Olahraga

Kalahkan Dewa United, Kemenangan Arema FC Untuk Keluarga Korban Kanjuruhan

Rabu, 07 Desember 2022 - 21:30 | 14.56k
pemain Arema FC Rizky Dwi saat merayakan gol yang ia cetak dari titik penalti saat melawan Dewa United, Rabu (7/12/2022). (Foto: Dok. Arema FC/TIMES Indonesia)B: Gelandang Arema FC, Evan Dimas saat berusaha merebut bola dari pemain Dewa United.
pemain Arema FC Rizky Dwi saat merayakan gol yang ia cetak dari titik penalti saat melawan Dewa United, Rabu (7/12/2022). (Foto: Dok. Arema FC/TIMES Indonesia)B: Gelandang Arema FC, Evan Dimas saat berusaha merebut bola dari pemain Dewa United.

TIMESINDONESIA, SOLOArema FC berhasil mengalahkan Dewa United dengan skor telak 2-0 dalam laga lanjutan Liga 1 2022 putaran pertama, Rabu (7/12/2022).

Akhirnya, pengujian mental para pemain Singo Edan ini terbayar tuntas di laga pertama pasca Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022.

Advertisement

Dua gol kemenangan Arema FC ini dicetak oleh Rizky Dwi di menit 28 dari titik penalti dan satu gol tambahan lagi dicetak oleh Evan Dimas di menit 69.

Atas hasil yang diraih, pelatih Arema FC, Javier Roca menyebutkan bahwa kemenangan ini ia dedikasikan kepada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.

"Kemenangan ini kami dedikasikan untuk seluruh keluarga korban (tragedi Kanjuruhan), untuk semua teman-teman kita yang ada di Malang," ujar Roca, Rabu (7/12/2022).

Roca mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang telah ditunjukkan oleh anak asuhnya. Terlebih, anak asuhnya juga masih diterpa hal yang cukup sentimental pasca Tragedi yang merenggut 135 nyawa.

"Kita bersyukur untuk hasil maksimal ini. Semua atas kerja keras seluruh pemain, keluarga pemain, staff klub yang sebegitu berani, sebegitu mencintai pekerjaannya, sebegitu mencintai Malang, Arema, Aremania dan Aremanita," ungkapnya.

Arema-FC-b.jpg

Ia juga memberikan apresiasi kepada setiap pemain yang telah menunjukkan profesionalismenya. Selain itu, Roca juga menegaskan bahwa sebagai tim hal yang paling utama harus diperbaiki adalah mental.

"Seperti yang sudah saya bilang, saya tidak ragu dengan profesionalisme pemain. Mereka masuk ke lapangan bukan tidak dengan muka sedih, bukan dengan rasa tidak diingat atau lupain. Apa yang terjadi tadi mereka fokus 97 menit untuk lakukan tugas sesuai dengan kontrak mereka antara pemain dan pelatih. Saya tegaskan bahwa kita harus bangkit," bebernya.

Sementara itu, Dedik Setiawan yang turun sebagai pemain utama menuturkan bahwa jika dirinya tak bisa melupakan tragedi memilukan 1 Oktober 2022 lalu.

Pemain asal Malang tersebut menyatakan bahwa persoalan trauma bermain ditengah kondisi permasalahan yang masih belum tuntas ini, ia tak begitu bermasalah.

"Kalau teringat (tragedi Kanjuruhan) saya pribadi jujur saat latihan ataupun pertandingan pasti saya mendoakan seluruh almarhum. Kalau ada suara di luar tadi saya tidak begitu terdengar, kalau secara pribadi masalah trauma saya sudah tidak begitu merasakan, tapi tidak tahu teman-teman yang lain," pungkasnya.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES