Olahraga

Srikandi Muda Sepak Bola Tanding di MilkLife Soccer Challenge Surabaya Series 1 2024

Sabtu, 04 Mei 2024 - 14:48 | 15.49k
Tim SD Al Ishlah dan SDN Petemon saat tanding dalam ajang MilkLife Soccer Challenge-Surabaya Series 1 2024 di Lapangan Marinir Bogowonto, Sabtu (4/5/2024). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Tim SD Al Ishlah dan SDN Petemon saat tanding dalam ajang MilkLife Soccer Challenge-Surabaya Series 1 2024 di Lapangan Marinir Bogowonto, Sabtu (4/5/2024). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Lapangan Marinir Bogowonto Surabaya diramaikan sejumlah pemain sepak bola para perempuan muda. Mereka adalah perwakilan dari sejumlah lembaga pendidikan dan umum, Sabtu (4/5/2024). Total 58 tim bertanding dalam ajang MilkLife Soccer Challenge-Surabaya Series 1 2024 yang digelar selama 2-5 Mei 2024 ini.

Puluhan tim itu terbagi menjadi dua kelas kategori. Yaitu 42 tim Kategori Usia (KU) 12 dan 16 tim KU 10 tahun dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) maupun Sekolah Dasar (SD) di Surabaya dan sekitarnya.

Tim Pakel Putri SDN Pacar Keling V misalnya. Ada 7 pemain inti dan 5 pemain cadangan diterjunkan. Mereka telah melakukan latihan secara rutin menjelang kompetisi. 

Begitu pula di lokasi kegiatan, coach memberikan arahan bagaimana mengoper si kulit bundar agar tepat sasaran menuju gawang. Tak lupa memotivasi untuk menguatkan mental sepanjang pertandingan.

"Pemain bagus harus menikmati proses mulai dari latihan rutin," terang Yayan, coach sekaligus guru olahraga dari SDN Pacar Keling V.

Selain mendapat pembekalan internal, para peserta kompetisi rupanya juga sudah dibekali teknik dasar dari Coach Timo Scheunemann melalui MilkLife Soccer Coaching Clinic selama satu bulan sebelumnya. 

Coaching clinic ini sebagai langkah awal supaya para pendidik memiliki pemahaman dan kemampuan dasar tentang sepak bola putri KU 10 dan KU 12.

Antara lain pembelajaran mengenai penguasaan bola atau ball mastery, dribbling, passing, taktik menyerang dan bertahan serta program latihan sebagaimana standar Sekolah Sepak Bola (SSB). 

"Setelah MilkLife Coaching Clinic, kami harap para guru dapat mempraktikkan apa yang sudah dipelajari anak didiknya," ungkap Coach Timo yang berdarah Jerman dan mahir berbahasa Jawa ini.

Ia mengatakan bahwa pengalaman mengajar di sekolah umum dan SSB sangat berbeda. Karena banyak siswi tidak memiliki latar belakang dalam dunia sepak bola.

"Ini adalah challenge, dan kami sangat antusias dengan menekankan ball mastery dalam pelatihan," katanya berbagi pengalaman.

Ya, turnamen yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife tersebut bukan sekadar mempertemukan kompetisi 7 lawan 7. 

Namun juga menghadirkan sederet uji ketangkasan bagi para siswi lewat ajang Skill Challenge berupa dribbling, passing control, one and one, shot on target sampai penalty shot.

Yoppy Rosimin selaku Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation mengungkapkan, bahwa Surabaya merupakan titik pertama turnamen setelah sukses digelar di Kota Kudus selama satu tahun terakhir. Total bahkan mencapai 1.600 peserta saat itu.

"Turnamen ini membayar janji bahwa setelah seri pertama di Kota Kudus, kami akan ke Surabaya dan kota lainnya. Untuk membangun ekosistem sistem sepak bola putri agar semakin berkembang dan lolos ke Piala Dunia Wanita untuk pertama kalinya dalam sejarah," kata Yoppie.

Keberhasilan mencetak bibit Srikandi Sepak Bola Indonesia dari Kudus ini adalah alasan utama membidik Surabaya yang merupakan lumbung potensial bibit muda pesepak bola putri dengan klub andalan Persebaya Putri -nya yang telah melegenda.

"Kami melihat klub berjuluk Women in Green ini meraih prestasi gemilang serta cukup banyak minat dari siswi tingkat SD untuk bermain sepak bola," terang Yoppy.

Ia berharap turnamen ini mampu membangkitkan kembali kejayaan sepak bola putri yang sempat mengalami masa keemasan pada dekade tahun 1980-an silam. 

Kala itu, Timnas Putri mampu meraih jawara runner-up Kejuaraan AFF 1982 dan 1985. Sebuah visi besar dan tidak mudah untuk dilakukan. Maka ajang ini menjadi langkah besar mewujudkan cita-cita tersebut.

"Tujuan besar kami melalui turnamen ini dapat melahirkan pesepakbola profesional dan membawa nama Indonesia berlaga di Piala Dunia Wanita," terang Yoppy lebih lanjut.

Head of Field Promotion Savoria pada kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa MilkLife Soccer Challenge-Surabaya dapat menumbuhkan rasa senang pada sepak bola sejak dini. Ia mengucapkan terima kasih karena MilkLife menjadi brand partner Bakti Olahraga Djarum Foundation.

"Turnamen ini adalah bentuk komitmen kami bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation untuk turut andil menyehatkan anak-anak Indonesia melalui olahraga sepak bola," kata dia.

MilkLife Soccer Challenge akan berlanjut ke sejumlah kota lain di Indonesia hingga Desember mendatang. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES