Olahraga

Dua Atlet PGPI Kota Tasikmalaya Berlaga di Porprov XIV Jabar 2022

Selasa, 08 November 2022 - 17:35 | 11.30k
Kontingen PGPI Kota Tasikmalaya berfoto bersama usai upacara pembukaan di venue landing Gantole Desa Nangewer, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (8/11/2022). (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)
Kontingen PGPI Kota Tasikmalaya berfoto bersama usai upacara pembukaan di venue landing Gantole Desa Nangewer, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (8/11/2022). (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, TASIKMALAYA – Dua atlet gantole yang tergabung dalam Persatuan Gantole dan Paralayang Indonesia (PGPI) Cabang Kota Tasikmalaya akan diturunkan untuk berlaga pada perhelatan Porprov XIV Jawa Barat 2022.

Kedua atlet gantole andalan Kota Tasikmalaya yang diturunkan pada Porprov XIV Jawa Barat adalah Wawan Supriatna dan Muhamad Ridwan Firdaus. Mereka akan berlomba di venue Gantole Kampung Pasir Gowong, Desa Nangewer, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Advertisement

Ketua Cabang Olahraga PGPI Kota Tasikmalaya sekaligus atlet andalan Kota Tasikmalaya Wawan Supriatna kepada TIMES Indonesia mengungkapkan ada sembilan kota kabupaten yang menjadi kontingen Gantole yang akan berlaga di Porprov XIV Jabar 2022.

PGPI-Kota-Tasikmalaya-b.jpg

"PGPI Kota Tasikmalaya dalam Porprov XIV 2022 ini akan menurunkan dua atlet yang akan bertanding di kelas B," ungkap Wawan usai acara pembukaan di venue landing Desa Nangewer, Pageurageung, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (8/11/2022).

Wawan menambahkan ada empat mata lomba yang akan dipertandingkan pada helatan Porprov tahun 2022, diantaranya Lomba ketepatan mendarat, Race to Goal, Open Dintance dan mata lomba sambar pita.

Ini berarti ada empat peluang medali yang harus diperebutkan oleh setiap perwakilan atlet kontingen PGPI yang terdiri dari sembilan Kota dan Kabupaten di Jawa Barat yang akan berlangsung mulai 8 sampai 18 Nopember 2022.

Menyoal tentang peluang raihan target medali yang ingin dicapai oleh PGPI Kota Tasikmalaya, Wawan tidak berkomentar banyak, dirinya tidak mau berangan-angan terlalu jauh, apalagi berjanji mempersembahkan medali.

"Saya tidak mau membanggakan diri duluan, tetapi kita lihat saja nanti hasil akhirnya walaupun saya dari PGPI merupakan penyumbang medali bagi Kota Tasikmalaya pada Porda sebelumnya, namun saya bersama tim akan memaksimalkan dan memberikan yang terbaik buat Kota Tasikmalaya,"terangnya.

PGPI-Kota-Tasikmalaya-c.jpg

Pada perkembangan olahraga Gantole di Jawa Barat ada beberapa kota  yang menjadi saingan berat bagi PGPI Kota Tasikmalaya, baik dari skill atlet  ataupun kesiapan peralatannya. Namun ia bersama kontingennya tetap oftimis akan berusaha minimalnya dengan raihan prestasi yang sama dengan perhelatan Porda tahun yang lalu.

"Ada beberapa kota yang menjadi saingan berat kita, seperti Kabupaten Majalengka dan Kota Bekasi, apalagi Bogor yang merupakan gudang atlet dimana kegiatan Gantole sudah menjadi kegiatan rutin untuk wisata," paparnya.

Namun menurutnya pada perlombaan Gantole tidak selamanya alat menjadi  menjadi jaminan, selain faktor keberuntungan, faktor alam menjadi penentu juga untuk meraih nilai terbaik dalam beberapa mata lomba. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES