KONI: Muaythai Itu Mendidik Kuat, Tapi...
Husni Ali, Wakil Ketua KONI Kota Malang menilai olahraga beladiri Muaythai menciptakan individu yang kuat dan sportif. Namun begitu, KONI atau sasana sulit menjaring atlet Muaythai.

MALANG – Husni Ali, Wakil Ketua KONI Kota Malang menilai olahraga beladiri Muaythai menciptakan individu yang kuat dan sportif. Namun begitu, KONI atau sasana sulit menjaring atlet Muaythai.
“Muaythai saat ini saat ini krisis atlet. Apa peminat kurang atau permasalahan lain. Ini juga susah karena image,” paparnya dalam Seminar Muaythai dalam Rangka Penjaringan Bibit Atlit Kota Malang tahun 2019, hari ini (8/12/2019).
Husni mengatakan, krisis atlet juga dialami oleh cabang olahraga lain seperti billiard dan angkat besi. Banyak yang memberikan konotasi negatif bagi olahraga ini. Padahal, kini pemain billiard sudah jauh dari perbuatan berkonotasi negatif. Contohnya adalah di ruangan yang terang, bersih, tertutup, dan tidak ada yang merokok.
“Ini juga harus terjadi di Muaythai. Padahal Muaythai mendidik kita kuat dan menjunjung nilai sportivitas. Ya, kebanyakan kalau olahraga keras memang sering dilarang oleh orang tua,” jelas Husni Ali.
Melalui hal itulah dirinya mendukung penuh Seminar Muaythai dalam Rangka Penjaringan Bibit Atlit Kota Malang tahun 2019. Seminar ini dilaksanakan juga untuk menjaring bibit atlet, serta sosialisasi materi dasar Muaythai. Ini juga sebagai usaha untuk mempersiapkan calon atlet Muaythai mengingat tahun 2021 dilaksanakan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

