Dikenal ‘Sabar’ di Atas Ring, Petinju Dunia Asal Malang Tutup Usia
Kabar duka datang dari dunia tinju Indonesia, mantan juara OPBF (Asia dan Pasifik) Juhari tutup usia pada Jumat (17/7/2020) malam. Petinju asli Malang

MALANG – Kabar duka datang dari dunia tinju Indonesia, mantan juara OPBF (Asia dan Pasifik) Juhari tutup usia pada Jumat (17/7/2020) malam. Petinju asli Malang tersebut meninggal setelah mendapatkan perawatan di RSUD dr Syaiful Anwar, Malang, Jawa Timur.
Kabar duka tersebut pertama kali disampaikan oleh adik almarhum, Ryantoha. “Mas Ju (panggilan akrab Juhari) telah meninggal dunia tadi malam,” ungkap pria yang juga mantan petinju pro kelas bantam tersebut seperti yang dilansir dari rondeaktual.
Juhari merupakan petinju tersohor di era 80an. Almarhum merebut juara OBPF dengan kemenangan dramatis atas petinju asal Filipina Rolando Aldemir. 2500 penonton yang memadati GOR Pulosari, Kota Malang pada 16 Oktober 1983 hampir dibuat tertunduk. Betapa tidak, pukulan demi pukulan yang dilepaskan oleh Aldemir seolah membuat Juhari tak berdaya.
Dikutip dari tempo terbitan 1983, Juhari memang cukup sabar dalam meladeni Aldemir, kesabarannya berbuah titik balik di ronde kelima. Kala Aldemir sudah kehabisan tenaga, jab dan long hook menjadi andalan Juhari yang akhirnya membuat Aldemir sempoyongan.
Alhasil pertarungan berakhir di ronde ke 6, Juhari berhasil membuat Aldemir tak berdaya dan akhirnya meraih sabuk juara OPBF. Juhari, yang merupakan mantan pegawai Dinas Pendapatan Kota Malang ini dimakamkan di TPU Bunul, Kota Malang pada Sabtu, 18 Juli 2020. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


