berada di dalam cangkir meski waktu seduh telah selesai.

Oza menyarankan agar ampas teh segera diangkat agar rasa tetap seimbang.

“Setelah waktu seduh selesai, segera angkat ampas tehnya. Jangan didiamkan terendam seharian agar rasanya tidak rusak,” tuturnya.

Menurutnya, menikmati teh bukan hanya soal minuman, tetapi juga memahami proses di balik secangkir seduhan. Dengan teknik yang tepat, masyarakat dapat mengenali aroma, rasa, dan karakter asli dari setiap jenis teh.

Perkembangan tren specialty tea di Indonesia pun menunjukkan bahwa teh kini tidak lagi sekadar minuman pendamping, tetapi mulai menjadi bagian dari gaya hidup yang menghargai kualitas, proses, dan pengalaman.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Imadudin Muhammad
PenulisImadudin MuhammadBergabung di TIMES Indonesia sejak 2015, menulis soal Olahraga, Pariwisata, Tekno, hingga Event Internasional. Bagian tim Pemeriksa Fakta, memastikan berita tetap berita akurat, relevan, dan terpercaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia