Olahraga

Proliga 2023, Bank BJB dan STIN BIN Awali Kemenangan di Final Four

Jumat, 24 Februari 2023 - 07:49 | 69.07k
Pertandingan Proliga final four di GOR Tridharma PT Petrokimia Gresik (Foto: Akmal/TIMES Indonesia)
Pertandingan Proliga final four di GOR Tridharma PT Petrokimia Gresik (Foto: Akmal/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, GRESIK – Juara bertahan putri Bandung Bank bjb Tandamata awali laga final four Proliga 2023 dengan kemenangan usai membungkam Jakarta BIN dengan skor 3-2 (21-25, 25-23, 28-26, 24-26, 15-12) pada hari pertama seri pertama final four PLN Mobile Proliga 2023 di GOR Tridharma Gresik.

Dalam pertandingan lain pada Kamis (23/2/2023) kemarin. STIN BIN juga meraih kemenangan dramatis atas Jakarta Bhayangkara Presisi dengan skor 3-2 (23-25, 25-18, 25-17, 22-25, 17-15)

Advertisement

Dalam laga yang berlangsung dalam waktu 2,5 jam itu menyajikan drama cukup menegangkan pada set penentuan atau kelima setelah kedua tim saling berbagi set 2-2.

Bank bjb dan Jakarta BIN saling bergantian meraih angka hingga skor 6-6 dan juara bertahan kemudian unggul 8-6 saat terjadi perpindahan tempat.

Jakarta BIN bangkit melalui smes Fernanda Tome untuk menyamakan skor 8-8. Pemain asal Brazil ini kemudian berbalik membawa Jakarta BIN memimpin 12-10 lewat dua servis ace.

Akan tetapi, anak-anak Bandung bjb tidak kendor dan menggagalkan serangan lawan dengan blok rapat untuk menyamakan skor 12-12.

Proliga-2.jpgSTIN BIN meraih kemenangan dramatis atas Jakarta Bhayangkara Presisi dengan skor 3-2 saat bermain di Laga Final Four di GOR Tridharma PT Petrokimia Gresik (Foto: Proliga 2023)

Setelah itu, juara bertahan terus melaju melalui sumbangan dua angka dari smes keras Medeline Jazmin untuk unggul 14-12 dan Shella Bernadette menutup laga dengan sebuah servis ace.

"Alhamdulillah hari ini diberi kemenangan, meskipun secara permainan anak-anak masih banyak melakukan kesalahan," kata pelatih Bank bjb Tandamata, Alim Suseno usai pertandingan.

Dia menyebut kunci kemenangan timnya pada laga pertama final four ini adalah keberhasilan membendung serangan lawan lewat blok rapat pada set penentuan.

"Sejak awal saya bilang ke anak-anak untuk siap capek dan bermain ketat hingga lima set karena atmosfir final four ini beda dengan babak reguler. Jadi, pemain harus siap fisik dan mental," kata Alim.

STIN BIN Nyaris Kalah

STIN BIN nyaris kalah ketika pada set penentuan atau kelima tertinggal 11-14. Namun, Farhan Halim dkk. mampu membalikkan keadaan hingga mampu menyamakan skor 14-14 bahkan balik unggul 15-14.

Setelah Bhayangkara Presisi menyamakan skor 15-15 lewat smes Rendy Tamamilang, STIN BIN berhasil menambahkan dua angka beruntun untuk memastikan kemenangan 17-15 lewat aksi Dimas Saputra.

"Ini namanya lucky, keberuntungan. Sudah tertinggal dan hampir kalah, tapi bisa membalikkan situasi dan menang," kata asisten pelatih Jakarta STIN BIN, Agus Jumaidi usai pertandingan.

Ia menyebut permainan timnya pada set kelima menurun dan sering melakukan kesalahan yang menguntungkan lawan. Selain itu, kondisi pemain juga sudah kelelahan sehingga fokusnya sedikit menurun.

"Beruntung lawan juga melakukan kesalahan dan kami bisa mengejar hingga memenangkan pertandingan," tambahnya.

Pemain STIN BIN, Farhan Halim mengaku tidak menyangka timnya bisa menang ketika situasi sebenarnya sudah berada di ujung tanduk dan nyaris kalah.

"Ya kalau sudah set kelima dan tertinggal angka seperti itu, kita cuma bisa pasrah. Tapi, ternyata keberuntungan berpihak ke kami," kata pemain tim nasional itu.

Permainan STIN BIN masih agresif lewat serangan yang dilancarkan Dimas Saputra, Cep Indra, Farhan Halim, Rozalin Panchev, dan si jangkung Isac Santos. Namun, Bhayangkara Presisi belum mau menyerah dan memberikan perlawanan untuk memenangi set keempat sekaligus memaksa dimainkan set kelima.

Pelatih Jakarta Bhayangkara Presisi, Reidel Alfonso Gonzales Toiran mengatakan permainan anak asuhnya tidak bagus dan di bawah performa terbaik sehingga harus mengakui keunggulan STIN BIN.

Toiran juga tampak tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya karena kemenangan yang sudah di depan mata justru sirna akibat kesalahan sendiri.

"Nanti kami evaluasi, banyak kesalahan yang dibuat anak-anak, terutama set kelima," ujarnya menanggapi laga awal final four di Proliga 2023. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES