Olahraga

Cari Bibit Baru, Gabsi Kota Probolinggo Gelar Kejuaraan Tingkat SD

Selasa, 12 Desember 2023 - 20:34 | 17.08k
Sejumlah siswa ikut lomba bridge di Kota Probolinggo. (Foto: Rizky Putra Dinasti/TIMES Indonesia)
Sejumlah siswa ikut lomba bridge di Kota Probolinggo. (Foto: Rizky Putra Dinasti/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Kota Probolinggo menggelar Kejuaraan Bridge SD se-Kota Probolinggo untuk mencari bibit-bibit baru. Para pemenang dalam kejuaraan ini akan menjadi atlet potensial di bawah naungan Gabsi Kota Probolinggo.

Kejuaraan Bridge SD Kota Probolinggo berlangsung di SDN Kanigaran 6 dengan 106 peserta dari 56 pelajar putra dan 60 pelajar putri perwakilan SD se-Kota Probolinggo. Turnamen ini dimulai sejak Senin (11/12/23).

Ketua Gabsi Kota Probolinggo, Danang Budiarto, menyatakan dari total 106 peserta, mereka dibagi menjadi dua pool, yaitu pool 1 putra dan pool 2 putri. Turnamen berlangsung selama dua hari, dengan babak penyisihan sistem gugur pada hari pertama, dan babak semifinal serta final pada hari kedua.

"Jadi, untuk turnamen ini, peserta tidak diberikan peraturan yang begitu ketat, artinya masih ada toleransi jika ada pelanggaran aturan, karena memang turnamen ini bersifat pembinaan," ujarnya.

Selain itu, seperti turnamen bridge pada umumnya, dua peserta yang berpasangan wajib memperoleh poin sebanyak mungkin dalam 10 putaran pertandingan. Setelah peserta menjalani 10 putaran, poin yang diperoleh akan dihitung, dan peserta dengan poin tertinggi akan keluar sebagai juara.

Para peserta yang berhasil lolos di babak semifinal dan final akan menjadi bagian dari proyeksi atlet cabang olahraga (cabor) Gabsi Kota Probolinggo. Setelah itu, atlet-atlet ini akan menjalani pelatihan tambahan, sehingga mereka bisa bersaing untuk mewakili Kota Probolinggo dalam berbagai event.

"Ada beberapa kendala bagi atlet ini, selain harus memiliki minat, skill, juga ada kendala lain seperti restu dari orang tua. Saya berharap atlet yang mengikuti turnamen hari ini dapat menjadi bibit dan penerus atlet Gapsi Kota Probolinggo," imbuh Danang.

Cindy Dwi Syahfitri, salah satu peserta turnamen Bridge, menyatakan dia bergabung dan terlibat dalam cabang olahraga ini karena merasa seru dan memiliki teman yang juga bermain.

"Selama mengikuti turnamen dua hari ini, perasaan saya tegang. Selama pertandingan saya optimis bermain dengan bagus, saya berharap bisa menjadi atlet bridge. Ke depan, saya bisa menjadi atlet bridge nasional," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Koni Kota Probolinggo, Rahadian Juniardi, menjelaskan tujuan dari turnamen ini untuk mencari bibit baru karena olahraga bridge belum begitu populer di Kota Probolinggo dan masih kurang diminati.

"Turnamen ini salah satu cara untuk mencari bibit baru, dan alhamdulillah pesertanya cukup banyak. Sehingga, tahun depan saya minta untuk hadiahnya ditambah lebih banyak lagi," ujarnya.

Selain itu, para atlet yang berpartisipasi dalam turnamen ini akan dimasukkan ke dalam proyeksi cabang olahraga Gabsi. Seleksi akan dilakukan untuk memilih atlet bridge yang akan mewakili.

"Nantinya, atlet yang terpilih akan menjalani Pusat Latihan Kota, atau Puslatkot, untuk dipersiapkan mengikuti sejumlah event," imbuhnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Muhammad Iqbal
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES