Arema FC Ajukan Banding Untuk Hukuman Dirigen Aremania
Arema FC akan menempuh jalur banding terkait hukuman yang menimpa dirigen Aremania, Yuli Sumpil dan Fandi.

MALANG – Arema FC akan menempuh jalur banding terkait hukuman yang menimpa dirigen Aremania, Yuli Sumpil dan Fandi.
Keduanya menurut surat Komdis PSSI bernomor 159/L1/SK/KD-PSSI/X2018, dihukum larangan seumur hidup hadir di stadion seluruh Indonesia.
Sebagai informasi, Yuli Sumpil dan Fandi diberikan hukuman lantaran turun ke lapangan dan dianggap melakukan provokasi kepada pemain Persebaya Surabaya dalam Liga 1 2018, yang sedang melakukan pemanasan saat dijamu Arema di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Meskipun tidak ada kontak fisik, Komisi Disiplin PSSI memberikan hukuman berat kepada mereka.
Euforia kemenangan 4-1 atas Persita Tangerang di leg pertama babak 32 besar Piala Indonesia 2018, Sabtu (26/01/2019) membuat manajemen memberikan apresiasi.
Bukan hanya untuk tim, tapi juga untuk Aremania.
Pada laga tersebut, sebanyak 27 ribu Aremania datang untuk memberi dukungan langsung. Dukungan itu juga tidak meninggalkan kesan negatif saat masuk lapangan. Mereka dengan tertib berada di tribun sambil bernyanyi.
Pada pertandingan tersebut, Yuli Sumpil terlihat datang ke stadion Kanjuruhan dan memimpin aksi koreo di tribun papan skor.
Dia masih diperbolehkan masuk karena ada celah sanksi dari Komdis. Pada ajang Piala Indonesia, sanksi itu tidak berlaku. Hanya di Liga 1 Yuli dan Fandi tidak diperbolehkan masuk ke stadion.
“Manajemen berkeinginan menata suporter agar lebih baik ke depannya. Kami ingin mengundang terutama dua rekan yaitu Yuli Sumpil dan Fandi untuk membahasa statusnya agar mendapat pengampunan. Kami melakukan karena manajemen punya rasa empati dan respek kepada mereka. Apapun keputusannya dari federasi, yang jelas manajemen sudah memperjuangkan mereka berdua,” jelas Sudarmaji, Media Officer Arema.
Tidak sedikit yang mendukungnya untuk mengajukan banding. Tetapi, Yuli Sumpil tidak ingin melakukan pembelaan. Justru sekarang manajemen Arema yang tergerak untuk membelanya. Hal itu sebagai bentuk apresiasi perubahan yang dilakukan suporter ke arah yang lebih positif. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

