News Commerce

Masih Jadi Komoditas Unggulan, 'Madu Enak' Kembangkan Rasa Jeruk Nipis 

Sabtu, 11 November 2023 - 20:29 | 70.71k
(kiri-kanan) Sales Director Herba, Irwandi dan Marketing Manager Herba Food, Frendi P Rachman saat peluncuran  Madu Enak Jeruk Nipis di Hotel Movenpick Surabaya, Sabtu (11/11/2023) malam.(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)
(kiri-kanan) Sales Director Herba, Irwandi dan Marketing Manager Herba Food, Frendi P Rachman saat peluncuran  Madu Enak Jeruk Nipis di Hotel Movenpick Surabaya, Sabtu (11/11/2023) malam.(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Madu masih menjadi unggulan produsen obat herbal. Pabrikan terus berlomba memproduksi madu dengan aneka varian rasa. Seperti PT Herba Utama (Herba Food) selaku pemilik merek Madu Enak.

Herba kian memperluas target market dengan menghadirkan madu komposisi baru. Tetap berbahan utama empat madu, namun dengan tambahan jeruk nipis bernama Madu Enak Jeruk Nipis.

Rasanya gabungan manis dan asam sehingga terasa lebih segar. Cocok dicampur air hangat maupun teh atau konsumsi campuran minum jamu. 

Karena Herba menambahkan kandungan Vitamin C dan ekstrak jeruk nipis. Lebih tepatnya jeruk purut. Madu Enak juga menggunakan gabungan empat macam madu pilihan. Madu hutan, madu karet, madu randu dan madu lengkeng.

"Ini membedakan Madu Enak dengan produk lain," ujar Marketing Manager Herba Food, Frendi P Rachman saat peluncuran di Hotel Movenpick Surabaya, Sabtu (11/11/2023) malam. 

Madu Enak sendiri merupakan tulang punggung penjualan Herba Food dan mendominasi kontribusi 60 persen dari total produk di group yang ada. 

Madu-Enak-b.jpg(kiri-kanan) Sales Director Herba, Irwandi dan Marketing Manager Herba Food, Frendi P Rachman saat sesi talkshow Madu Enak Jeruk Nipis di Hotel Movenpick Surabaya, Sabtu (11/11/2023) malam.(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)

"Boleh dikatakan madu merupakan salah satu backbone awal Herba Food. Otomatis saat ini dari madu masih mendominasi sekitar 60 persen," kata Sales Director Herba, Irwandi. 

Secara market madu di Indonesia, Madu Enak masuk jajaran top tiga besar. Faktor tersebut membuat Herba optimistis mengeluarkan produk baru tersebut. Target market produk teranyar ini menyasar milenial.

"Kami selalu mendevelope produk-produk berkualitas dan juga berguna bagi masyarakat, salah satunya Madu Enak Jeruk Nipis,” katanya.

Meningkatkan brand dan penjualan, ekspansi juga dilakukan bukan hanya di pasar tradisional. Tetapi menyasar supermarket, minimarket, hotel, cafe dan restaurant (Horeca) bahkan pasar-pasar ekspor. 

Kontribusi Horeca terbilang cukup besar. Madu Enak Jeruk Nipis juga mendapatkan sambutan positif saat soft launching beberapa waktu lalu.

"Karena saat ini orang-orang sudah mulai beralih gaya hidup sehat," ucapnya.

Herba Food sendiri memiliki tiga lini bisnis. Salah satunya healthy food, suplemen dan beverage dengan mengedepankan produk bernilai kesehatan. Memiliki banyak pilihan item. Mulai kemasan botol 100 persen madu asli, plus bipolen dan madu premium Manuka.

Madu Enak merupakan salah satu brand di lini healthy food sebagai tulang punggung penjualan. 

PT Herba sudah mendistribusikan produknya di seluruh Indonesia. Bahkan sudah ekspor ke beberapa pasar ASEAN. Seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, Kamboja, Timor Leste dan Brunei. 

"Kemudian Afrika juga cukup besar. Kita masuk di Nigeria, Niger, Somalia, Afrika Barat, Pantai Gading, kita sudah masuk terus juga Hong Kong, Cina dan saat ini kita lagi coba penjajakan di Uni Eropa," terangnya.

Sebagaimana diketahui, Produsen obat herbal terus berlomba memproduksi madu dengan aneka varian rasa. Seperti PT Herba Utama (Herba Food) selaku pabrikan merek Madu Enak.

Herba kian memperluas target market dengan satu komposisi baru. Tetap berbahan utama empat madu, namun dengan tambahan jeruk nipis bernama Madu Enak Jeruk Nipis.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES