Kisah Adenanta Putra, Pembalap asal Magetan yang Bersiap Mengikuti Asia Road Racing Championship 2022

TIMESINDONESIA, MAGETAN – Menjadi seorang pembalap motor profesional bukanlah hal mudah. Selain risiko cideranya cukup tinggi, kekuatan finansial dan prestasi pun harus mendukung jika ingin tetap eksis dan melaju ke level yang lebih tinggi. Hal itu diungkapkan pembalap asal Magetan, Jawa Timur, Mohammad Adenanta Putra yang saat ini tergabung dengan Astra Honda Racing Team (AHRT).
"Selama bergelut di dunia balap motor, masuk ruang operasi sudah menjadi hal biasa, dan yang namanya cidera itu sudah menjadi makanan sehari-hari bagi pembalap. Kalau tidak kuat mental pasti ya mundur," ujar Adenanta kepada TIMES Indonesia, Minggu malam (23/1/2022).
Advertisement
Di usianya yang masih 17 tahun, tubuh Adanenta sudah banyak bekas jahitan yang menunjukkan keseriusannya menekuni dunia balap.
"Saya pernah patah tulang ekor, pergelangan kaki kiri, pergelangan tangan kiri, kedua tulang selangka (clavicula), lengan kanan dua kali dan retak pergelangan tangan kiri. Kalau patah cenderung tidak terlalu sakit setelah jatuh, yang sakit itu retak tulang meski masih bisa digerakkan," ungkapnya sambil menunjukkan bekas luka di tubuhnya.
Meski pembalap dibekali wearpack balap (baju balap) yang memiliki tingkat keamanan tinggi dan berteknologi canggih, patah tulang tetap tidak bisa dihindari. Hal itu menjadi bagian risiko.
"Yang menentukan itu posisi jatuh kita seperti apa, jika benturan keras dengan posisi yang salah, bisa saja salah satu tulang retak atau patah, bahkan benturan kepala keras waktu itu pernah buat saya sampai pingsan," terang pembalap asal Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Tambran, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur itu.
Selain itu, kekuatan finansial pun juga harus mencukupi. Untuk mengikuti event kejuaraan daerah maupun nasional, memerlukan biaya yang tidak sedikit. Belum lagi untuk membeli perlengkapan balap yang harganya tidak murah, ditambah jika mengalami crash atau jatuh.
"Ketika kita berlaga di event besar daerah maupun nasional, pasti ada tim besar yang melirik. Ketika kita banyak berprestasi dalam dunia balap dan memiliki potensi, pasti akan direkrut tim besar tersebut," tutur pembalap kelahiran 21 April 2004 itu.
Meski telah mengalami patah tulang hingga tujuh kali, Mohammad Adenanta Putra mengaku tidak masalah. Dirinya akan terus berjuang untuk mendaptkan trofi dan bisa promosi ke ajang yang lebih tinggi lagi.
"Mau jatuh berapa kali pun, kalau rasanya masih mampu menarik pedal gas, saya akan terus berjuang merebut trofi dan kemenangan untuk negara saya," tambah Adenanta, pembalap asal Magetan yang akan mengikuti ajang Asia Road Racing Championship tahun 2022. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Wahyu Nurdiyanto |
Publisher | : Ahmad Rizki Mubarok |