Batik Cumang Khas Probolinggo, Sang Pendobrak Ekonomi di Tengah Permukiman Padat Penduduk
Terletak di tengah permukiman padat penduduk yang jauh dari jalan raya, UKM Batik Cumang khas Probolinggo yang berada di lingkungan RW 05 Perum Prasaja Mulya G-09 Desa Kareng Lor

PROBOLINGGO – Terletak di tengah permukiman padat penduduk yang jauh dari jalan raya, UKM Batik Cumang khas Probolinggo yang berada di lingkungan RW 05 Perum Prasaja Mulya G-09 Desa Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Probolinggo, tetap eksis dan sebagai tumpuan masyarakat sekitar di masa pandemi Covid-19.
Moch Tamyis, owner Batik Cumang, mengatakan pesanan batik tetap mengalir dari customer-nya. Tingkat penjualan di masa pandemi ini tetap berusaha dipertahankan agar keberlangsungan produksinya terus berlanjut.

Tamyis menuturkan, usaha yang dirintisnya sejak tahun 2009 ini bearawal dari hobi sang istri mengkoleksi kain batik. Sebagai wujud rasa cinta terhadap kain batik, istrinya, Azizah, mulai mempelajari dan mencoba memproduksi sekaligus memasarkan sendiri kain batik.
“Alhamdulillah, hingga saat ini Batik Cumang mampu merekrut banyak tenaga kerja dari penduduk sekitarnya. Tentunya, ini sangat membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran,” ujar Tamyis.

Sementara itu, Azizah menambahkan, pihaknya mempersilakan masyarakat yang berminat untuk belajar batik datang ke tempat usahanya.
“Kami mempersilakan untuk siapa saja yang tertarik belajar batik bisa datang ke tempat usaha kami, Batik Cumang khas Probolinggo,” kata Azizah. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

