News Commerce

Moika Food UMKM Jajanan Tradisional Bandung, Sukses Berkat Memanfaatkan Marketplace

Selasa, 11 Oktober 2022 - 21:25 | 22.95k
Moika Food UMKM Jajanan Tradisional Bandung, Sukses Berkat Memanfaatkan Marketplace
Caption1: Couplepreneur, owner Moika Food dan penghargaan dari Shopee. (Foto: Dokumen pribadi)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Di era digitalisasi ini, memanfaatkan marketplace sebagai sarana pemasaran produk UMKM menjadi sesuatu yang penting. Hal itu pula yang dilakukan Moika Food, salah satu UMKM dari Cimahi yang banyak mendapat pelatihan kemampuan dari Rumah BUMN Bandung yang sukses menjual produk jajanan tradisional melalui marketplace Shopee. 

Ketekunan dalam memasarkan produk melalui marketplace menjadi salah satu kunci Moika Food sehingga meraih keberhasilan.

“Jika eksis marketplace hanya seadanya, sangat jarang untuk berhasil. Karena itu, tekun, mau berupaya, pantang menyerah jadi bagian aspek yang dipertimbangkan dalam penjualan di marketplace,” papar Aji Satriya yang mewakili Sugiharti (couplepreneur) yang membangun usaha baso aci dengan merek Moika Food.

Menurut Aji, para pelaku UMKM yang sukses melakukan penjualan di marketplace Shopee setiap bulannya akan mendapatkan penghargaan dan menghadiri gala dinner di Jakarta.

Couplepreneur-owner-Moika-Food-aa.jpgProduk Moika Food (Foto: Dokumen Pribadi)

“Kami diundang oleh pihak marketplace Shopee, salah satu tujuannya adalah untuk menceritakan kisah sukses kami berhasil berjualan di Shopee,” jelas Aji.  

Boleh dibilang, sangat jarang pelaku UMKM yang berhasil mencapai penjualan ribuan produk melalui marketplace. Pasalnya, untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan ketekunan untuk menata ‘toko online’nya, menyebarkan link marketplace di beragam sosial media dan melakukan update produknya. 

“Produk kami ini baso aci dari bahan tepung tapioka sebagai jajanan tradisional Bandung. Kami memiliki visi agar jajanan tradisional ini disukai skala nasional atau bahkan internasional,” papar Aji yang berharap produknya juga disukai di skala internasional, tidak hanya di Indonesia.

Moika Food berdiri pada 2018. Usaha ini dimulau saat Sugiharti mengundurkan diri sebagai karyawan perbankan dan memulai usaha baso aci ini.

Sugiharti, lanjut Aji, saat memulai usaha masih mencoba-coba beragam produk, sehingga akhirnya menemukan yang pas dan jadi andalan, yaitu baso aci dan cireng. “Produk itu mendapat animo yang besar dari pembeli,” papar Aji. 

Selanjutnya, kata Aji, banyak repeat order dari pelanggan melalui platform WhatsApp dan Instagram.
“Pada Juli 2019, saya melihat istri semakin sibuk, saya pun memutuskan untuk berhenti bekerja sebagai karyawan di perhotelan dan membantu usaha yang dirintis istri,” ujar Aji. 

Kemudian, Aji yang bertugas memasarkan produk melalui marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak, dan lain-lain. 

“Alhamdulilah sejak saya fokus di marketplace, pada saat pandemi, penjualan Moika Food booming di online,”ujar Aji. 

Mereka pun berpikir untuk membentuk tim karena pesanan yang masuk sudah tidak bisa lagi dikelola dan ditangani mereka berdua. 

Maka sejak awal 2020 hingga 2021, Aji membentuk tim sejumlah 7 karyawan yang bertugas di beberapa bagian yaitu produksi, sosial media, dan packing.

Couplepreneur-owner-Moika-Food-b.jpgOwner Moika Food dan produknya (Foto: Dokumen pribadi)

Perjalanan usaha pada 2021 tidak semulus tahun sebelumnya. Daya beli masyarakat menjadi faktor penyebabnya.

“Namun, kami tak patah semangat, penjualan dijalankan tidak hanya online tetapi dengan mengikuti bazar yang diselenggarakan secara berbayar ataupun tidak,”ujar Aji. 

Kegiatan bazar yang diikuti biasanya di Bandung, juga di kota lain seperti Tasikmalaya. “Merek produk kami Insyaallah terjaga baik secara online ataupun offline melalui kegiatan bazar tersebut. Alhamdulilah, follower konsumen produk bakso kami yang berada di luar Cimahi, seperti Bandung, dan kota lainnya, ternyata banyak dan sering membeli produk kami,”ujar Aji.

Penjualan tertinggi biasanya melalui marketplace shopee bahkan hingga sekarang ini. Kemudian, penjualan yang tinggi lainnya melalui WhatsApp dari para konsumen follower Instagram.

“Sebagai catatan, produk yang kami jual per bulan rata-rata 1000 item. Kalau dulu, kami bisa jual lebih dari 1000 item,” ulas Aji. 

Aji banyak melakukan kerja sama kemitraan untuk penjualan agar produksinya tidak menurun. “Banyak mitra yang turut membantu penjualan produk Moika Food, seperti jejaring dari Ina Cookies di Bandung, juga Swargaloka di Central Park Jakarta,” papar Aji. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

KOPI TIMES