News Commerce

Fashion Kreatif Generasi Z di Bandung Ikut Memperkaya Estetika dan Budaya

Sabtu, 08 Juni 2024 - 14:51 | 17.06k
Penampakan produk karya Gen Z Bandung, Zata yang berjalan satu tahunan (FOTO: Dok Ig Pribadi 199*)
Penampakan produk karya Gen Z Bandung, Zata yang berjalan satu tahunan (FOTO: Dok Ig Pribadi 199*)

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Generasi Z dari Bandung telah menjadi salah satu kekuatan kreatif yang menarik dalam industri fashion Indonesia. Dengan kecenderungan untuk mengekspresikan diri melalui pakaian, mereka telah menciptakan tren unik yang menggabungkan unsur-unsur lokal dengan sentuhan global.

Dalam era digital ini, generasi Z telah menggunakan platform daring untuk menyebarkan inspirasi mereka, menciptakan gelombang baru dalam dunia fashion yang tidak hanya kreatif, tetapi juga berkelanjutan.

Hal tersebut juga dilakukan itu Zata Qishti Mikail Yudhistira, founder dan owner Nineteen Nine Beep (199*).


Kreativitas Berbasis Budaya Lokal

Salah satu hal yang membuat fashion generasi Z dari Bandung seperti 199* begitu menarik adalah penggunaan bahan linen, katun, dan parasut dengan sentuhan gaya fashion yang merujuk di tahun 1990.

Mereka tidak hanya menciptakan pakaian yang indah secara estetika, tetapi juga dengan unisex style, fashion karya Zata disukai oleh kaum milenial dan gen.Z.

Hal ini tidak hanya membantu memenuhi selera kaum milenial saja tetapi mampu juga meramaikan pasar fashion Bandung dan Indonesia dengan karya dan desainnya. Walau terbilang baru satu tahun berdiri, 199* telah mendapat hati di kalangan anak muda.


Tren Berkelanjutan dan Penuh Inspirasi

Selain mempertimbangkan aspek estetika, generasi Z juga semakin peduli dengan dampak lingkungan dari industri fashion. Mereka cenderung memilih bahan-bahan ramah lingkungan dan mendukung praktik produksi yang berkelanjutan.

Di Bandung, beberapa label fashion telah mengadopsi pendekatan "slow fashion", di mana pakaian diproduksi secara terbatas dan dengan memperhatikan kualitas serta keberlanjutan. Hal ini sejalan dengan peningkatan kesadaran konsumen akan pentingnya membeli secara bertanggung jawab, yang dapat membantu mengurangi jejak lingkungan dari industri fashion.

Data menunjukkan bahwa permintaan akan fashion di Indonesia terus meningkat, didorong oleh pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya daya beli.

“Menurut riset yang dilakukan oleh PricewaterhouseCoopers (PwC), pasar fashion Indonesia diperkirakan akan mencapai nilai lebih dari 100 miliar dolar AS pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan potensi yang besar bagi para desainer dan pelaku industri fashion di Indonesia, termasuk generasi Z dari Bandung, untuk terus berkembang dan berinovasi,” ujar Zata Qishti Mikail Yudhistira, Sabtu (08/06/24)

“Generasi Z yang dikenal kreatif dan penguasaan teknologi digitalnya yang mumpuni seharusnya mengambil peran dari sekarang untuk menjadi salah satu generasi penyumbang terbentuknya generasi emas di masa akan datang,” tuturnya.

Kesan gen Z yang lemah di sisi mental health harusnya bisa ditepis karena peluang besar menanti di depan mata dan pemulaian tindakan bisa dilakukan segera,” ujar penggagas 199* tersebut.

Zata mengutarakan ide membuat bisnis fashion ini didorong oleh minatnya terhadap fashion salah satu pabrikan yang terkenal. Akan tetapi, sang ibu jualah yang mendorongnya untuk memiliki karya yang bisa menjadi penunjang finansialnya di masa yang akan datang.

Beruntung, darah seni yang ia miliki didapat karena pendidikan di keluarga sehingga ia bisa leluasa memilih karir di dalam hidupnya dan melampiaskan darah wirausaha yang menyala-nyala.

Zata berharap usahanya sekarang walau terbilang sedang “melangkah” tetapi akan melahirkan banyak kemajuan usaha serta membuka peluang dukungan baik dari pemerintah ataupun investor.

Walau skala usahanya baru mulai, penjualan fashion karyanya ada di pameran tetap di salah satu Mall di Bandung. Ia berharap bisa menjadi penjualan sekaligus branding produk fashion miliknya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES