Olahraga

Pensiun, Arthur Irawan Ungkap Momen-Momen Berkesan Bersama Persik Kediri 

Kamis, 25 April 2024 - 22:09 | 23.35k
Arthur Irawan bersama Ketua Aliansi Suporter Persik Bagus Hutomo, ditemani maskot Persik Kediri (foto: yobby/TIMES Indonesia)
Arthur Irawan bersama Ketua Aliansi Suporter Persik Bagus Hutomo, ditemani maskot Persik Kediri (foto: yobby/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Pertandingan Persik Kediri vs PSS Sleman, Rabu (24/04/2024) menjadi laga spesial bagi kapten utama Persik Kediri Arthur Irawan. Laga yang berkesudahan dengan hasil imbang 4-4 tersebut merupakan laga terakhir Arthur bersama Persik Kediri di kandang mereka, Stadion Brawijaya Kota Kediri. 

Pemilik nomor punggung 8  itu telah memutuskan untuk mundur dari lapangan hijau sebagai pemain profesional. Pemain yang biasa beroperasi sebagai gelandang bertahan tersebut, mengungkapkan rencana untuk gantung sepatu sebenarnya ada sejak awal musim 2023/2024. Namun hal tersebut memang tidak diketahui banyak orang. 

"Keputusan ini sudah saya ambil di awal musim. Karena sepakbola perlu regenerasi. Saya merasa sudah cukup, waktunya angin baru. Di sepakbola ada waktunya regenerasi, sekarang waktunya untuk Persik. Banyak pemain muda yang lebih layak, dan siap menggantikan peran saya di lapangan hijau," ungkap Arthur Irawan, Kamis (25/04/2024). 

Datang dari PSS Sleman, Arthur Irawan mulai bergabung dengan Persik Kediri pada November 2021. Selama berkostum Macan Putih, pemain yang sering menempati posisi sebagai gelandang bertahan itu bermain sebanyak 39 pertandingan dan mencetak satu gol. 

Tiga musim terakhir bermain bersama Persik Kediri, Arthur Irawan mengungkapkan banyak momen sudah dijalani bersama tim. Salah satunya saat merasakan sistem bubble di Bali (karena pandemi covid-19). 

Arthur menyebut laga melawan Borneo FC pada musim itu, yang juga laga debutnya, merupakan awal dari perjuangannya bersama dengan Persik Kediri. Kemudian di laga kedua melawan PSM Makassar, yang berlangsung seru dan berakhir imbang membuatnya bertekad untuk memberikan segalanya di atas lapangan untuk Persik Kediri. 

"Awal karir bersama Persik, sistem bubble di Bali. Pertama kali merasakan kekeluargaan yang luar biasa di tim ini. Banyak pertandingan yang tidak bisa dilupakan," ungkapnya. 

Kemudian musim lalu, kemenangan beruntun hingga sembilan pertandingan, menjadi salah satu momen yang tak terlupakan. Winning streak yang dibuka dengan kemenangan 5-1 atas Rans FC. "Winning streak 9 kali, sangat luar biasa. Sangat bersyukur bisa menjadi kapten mereka," tuturnya lagi. 

Untuk musim ini, dalam perjalanan mengarungi musim, sejumlah laga menjadi momen yang selalu diingatnya. Seperti kemenangan 4-0 saat menjamu Persebaya di Stadion Brawijaya dan juga kemenangan saat melawat ke Bandung menghadapi Persib Bandung. 

"Semua itu jadi pengalaman saya di Persik. Tidak ada kata-kata buruk, karena di momen-momen buruk seperti musim lalu, kita tetap fight. Tim ini tidak pernah berhenti berjuang. Kita fight sampai akhir," tegasnya. 

Arthur Irawan memulai karir sepakbolanya di sejumlah klub eropa seperti Espanyol dan Malaga. Setelah kembali ke Indonesia, Arthur sempat berlabuh di Persija, Persebaya, Borneo FC, Badak Lampung dan PSS Sleman. 

Usai pensiun dari lapangan hijau, Arthur akan bergabung dengan manajemen Persik Kediri, untuk membantu dan mendampingi tim. 

"Kenangan terindah selama bermain sepakbola ada bersama Persik Kediri. Klub, masyarakat dan Persikmania sangat luar biasa. Saya akan selalu ada di belakang tim ini. Semoga musim depan lebih baik lagi," pungkasnya. 

Persik Kediri sendiri masih punya sisa satu laga away menghadapi Persebaya Surabaya akhir pekan nanti. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES