Olahraga

Pesan Presiden FIFA Soal Fun Football, PSSI: Sepak Bola Harus Jalan

Kamis, 20 Oktober 2022 - 18:46 | 14.74k
Presiden FIFA Gianni Infantino disebut PSSI menginginkan fun football. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Presiden FIFA Gianni Infantino disebut PSSI menginginkan fun football. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

TIMESINDONESIA, JAKARTAPSSI menyampaikan pesan Presiden FIFA Gianni Infantino, setelah kunjungannya ke Indonesia, dikritik warganet karena menggelar Fun Football, Selasa (18/10/2022) lalu.

Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan sepak bola harus tetap berjalan meski seluruh Indonesia berduka karena Tragedi Stadion Kanjuruhan, yang merenggut 133 jiwa.

Advertisement

"FIFA pasti berduka dengan tragedi di Kanjuruhan. Ke depan harus ada perbaikan. Tetapi, yang penting sepak bola harus jalan. Karena sepak bola seharusnya membawa kebahagiaan," ucap Infantino saat berkunjung ke kantor PSSI.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, PSSI dan perwakilan FIFA bermain Fun Football di Stadion Madya, Jakarta, Selasa (18/10/2022) malam. Langkah PSSI dan FIFA bermain sepak bola itu lantas menuai kecaman karena dinilai tidak berempati terhadap para korban Tragedi Kanjuruhan. Akun Twitter PSSI juga sempat disorot karena menuliskan kata 'keseruan' dalam unggahan foto momen perwakilan FIFA dan PSSI saat bermain bola yang kemudian dihapus.

PSSI merespon kritikan itu sesuai dengan keinginan Presiden FIFA Gianni Infantino. Sekjen PSSI Yunus Nusi menyampaikan pihaknya telah menerangkan situasi terkini di Indonesia. Meski sudah berlalu 17 hari, Tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, masih menjadi perhatian besar bersama.

"Hal ini [fun football] memang kami sampaikan ke Presiden FIFA [Infantino] bahwa ada Tragedi Kanjuruhan, bagaimana dengan fun football yang nanti kita mainkan?" kata Yunus.

"Oleh Presiden FIFA: 'Oh, no, no, apapun bisa terjadi dalam sepak bola, tetapi sepak bola tetap harus jalan. Sepak bola harus tetap jalan, karena sesungguhnya sepak bola itu menyenangkan semua pihak, bahwa sepak bola itu untuk sebuah kegembiraan, bahwa sepak bola itu untuk menyenangkan orang'," ucap Yunus menirukan ucapan Infantino.

Yunus juga menjelaskan soal anggapan publik bahwa PSSI dan FIFA tidak memiliki empati dengan menggelar pertandingan sepak bola sukaria saat keluarga korban Tragedi Kanjuruhan masih berduka, dianggap tak demikian. PSSI, kata Yunus, turut berduka dan berbelasungkawa.

"Jadi di sepak bola apapun bisa terjadi, tetapi sepak bola harus jalan. Kita paham bahwa kita harus berbelasungkawa, tetapi kita juga harus berharap sepak bola juga tetap harus berjalan. Itu pernyataan beliau [Infantino] ke kami," ucap Yunus.

Tanggung Jawab Moral

Menko Polhukam RI sekaligus Ketua TGIPF Mahfud MD turut menanggapi fun football yang dilakukan Ketum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule dan Presiden FIFA Gianni Infantino. Mahfud MD menyinggung soal tanggung jawab moral terkait tragedi Kanjuruhan.

"Tanggung jawab moral. Itu saja," ujar Mahfud kepada detikcom, Rabu (19/10/2022).

Ketua TGIPF Tragedi Kanjuruhan itu menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memulai melaksanakan langkah-langkah sesuai rekomendasi TGIPF. Kemudian, Mahfud MD menyinggung desakan mundur kepada pimpinan PSSI.

"Presiden hanya sejauh melakukan terkait dengan kewenangan Pemerintah Indonesia. Urusan pimpinan PSSI untuk mundur itu bisa dilakukan sebagai tanggung jawab moral," kata Mahfud.

"Kalau itu (mundur dari jabatan) dilakukan bukan berarti melanggar aturan FIFA maupun PSSI. Di manapun di dunia ini mengundurkan diri tidak dilarang dan tidak melanggar aturan," lanjutnya.

Ketum PSSI Diperiksa 

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau Iwan Bule memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri dan Ditreskrimum Polda Jawa Timur (Jatim), Kamis (20/10/2022).

Iwan Bule dan wakilnya di PSSI, Iwan Budianto, diperiksa sebagai saksi dalam kasus Tragedi Kanjuruhan yang hingga kini menewaskan 133 orang.

Iwan Bule tiba di Mapolda Jatim pukul 12.59 WIB dengan didampingi oleh Ketua Asprov PSSI Jatim Ahmad Riyadh dan Wakil Ketua Asprov PSSI Jatim Amir Burhanuddin.

"Hari ini saya memenuhi panggilan penyidik. Hanya datang saja nanti diperiksa. Mengikuti panggilan penyidik saja," kata Iwan Bule, yang dikutip dari CNN.
 

Seperti yang diketahui, Tragedi Stadion Kanjuruhan terjadi setelah laga derby Jawa Timur, Arema FC kontra Persebaya Surabaya pada lanjutan Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam WIB.

Arema FC kemudian kalah 2-3 dari Persebaya. Suporter tuan rumah yang memenuhi stadion Kanjuruhan itu kemudian turun ke lapangan setelah laga tuntas. Setelah itu terjadilah kericuhan yang tidak terhindarkan.

Suporter dan polisi bentrok di lapangan, sampai-sampai pihak keamanan melepas gas air mata. Korban jiwa berjatuhan sampai ratusan jiwa, akibat terinjak-injak sesama supporter dan mengalami sesak nafas saat mereka berjubel berusaha keluar dari stadion. Data terbaru korban Tragedi Stadion Kanjuruhan telah mencapai 133 orang meninggal dunia.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES