Advertisement
Olahraga

Prediksi Grup F: Rivalitas Jerman-Brazil, Jadi Pusaran Magnet 

Para pakar Bursa Piala Dunia 2018 sepakat, pusaran magnet yang membuncahkan daya pesona Piala Dunia 2018 edisi ke-21 sekarang adalah rivalitas abadi Jerman v Brazil. Lebih luas lagi adalah rivalitas tim Benua Eropa kontra tim Benua Amerika (khususnya Amer

TIMES Indonesia,
Prediksi Grup F: Rivalitas Jerman-Brazil, Jadi Pusaran Magnet 
Skuad Timnas Jerman. (FOTO: Istimewa)
A-AA+

SURABAYA Para pakar Bursa Piala Dunia 2018 sepakat, pusaran magnet yang membuncahkan daya pesona Piala Dunia 2018 edisi ke-21 sekarang adalah rivalitas abadi Jerman v Brazil. Lebih luas lagi adalah rivalitas tim Benua Eropa kontra tim Benua Amerika (khususnya Amerika Selatan). Demikian prediksi Slamet Oerip Prihadi alias Suhu Oerip, sang pakar bursa bola asal Surabaya itu.

Menurut Suhu Oerip, menarik sekali apa yang ditulis analis Solichin M. Awi, mantan redaktur pelaksana Jawa Pos, di harnas.co. Tulisannya berjudul: “Rivalitas Panas Tak Hanya Brasil vs Argentina.” Seri 9 dari Jejak dan Sisi Menarik Piala Dunia. “Tampilnya Brasil, Argentina, Jerman, dan Inggris tetap membuat Piala Dunia 2018 menjanjikan tontonan menarik,” tulisnya. 

Advertisement

Di Piala Dunia 2014, pelatih Brazil, Luis Felipe Scolari mendambakan duel Brazil versus Argentina menjadi puncak (klimaks) ideal. Final ideal. Akan tetapi, di babak semifinal Brazil di kandangnya sendiri dihajar Jerman, kalah 1-7. Kekalahan ini sangat menyakitkan bagi seluruh rakyat Brazil. 

Sebaliknya Argentina berjaya dengan menumbangkan Belanda 4-2 di semifinal. Maka, klimaks Piala Dunia 2014 adalah duel akbar “Tango” Argentina versus “Der Panzer” Jerman. Jerman menang 1-0 atas Argentina di perpanjangan waktu. 

So, Jerman tak hanya merebut mahkota juara Piala Dunia 2014, juga 4 kali juara Piala Dunia menyamai rekor Italia, dan menjadi tim Eropa pertama yang bisa juara ketika perhelatan digelar di Benua Amerika. 

supporter-jerman.jpg
Suporter cantik Jerman. (FOTO: Istimewa)

Apa yang dilakukan Jerman tersebut telah dilakukan Brazil 60 tahun silam di Piala Dunia 1958. Ketika Brazil menumbangkan tuan rumah Swedia 5-2 di final. Brazil menjadi tim Benua Amerika pertama yang bisa juara di Benua Eropa.

Advertisement

Jadi, Jerman masih kalah dengan Brazil. Sebab, masih ada dua rekor Brazil yang belum tergoyahkan oleh Jerman (dan Italia). Yakni; 

1. Rekor 5 kali juara Piala Dunia. Jerman (dan Italia, dua tim Eropa) masih 4 kali juara.

2. Brazil sukses menjadi tim pertama yang juara beruntun dalam dua edisi Piala Dunia. Yaitu juara Piala Dunia 1958 di Swedia dan Piala Dunia 1962 di Chile.

Itulah sebabnya Joachim Low, pelatih Jerman, meneguhkan tekad bahwa tim Jerman harus berjuang sekeras-kerasnya mewujudkan dua impian sekaligus di Piala Dunia 2018! 

Joachim-Low.jpg
Joachim Low, arsitek tim Jerman. (FOTO: Istimewa)

Jerman memancang target menyamai rekor Brazil: 5 kali juara, sekaligus menjadi tim Eropa pertama yang sukses merebut tahta juara beruntun, di Piala Dunia 2014 Brazil dan Piala Dunia 2018 Rusia! 

Bisakah Joachim Low dan pasukannya mewujudkan duo impian itu? Inilah gumpalan pertanyaan besar yang melayang-layang di langit Rusia sekarang. Now or never!

Kobaran harapan, percikan api dendam, dan desah gairah merebut tahta juara itulah yang menciptakan pusaran magnet dan daya pesona Piala Dunia. Yang membuat miliaran pecinta sepakbola dunia gelisah. Menunggu dengan tak sabar. Dan, mendorong perusahaan-perusahaan multinasional menggelontorkan dana sponsorship-nya. Trilunan rupiah.

Pusaran magnet juga menggetar di antara kekuatan-kekuatan besar sepakbola dunia lainnya. Jerman – Italia, Brazil – Argentina, dan Inggris – Argentina. Bahkan sebenarnya juga antara Jerman – Belanda, walau Belanda selalu gagal juara di level Piala Dunia. Juga antara Spanyol – Jerman.

timnas-swedia.jpg
Timnas Swedia. (FOTO: Istimewa)

Tanpa deret rivalitas tersebut, perhelatan akbar Piala Dunia akan terasa hambar. Bak sayur tanpa garam. Setelah Italia dan Belanda gagal lolos di babak kualifikasi Zona Eropa, tampaknya pusaran magnet Piala Dunia akan memuncak pada rivalitas Brazil – Jerman! 

Sejauh ini, belum ada pakar dan analis Bursa Piala Dunia 2018 yang tegas menyebut Brazil dan Jerman akan bertemu di final. Tapi, pertemuan Brazil dan Jerman di final bukan hal yang mustahil. 

Sebelum fase grup dimulai, prababilitasnya masih berkisar 25 persen. Perlu dibahas dalam tulisan tersendiri usai fase grup. 

Dalam kalkulasi sementara, YANG PALING KRUSIAL adalah BABAK PEREMPAT FINAL. Para analis mengatakan, sebagian tim raksasa akan terkubur di babak perempat final. Sebab, semua partai perempat final, 1 – 4 Juli 2018, berstatus big match dan unpredictable. Pertarungan 8 tim terbaik!

supporter-swedia.jpg
Suporter Swedia. (FOTO: Istimewa)

Marilah kita menengok dulu prediksi pakar Bursa Piala Dunia 2018 tentang apa yang akan terjadi di Grup F. 

BURSA GRUP F PIALA DUNIA
 

GRUP F

Jerman (peringkat 2 kandidat juara)

Meksiko (peringkat 15)

Swedia (peringkat 18)

Korea Selatan (peringkat 29)

JADWAL & BURSA

Minggu, 17 Juni 2018

Versi Eropa
22:00 Jerman 8/15  Seri 17/5  Meksiko 7/1

Versi Asia
22:00 Jerman v Meksiko 0:1 Pusat bursa Asia menyarankan pegang Jerman.

Versi Persentase
22:00 Jerman 63%  Seri 24%  Meksiko 13%

Senin 18 Juni 2018

Versi Eropa
19:00 Swedia 11/10  Seri 41/18  Korsel 57/17

Versi Asia
19:00 Swedia v Korsel 0:1/2 Disarankan pegang Korsel.

Versi Persentase
19:00 Swedia 47%  Seri 29%  Korsel 24%

Sabtu 23 Juni 2018

Versi Eropa
22:00 Jerman 4/9 Seri 50/13  Swedia 8/1

Versi Asia
01:00 Jerman v Swedia Belum diturunkan, kemungkinan Swedia divoor 1 1/4.

Versi Persentase
01:00 Jerman 67%  Seri 20%  Swedia 13%

Minggu 24 Juni 2018

Versi Eropa
01:00 Korsel 4/1  Seri 23/9  Meksiko 10/11

Versi Asia
22:00 Korsel v Meksiko Belum diturunkan. Kemungkinan Korsel divoor 1/2.

Versi Persentase
22:00 Korsel 25%  Seri 26%  Meksiko 49%

Rabu 27 Juni 2018

Versi Eropa
21:00 Meksiko 8/5  Seri 9/4  Swedia 11/5

Versi Asia
21:00 Meksiko v Swedia Belum diturunkan, kemungkinan Swedia divoor 1/4.

