Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Ekspresi Kemewahan dan Kekuatan Budaya Jawa
Kota Yogyakarta dan Royal Ambarrukmo Yogyakarta memang tak bisa dipisahkan. Di kota Gudeg ini, kita seperti mengobati rindu pada suasana yang otentik yang hanya dimiliki kota keraton tersebut.

Yogyakarta – Kota Yogyakarta dan Royal Ambarrukmo Yogyakarta memang tak bisa dipisahkan. Di kota Gudeg ini, kita seperti mengobati rindu pada suasana yang otentik yang hanya dimiliki kota keraton tersebut.
Suasana yang kental dengan adat budaya Jawa, karakter masyarakatnya yang ramah, dan menyejukkan, sehingga membawa suasana kota ini sangat tenang, nyaman, dan penuh kesederhanaan yang mempesona.
Yogyakarta sebagai salah satu kota tua yang lestari hingga kini, memiliki banyak kisah sejarah masa lalu yang menarik untuk selalu ditelusuri. Bahkan kini Yogyakarta semakin mempercantik diri sebagai kota yang ingin mengembalikan wajah indah tempo dulu yang klasik pada peradaban modern masa kini. Selain itu, banyak destinasi wisata kekinian yang terus meramaikan Yogyakarta.
Berkunjung ke Yogyakarta seperti masuk ke sebuah mesin waktu. Seolah kita diajak kembali pada lalu, kekayaan sejarah dan perpaduan budaya membikin Yogyakarta kaya dengan peninggalan bangunan-bangunan kuno yang rata-rata masih terawat dengan baik.

Sebagian digunakan sebagai rumah tinggal, sebagian digunakan sebagai perkantoran, sebagian diabadikan menjadi museum, dan juga dikonservasi dan beralih fungsi menjadi hotel. Diantara sekian banyak hotel yang bercikal bakal dari sebuah bangunan kuno, sebuah hotel di Yogyakarta menjadi salah satu ikon Yogyakarta, Royal Ambarrukmo Yogyakarta.
Nama Ambarrukmo yang abadi semenjak dulu bertahan hingga kini menjadi salah satu hotel bintang lima termewah di Yogyakarta dengan nama awalnya Ambarrukmo Palace Hotel, lalu menjadi Royal Ambarrukmo Yogyakarta.
Makna nama Ambarrukmo ini adalah tanah yang harum. Sama seperti harapannya tanah yang sangat berharga ini akan bertahan dari masa ke masa dan termasyur.
Hotel yang berlokasi di Jalan Laksda Adisucipto ini mengkonservasi dan mempertahankan 2 bangunan lama dalam satu kompleks area Ambarrukmo. Cikal bakal kehidupannya berasal dari Pendopo Agung Ambarrukmo yang terletak di sebelah bangunan hotel.
Bangunan pendopo ini dibangun sejak 1857 dan pernah menjadi pesanggrahan Sri Sultan Hamengku Buwono VII, dan masih kokoh berdiri hingga kini sebagai bagian keselarasan perjalanan bagunan hotel yang modern dibangun sejak 1964, memiliki 247 kamar yang telah direnovasi dengan konsep yang lebih mewah tanpa meinggalkan unsur-unsur tradisional Jawa.

Royal Ambarrukmo menjadi satu-satunya hotel yang memiliki sejarah kehidupan bangsawan Kraton Yogyakarta di masa lalu. Hotel ini memiliki daya tarik khusus bagi hotel yang banyak jadi pilihan keluarga untuk melepaskan rindu pada Yogyakarta.
Pendopo Ambarrukmo terus dihidupkan dengan adanya berbagai macam kegiatan budaya setiap hari dan menjadi fasilitas untuk tamu yang menginap dan juga terbuka bagi masyarakat yang hendak bergabung.
Senin hingga Minggu berbagai aktivitas seperti Latihan Suling Bambu di Senin sore. Lalu Tari Jawa Klasik untuk dewasa dan remaja setiap Selasa dan Kamis. Tari Jawa Kreasi untuk anak-anak dan Menulis Aksara Jawa di hari Rabu, dan Jemparingan Panahan Tradisional ala Mataram di hari Jumat.
Yoga di Sabtu pagi hari di Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Dan Kelas Violin Anak setiap Minggu sore, kesemuanya dilaksanakan di Pendopo, Gadri, dan Bale Kambang agar budaya dan tradisi terus lestari dan diminati, dicintai seluruh generasi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

