Kejuaraan Paralayang se-Indonesia di Jember Ikut Dongkrak Sektor Pariwisata
Kejuaraan Paralayang se-Indonesia di Bukit Mandigu di Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, Jember bukan sekedar olahraga dirgantara. Olahraga ini terkait dengan pengembangan pariwisata, ekonomi, dan pendidikan.

JEMBER – Kejuaraan Paralayang se-Indonesia di Bukit Mandigu di Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, Jember bukan sekedar olahraga dirgantara. Olahraga ini terkait dengan pengembangan pariwisata, ekonomi, dan pendidikan.
“Ini harus dijalankan bersama-sama,” kata Bupati Jember dr Faida membuka kejuaraan tersebut Sabtu (2/11/2019).
“Ini bukan hanya untuk sekelompok orang, tetapi kepentingan kita bersama,” lanjutnya

Di arena kejuaraan tersebut juga dijual produk-produk UMKM Kecamatan Umbulsari sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi lokal.
Kegiatan ini bisa diselenggarakan karena ada tempat yang sangat bagus di Jember. ”Kita beruntung ada tempat bagus seperti ini,” ujar Faida.
Faida menuturkan, Bukit Mandigu bukan hanya indah untuk pariwisata dan bermanfaat dari kehutanannya. Tempat ini juga bagus untuk olahraga kedirgantaraan.
Dia mengatakan bahwa kejuaraan paralayang pertama di Jember ini diselenggarakan atas kerja sama dengan Lanud Abdurrahman Saleh, yang telah dibicarakan sejak setahun lalu.
Sinergi ini diharapkan bisa berjalan dengan baik dari tahun ke tahun, sebagai upaya untuk mengungkit pariwisata dan prestasi olahraga di Jember. “Dari Jember untuk Indonesia. Selamat bertanding,” serunya.
Komandan Wing 2 Abdurrahman Saleh Kolonel Pnb. Eko Sudjatmiko,
menyampaikan, kejuaraan ini bukan sekedar olahraga, tetapi juga bisa mengembangkan potensi wisata daerah.
“Kami sangat mengapresiasi Pemkab Jember, yang sudah berinovasi dan kreatif. Ini ide yang sangat cemerlang dari bupati,” katanya.
Ide kreatif itu untuk mencapai tiga aspek tujuan, yaitu untuk membina para atlit, mengedukasi masyarakat, dan mengembangkan pariwisata.
”Ini memang sangat berkesinambungan. Kalau ini maju, nanti venue-nya bagus, bisa dijadikan pariwisata, dengan safety harus dipegang teguh. Safety harus menjadi prioritas utama,” jelasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Ni Ketut Ardani S. menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memasarkan cabang olahraga paralayang tanah air.
Paralayang ini sebagai salah satu cabang olahraga resmi Pekan Olahraga Nasional (PON) yang perlu dikenalkan kepada masyarakat.

“Serta mengedukasi, utamanya pelajar dan mahasiswa tentang olahraga dirgantara,” terangnya.
Kegiatan ini juga untuk memperkenalkan potensi wisata olahraga dan budaya yang dimiliki Kabupaten Jember kepada masyarakat luas. Utamanya kepada peserta kejuaraan paralayang yang sebagian besar berasal dari luar Kabupaten Jember.
Kejurnas ini juga untuk memberikan hiburan kepada masyarakat secara gratis, sekaligus memberdayakan usaha kecil dan menengah di Kabupaten Jember.
Acara ini dilaksanakan dari tanggal 1-3 November 2019, dengan mempertandingkan ketepatan mendarat senior putra dan putri, ketepatan mendarat junior putra dan putri, ketepatan mendarat untuk siswa putra san putri, ketepatan mendarat untuk militer putra dan putri.
Kejuaraan Paralayang se-Indonesia Piala Bupati Jember ini diikuti oleh peserta dari Kabupaten Jember dan luar Jember, dengan jumlah 85 orang peserta. Para peserta mendapatkan asuransi gratis dari Pemerintah Kabupaten Jember. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