Versi Persentase
21:00 Meksiko 39%  Seri 30%  Swedia 31%

Versi Eropa
21:00 Korsel 12/1  Seri 51/10  Jerman 3/10

Versi Asia
21:00 Korsel v Jerman Belum diturunkan, kemungkinan Korsel divoor 1 3/4

Versi Persentase
21:00 Korsel 8%  Seri 18%  Jerman 74%

BURSA UJI COBA

Minggu 10 Juni2018

21:00 Austria vs Brazil 1:0 Disarankan pegang Brazil

Hasil pertandingan: Austria v Brazil 0-3. Gol Jesus 36’, Neymar 63’ dan Coutinho 69’.

Senin 11 Juni 2018

20:00 Korsel vs Senegal 1/2:0 Disarankan pegang Korsel (Korea Selatan) 

Selasa 12 Juni 2018

01:45 Belgia vs Kosta Rika 0:2 Disarankan pedang Belgia

23:00 Polandia vs Lithuania 0:1 1/2 Disarankan pegang Polandia

*

Hasil jajak pendapat yang dilakukan Reuters, kantor berita dunia yang bermarkas besar di Inggris, perlu dibaca. Dikutip Tempo.co, Kamis 7 Juni 2018, bahwa Timnas Jerman akan mempertahankan gelarnya di Moskow. 

Dalam survei 16-31 Mei dari peserta jajak pendapat reguler Reuters dari seluruh dunia, tim Jerman mendapat jumlah anggukan tertinggi, yakni 43 dari 145 analis, untuk mengangkat trofi pada 15 Juli nanti. Brazil menempati posisi kedua dengan 37 suara. Data ini membangkitkan harapan terwujudnya final antara dua rival abadi.

timnas-meksiko.jpg
Timnas Meksiko. (FOTO: Istimewa)

Empat tahun yang lalu, Jerman mempermalukan tuan rumah Brasil dengan kemenangan 7-1 di Estádio Mineirão Belo Horizonte. "Jerman memiliki kombinasi keterampilan dan disiplin yang baik dan tidak didominasi oleh satu pemain bintang, tetapi di seluruh [tim] lebih banyak pemain tingkat tinggi," kata Frank Blackmore, kepala ekonom di EFConsult di Johannesburg. "Makanya, pilihanku Jerman sebagai pemenang 2018."

Luiz Roberto Monteiro, seorang broker di Renascença di São Paulo, mengatakan banyak orang ingin Brasil menang "karena ada banyak yang dipertaruhkan setelah kegagalan dari Jerman."

“Tapi saya pikir mereka berpikir dengan hati mereka. Brasil terlalu bergantung pada sejumlah kecil pemain, terutama (penterang bintang) Neymar. Ini tim yang bagus tapi saya rasa mereka tidak akan lolos ke semifinal.”

Pasar taruhan setuju kalkulasi analis bursa. Peluang paling ketat adalah 9/2 di Jerman dan Brasil untuk dinobatkan sebagai juara, dan Messi adalah favorit untuk memenangkan sepatu emas Piala Dunia 2018.

suport-meksiko.jpg
Trio pendukung fanatik Meksiko. (FOTO: Istimewa)

UBS melihat probabilitas 24% pemegang gelar saat ini Jerman memenangkan final 15 Juli. Sedangkan Brazil 19,8%, dan Spanyol 16,1%. Berbagai tawaran prediksi “bertebaran” di hadapan kita. Bahkan ada yang berani memprediksi skor pertandingan-pertandingan di Grup F:

Prediksi Hasil Grup F

Jerman 2-0 Meksiko

Swedia 1-1 Korea Selatan

Korea Selatan 2-2 Meksiko

Jerman 3-1 Swedia

Korea Selatan 1-2 Jerman

Meksiko 1-0 Swedia

Tepat atau tidak tepat, kita belum tahu. Tapi seperti itulah dinamika yang terjadi menjelang Piala Dunia 2018.

