Monumen Bola SSB Andalas, Edukasi Generasi Muda Kayuares Banjarnegara
Monumen Bola milik SSB Andalas, Kayuares Banjarnegara, Jateng yang saat ini dalam tahap finihsing. Berada di Lantai 5 Rumah Bola Andalas, monumen ini diperuntukan bagi generasi muda di Kabupaten Banjarnegara khususnya Kayuares Kecamatan Pagentan.

BANJARNEGARA – Monumen Bola milik SSB Andalas, Kayuares Banjarnegara, Jateng yang saat ini dalam tahap finihsing. Berada di Lantai 5 Rumah Bola Andalas, monumen ini diperuntukan bagi generasi muda di Kabupaten Banjarnegara khususnya Kayuares Kecamatan Pagentan.
Pada ketingggian 30 m, replika bola berdiameter 4 m tampak megah. Dan ini sebuah karya putera Desa Kayuares Kecamatan Pagentan Kabupaten Banjarnegara di bawah asuhan H Khodam yang tidak lain adalah Direktur SSB Andalas.
Bola berukuran besar tampak megah jika dilihat pada siang hari dan indah pada malam hari. Karena bintang yang melekat berwarna kuning emas bersinar terang terpadu dengan latar putih bersih. Warna emas merupakan pengejawantahan dari cita-cita atau harapan besar penggagasnya yakni H Khodam.

Lalu siapa H Khodam? Mungkin anda bertanya. Khodam itu seorang buruh yang kini diamanati warga untuk memimpin Desa Kayuares. Dia juga mantan pemain bola.
Khodam ingin olah raga sepak bola terus berkembang di Banjarnegara dan berharga seperti halnya emas 24 karat. Tidak sekadar berkembang, namun dapat melahirkan pemain sepak bola profesional baik di kancah regional dan nasional bahkan internasional.
Semangat juang inilah yang patut kita apresiasi bersama. Khodam, rupanya tidak pernah menghitung berapa besar dana pribadi yang diinvestasikan demi menggaungkan dan menanamkan semangat dan cinta sepak bola pada generasi muda Kayuares ke depan.

Kini Khodam bersama 12 pelatih dan asisten beserta divisinya tengah menggebleng 400 siswa dari usia TK, SD dan SMP. Untuk siswa seusia SMA juga ada tapi jumlahnya sedikit.
Namun karena terjadi musibah pandemi Virus Corona atau Covid-19 maka pihak manajemen meliburkan 400 siswanya sampai batas waktu yang belum ditentukan. Pun demikian, mereka tetap diminta terus berlatih fisik secara mandiri, tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan.
Sosialisasi 3M terus dilakukan kepada siswa dan seluruh masyarakat Desa Kayuares untuk meningkatkan kesadaran guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ini intens dilakukan SSB Andalas sebagai bagian pemantauan kepada siswa selama dalam mas libur.
Dengan monumen bola ini, Khodam berharap generasi muda di Kayuares dapat memetik momentum dari semua daya dan upaya generasi sebelumnya di bidang persepakbolaan.
"Sehingga mereka terus terinspirasi dan termotivasi untuk melestarikan kecintaan terhadap sepakbola dan olahraga lainnya," papar Khodam tentang Monumen Bola SSB Andalas yang ia dirikan, saat ngopi bareng TIMES Indonesia, Sabtu (7/11/2020) di Balai Desa Kayuares Pagentan Kabupaten Banjarnegara. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


