Pebulutangkis Asal Indonesia Mewakili Australia di Olimpiade Tokyo
Setyana Mapasa, pebulutangkis asal Indonesia akan berlaga pada ajang Olimpiade Tokyo di akhir Juli mendatang. Namun, Setyana Mapasa tidak berlaga untuk Indonesia. Perempuan asal kelahiran Minahasa itu akan tampil membawa nama Australia.

JAKARTA – Setyana Mapasa, pebulutangkis asal Indonesia akan berlaga pada ajang Olimpiade Tokyo di akhir Juli mendatang. Namun, Setyana Mapasa tidak berlaga untuk Indonesia. Perempuan asal kelahiran Minahasa itu akan tampil membawa nama Australia.
Setyana Mapasa akan tampil di nomor ganda putri. Ia berpasangan dengan Gronya Somerville. Keduanya memastikan akan berlaga di Olimpiade Tokyo setelah lolos kualifikasi sebagai 16 pasangan terbaik dunia untuk bertanding di pesta olahraga dunia tersebut.
Setyana Daniella Florensia Mapasa, nama lengkapnya, telah menjadi warga negara Australia. Perempuan yang kini berusia 25 tahun itu pindah ke negeri kanguru sejak 2013.
Bakal tampil mewakili Australia di Olimpiade Tokyo, Setyana Mapasa akan berusaha tampil yang terbaik. Meski persiapannya terganggu karena wabah covid-19, menurut dia, hal itu bukan alasan untuk memberikan yang terbaik.

Tyana, sapaannya, yang tinggal di Sidney, mengaku sempat tidak berlatih selama beberapa hari karena pembelakuan lockdown di kota dia tinggal.
"Kami seharusnya akan terbang ke Gold Coast untuk latihan bersama sebelum terbang ke Tokyo, namun Gold Coast juga lockdown, jadi belum jelas keadaannya," kata dia, dikutip dari abc.net.au pada Selasa (29/6/2021).
Kiprah Setyana Mapasa di Bulutangkis
Perempuan kelahiran 15 Agustus 1995 itu sempat mencuat sejenak di tanah air. Ia termasuk dalam tim bulutangkis Indonesia yang akan berlaga di Kejuaraan Dunia Junior 2012. Namun cedera lutut usai turnamen membuatnya berhenti.
Pada 2013, melalui orangtuanya, Septyana Mapasa mendapat tawaran dari tim pemandu agar pindah bermain untuk Australia. Tyana menerima tawaran di pemandu dari Australia itu.
Tyana masih yakin kariernya di bulutangkis belum usai. Ia pindah ke Australia. Menjadi andalan tim negeri kanguru, Setyana Mapasa berpasangan dengan pebulutangkis cantik, Gronya Seommerville.
Keduanya berjaya di level regional, yakni kejuaraan Oceania. Mereka menjuarai ajang tersebut tiga tahun berturut-turut yakni 2017, 2018, 2019.
Pada level lebih tinggi, mereka pernah menjuarai Belanda Terbuka 2016 dan Kanada Terbuka 2016. Tampil bersama Gronya Somerville, Tyana menjadi juara Kanada Terbuka setelah menang atas pasangan Korea Selatan. Catatan lain menyebut, mereka sempat lima kali juara turnamen kelas challenge.
Ajang Olimpiade Tokyo bakal tercatat dalam sejarah Tyana, karena keikutsertaannya yang pertama kali membela Australia.
Tak hanya berkarir lewat pertandingan, Tyana mengembangkan klub badminton di Australia. Hal yang dilakukannya itu, kata dia, adalah usahanya untuk menghidupi orang lain. Melalui bulutangkis, Tyana berusaha menghidupi orang lain di bidang olaharaga.
"Ini adalah bagian dari kata-kata dalam bahasa Manado, [yakni] manusia hidup untuk menghidupi orang lain," kata Tyana yang mengembangkan klub bernama Tumou di Sydney.
Kisah pebulutangkis asal Indonesia yang berlaga mewakili Australia di olimpiade bukan kali pertama. Sebelum Setyana Mapasa, Lenny Permana pernah bermain di nomor tunggal putri pada Olimpiade Athena 2004. Selain itu, ada nama Eugenia Tanaka yang tampil di Olimpiade Beijing 2008. Eugenia bermain di nomor ganda putri.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