DI BALIK SUKSES JERMAN 

Ada fakta menarik yang ditulis KOMPAS.com. Bahwa di balik sukses di Piala Dunia 2014, ternyata Der Panzer memanfaatkan teknologi tinggi dalam penerapan latihan. Hasilnya Der Panzer juara dunia setelah di final, Minggu 13 Juli 2014, menang 1-0 atas Argentina. 

Pelatih Joachim Loew senantiasa ditemani tim analis yang bertugas untuk memantau segala macam perkembangan pemainnya. Tim analis itu bertugas mengevaluasi segala macam tindakan, pergerakan, dan perkembangan performa Thomas Mueller dan kawan-kawan. 

timnas-korsel.jpg
Timnas Korea Selatan (Korsel). (FOTO: Istimewa)

Setiap sesi latihan dan pertandingan, teknologi ini menganalisis kelemahan pemain lawan. 

Adalah perusahaan asal Jerman, SAP, yang diminta oleh Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) untuk mengeluarkan sebuah perangkat khusus bagi Timnas Jerman. Dilansir dari laman Telegraph, keterlibatan SAP untuk membantu Jerman telah dimulai sejak 2010. 

Melalui teknologi ini, mereka dapat mengeluarkan hingga 7 juta lembar data tiap sesi latihan atau pertandingan.

Data tersebut menampilkan statistik dan grafik analisis perkembangan para pemain di tengah latihan ataupun pertandingan. Grafik ini dapat dilihat pelatih pada tablet ataupun smartphone.

suport-korsel.jpg
Suporter cewek Korsel. (FOTO: Istimewa)

Data dipakai untuk mengukur kinerja utama pemain, seperti jumlah sentuhan, kecepatan pergerakan, rata-rata waktu memegang bola, dan kecepatan pergerakan pemain. 

Bantuan dari alat ini terbukti mampu menekan rata-rata lamanya pemain Jerman memegang bola dari 3,4 detik pada tahun 2010, turun menjadi 1,1 detik pada tahun 2014.  Dus, bola semakin cepat mengalir.

BISA MENGANALISIS KEKUATAN LAWAN

Melalui perangkat inilah, Loew dan asisten pelatih menganalisis kekurangan setiap pemainnya. Pada latihan selanjutnya, pria 56 tahun itu akan memberi tahu letak kekurangan pemain per individu. 

Mengacu pada hasil analisis ini, tim pelatih memutuskan akan menurunkan pemain yang paling siap bermain dalam sebuah pertandingan. 

"Bayangkan, keterlibatan SAP dalam waktu 10 menit, 10 pemain dengan tiga bola, dapat menghasilkan data lebih dari 7 juta lembar. Tim kami kemudian menganalisis data ini untuk menyesuaikan pelatihan dan mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya," ungkap manajer timnas, Oliver Bierhoff, yang senantiasa menemani tim pelatih Jerman setiap pertandingan, termasuk final. 

Tim analis Jerman bisa menganalis pemain lawan dengan menonton video pertandingan. Saat data lawan terungkap, Loew merancang taktik dan strategi yang akan diterapkannya. Diyakini, selain skill pemain Der Panzer, mereka juga ditopang teknologi tinggi. 
Berkat penggunaan teknologi itu, pemain dengan mudah menebak arah alur bola lawan yang dihadapi. Mematikan pergerakan pemain andalan lawan, serta mencari celah untuk mencetak gol.

Luar biasa yang telah dilakukan tim Jerman. Sepakbola Asia, apalagi Asia Tenggara, terasa makin jauh tertinggal. Dana triliunan digelontor untuk tim nasional. Peralatan canggih dan tim ahli dikerahkan. 

PERTANYAANNYA: bisakah Brazil mengatasi kecanggihan Jerman? Para pakar Bursa Piala Dunia 2018 akan lebih berhati-hati. Tampaknya, mereka perlu menunggu hasil fase grup dulu. Kemudian menghitung kembali match price kandidat juara untuk 16 tim yang lolos ke fase knock out awal. "Rasanya tak sabar lagi," ucap Suhu Oerip, sapaan akrab Slamet Oerip Prihadi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

S
PenulisSlamet Oerip Prihadi Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia