Olahraga

Atlet Panahan Cilik Bondowoso Ini Koleksi Puluhan Medali Emas, Bermimpi Jadi Atlet Nasional

Rabu, 05 Juni 2024 - 16:37 | 27.29k
Geisha Afra Amanda Putri Laksono atlet panahan asal Bondowoso yang bermimpi berlaga di kejuaraan nasional (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia).
Geisha Afra Amanda Putri Laksono atlet panahan asal Bondowoso yang bermimpi berlaga di kejuaraan nasional (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia).

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Usianya masih sekitar 12  tahun, atlet panahan cilik asal Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, ini sudah mampu menunjukkan prestasi di berbagai kejuaraan panahan. 

Dia adalah Geisha Afra Amanda Putri Laksono. Atlet panahan cilik tersebut sudah memiliki koleksi puluhan medali emas, perak dan perunggu yang diraihnya dari berbagai kejuaraan. 

Atlet dari akademi Lilies Handayani Srikandi Archery School (LHSAS) Surabaya cabang Bondowoso ini sudah beberapa kali menyabet emas di berbagai kejuaraan regional Jawa Timur. 

Informasi dihimpun, total ada sekitar 14 medali emas yang diraih siswi SMP Negeri 1 Bondowoso, baik beregu dan individu di berbagai kejuaraan tingkat kabupaten hingga regional Jawa Timur. Ia juga punya koleksi sejumlah medali perak dan perunggu. 

Di antara 14 medali emas itu, terbaru ia raih di  divisi compound kelompok U12 putri di Kejurprov dan medali emas beregu divisi compound U12  Piala gubernur 2024.

Medali tersebut didapatkan melalui kerja keras dan latihan secara terus-menerus. Ia terkenal sosok yang disiplin, tentu itu didukung lingkungan yang merupakan keluarga TNI. 

Ayah Caca, Kopka Tri Arso Laksono menjelaskan, karir putrinya dimulai dari kejuaraan tingkat kabupaten, Tapal Kuda, hingga tingkat provinsi Jawa Timur. 

Menurutnya, dalam Kejurprov beberapa waktu lalu putrinya berhasil membawa pulang tiga medali emas. Kualifikasi babak pertama dan kedua dua dapat emas, kemudian total sesi aduan juga mendapatkan medali emas. 

Kemudian di Piala Gubernur 2024 kategori beregu meraih medali emas dan di individu dapat perak. 

Menurutnya, setelah mendapatkan banyak medali emas pada kategori paralon ia langsung dinaikkan ke compound.

Setelah naik tingkat, perlu adaptasi lagi dan latihan lebih keras. Baik latihan memanahnya maupun latihan fisiknya. 

“Latihan fisiknya berat, sering dapat PR untuk kekuatan tangan, karena alatnya berat kalau compound,” kata dia. 

Berkat latihan keras atlet kelahiran 14 Mei 2011 berhasil meraih medali di tingkat compound. Caca juga tengah fokus mengikuti jejak seniornya di LHSAS agar  bisa menjadi atlet nasional. 

Sementara untuk mencapai tujuannya itu dia konsisten berlatih. Dalam seminggu dia berlatih tiga kali di LHSAS yakni Minggu, Rabu dan Jumat di Lapangan Brimob. 

“Anak saya juga latihan mandiri biar menjaga stamina. Apalagi alat yang dipegang compound. Dia olahraga seperti lari, push up, wajib menjaga pola makan. Dia harus banyak makan protein agar ototnya kuat,” terang dia. 

Dia berharap anaknya sebagai atlet panahan cilik Bondowoso ini bisa mendapatkan kejuaraan di tingkat nasional. “Itu menjadi mimpi anak saya, semoga bisa seperti seniornya,” harap dia saat dikonfirmasi, Rabu (5/6/2024). (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES