Advertisement
Liputan Khusus

Belajar dari Darmaji, Guru Inspiratif yang Sukses Jadi Kreator Digital dan Usaha (1)

Kisah Darmaji (25), guru muda asal daerah pinggiran di Kabupaten Malang, sangat inspiratif.

TIMES Indonesia,
Belajar dari Darmaji, Guru Inspiratif yang Sukses Jadi Kreator Digital dan Usaha (1)
Darmaji (berkaos), guru inspiratif yang juga konten kreator dan jadi brand ambassador, berfoto bersama CEO perusahaan Konsentrat GF. (Foto: dokpri)
A-AA+

MALANG Kisah Darmaji (25), guru muda asal daerah pinggiran di Kabupaten Malang, sangat inspiratif. Keberhasilan sosok Darmaji, membuktikan bahwa profesi guru di SDN kecil dapat jauh lebih terangkat bersamaan daya kreativitas di era digital kekinian. 

Nama singkat pria kelahiran 20 Agustus 1990 ini, ternyata tak sesingkat prestasi dan pengalaman suksesnya di berbagai bidang.

Advertisement

Darmaji tak hanya aktif sebagai Guru PNS yang cakap mengembangkan inovasi pembelajaran, namun sukses sekaligus dalam membangun capaian besar di luar tugas utamanya sebagai pendidik.

Belum lama ini, salah satu prestasi yang didapatkan guru yang mengajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SDN 01 Sidodadi Gedangan ini adalah Juara 3 Lomba Video Inovasi Pembelajaran Tingkat Nasional pada 2024 lalu.

Darmaji merupakan anak pertama dari keluarga sederhana dengan keterbatasan ekonomi. Kini ia berdomisili di Dusun Sumberarum RT 18 RT 04 Desa Tumpakrejo Gedangan Kabupaten Malang, bersama istri dan dua putrinya, Metta dan Tita. 

“Motivasi Saya adalah untuk dapat mengangkat, dari keseharian hidup saya sewaktu SD kelas 1 sampai SMP mencari rumput. Ya, supaya tidak di pandang rendah,” ungkap Darmaji, kepada TIMES Indonesia, Kamis (2/7/2026)

Menjadi guru ASN di SDN belum lah cukup bagi Darmaji. Ia tak cepat puas dengan predikat guru yang disandangnya. Meski lahir dari keluarga kurang berada, pada tahun 2026 ia berhasil menyelesaikan pendidikan magister dan lulus S2.

Advertisement

Semangat belajar tinggi telah membawanya menyelesaikan pendidikan Magister pada 2026.

"Saya lulus dari Prodi Magister Pendidikan Olahraga (MPO) di Universitas Insan Budi Utama (UIBU). Alhamdulillah tahun ini saya wisuda S2. Mengajar tetap prioritas utama, tapi belajar harus terus jalan,” terangnya.

Dari Vlog Otodidak, Kini Endorse Dua Perusahaan

Perkembangan dunia digital bukan barang yang tabu bagi Darmaji. Ia memanfaatkan media sosial bukan sekadar sarana hiburan, melainkan alat untuk berbagi ilmu, atau jembatan menuju keberhasilan lainnnya.

Ia punya pekerjaan lain di bidang digital. Yakni, Youtuber, Content Creator, melayani jasa Produksi Video (Live Streaming, WCC, Multicam, Cinematic Video) dengan nama RK Media. Akun youtube-nya, Rojo Koyo Channel kini dengan subcriber lebih dari 300 ribu.

Dari konten digital dan medsos yang ditekuninya, ia pun kreatif membuka adanya peluang usaha, juga memberi inspirasi kepada masyarakat, termasuk terhadap dunia usaha.

"Saya saat ini dipercaya oleh perusahaan pakan Konsentrat Sapi merek GF dari Blitar, menjadi BA (Brand Ambassador)-nya, juga HR Farm, dalam hal branding untuk pemasarannya," kata Darmaji

Kualitas konten yang dibuatnya dipercaya dua dunia usaha itu, HR Farm dan Konsentrat GF, sebagai apresiasi atas kredibilitas dan pengaruhnya di media digital.

“Keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” ujarnya

Disinggung inspirasi ide pertama kali kemampuannya di bidang digital, ia mengaku karena memang punya passion nge-vlog, sejak masih di bangku kuliah.

Menurut Darmaji, menjadi ASN guru di SDN masih 6 (enam) tahun terakhir.

"Sebelumnya, Saya sudah utak atik (aplikasi), vlog amatir biasa. Ya, otodidak sejak masih kuliah, saat tren Bayu Skak awal muncul. Saya juga ngikut. Saat itu, ketika saya punya kamera pertama dari HP jadul, tertarik ngevlog. Saya langsung menirukan Bayu Skak jaman dulu, tapi objek vlog tentang Peliharaan Sapi," kenangnya.

Untuk kebiasaan membuat konten dan jenis usaha sampingan yang ditekuninnya, sebut Darmaji, karena memang sudah menjadi aktivitasnya sehari-hari dan ia pun tidak khawatir kekurangan ide maupun konten.

Aktivitasnya sebagai konten kreator digital tidak mengurangi dedikasinya sebagai guru. Justru, bisa juga menjadi sarana untuk memperluas manfaat teknologi dalam dunia pendidikan

"Saya berusaha membagi waktu semua dengan pekerjaan utama. Pekerjaan guru sudah diatur dan ada jadwal. Untuk Ngonten tentunya memanfaatkan jam sore," akunya.

Jual Sapi Online hingga Dilirik Prabowo

Tak hanya di bidang pendidikan dan media kreatif, Darmaji juga aktif mengembangkan usaha peternakan, khususnya penjualan sapi secara online. Melalui konten YouTube dan berbagai platform media sosial dengan akun Rojo Koyo, Darmaji mempromosikan sapi ternak kepada masyarakat luas.

Pemasaran dan penjualan sapi yang dibangunnya mampu melayani pengiriman sapi ke berbagai wilayah di Pulau Jawa.

“Jadi masyarakat tidak perlu datang langsung ke lokasi, sapi bisa dikirim,” terangnya.

Cara pemasaran online untuk sapi yang dijualnya juga bisa dibilang unik dan kreatif. Ia kerap membuat konten dengan di dalam kandang, atau dengan menungganggi sapi yang siap dijualnya.

Bahkan, saat musim kurban Idul Adha kemarin, sapi yang dipasarkannya secara online dilirik oleh pihak Presiden Prabowo Subianto.

"Terakhir, yang kemarin itu satu ekor sapi dibeli Pak Prabowo, seharga Rp 95 juta," kata Darmaji bangga.

Dengan dedikasi sebagai guru PJOK yang aktif berinovasi, serta keberhasilannya membangun usaha kreatif dan peternakan berbasis digital, Darmaji menjadi contoh bahwa profesionalisme, pendidikan, dan usaha kreatif bisa berjalan berdampingan.

Ia juga bertekad, bahwa semua ini dilakukannya, tak lupa juga demi menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Ia juga berharap kiprahnya dapat memotivasi dan menginspirasi generasi muda. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Khoirul Amin
PenulisKhoirul AminAhli Madya Bahasa Inggris Dan Dunia Usaha Universitas Negeri Malang (2001). Bergabung di TIMES Indonesia sejak Oktober 2024. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains (pendidikan), seni, budaya dan kegiatan sosial keagamaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia