Advertisement
Olahraga

Potensi Atlet Beladiri Kota Tasikmalaya Belum Tergali Maksimal, UPI dan KONI Dorong Analisa Berbasis Teknologi

Kota Tasikmalaya memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet beladiri berprestasi, baik di tingkat Provinsi Jawa Barat maupun kancah nasional

TIMES Indonesia,
Potensi Atlet Beladiri Kota Tasikmalaya Belum Tergali Maksimal, UPI dan KONI Dorong Analisa Berbasis Teknologi
Salah satu narasumber saat menyampaikan materi tentang kepalatihan di UPI Kampus Tasikmalaya, Senin (11/8/2025) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)
A-AA+

TASIKMALAYA Kota Tasikmalaya memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet beladiri berprestasi, baik di tingkat Provinsi Jawa Barat maupun kancah nasional. 

Namun, hingga saat ini, potensi tersebut dinilai belum tergali secara optimal. Minimnya dukungan program pembinaan, pengelolaan, dan perhatian dari pemerintah daerah menjadi salah satu hambatan pencapaian prestasi maksimal para atlet.

Advertisement

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya, Prof. Heri Yusuf Muslihin, M.Pd, usai menggelar Workshop Pengelolaan Latihan Berbasis Analisa Risiko bagi Pelatih, yang bekerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tasikmalaya, Senin (11/8/2025).

Prof. Heri Yusuf menjelaskan, pihaknya sejak 2018 telah melakukan identifikasi terhadap berbagai permasalahan pembinaan olahraga di Tasikmalaya, khususnya di cabang beladiri. 

Salah satu temuan terbesarnya adalah besarnya potensi Pencak Silat, mengingat di Kota Tasikmalaya terdapat 96 paguron (perguruan silat) aktif.

“Di tahun 2021, kita mulai masuk tahap analisa pembinaan atlet berprestasi. Dari hasil kajian, terlihat jelas bahwa potensi atlet belum tergali secara maksimal karena tidak ada analisa potensi yang mendalam terhadap mereka,” ujar Prof. Heri.Senin (11/8/2025).

Ia menegaskan, hasil analisa yang dilakukan tahun lalu harus segera diwujudkan dalam program nyata. Menurutnya, pembinaan prestasi tidak bisa hanya mengandalkan latihan rutin tanpa dukungan data-driven dan pendekatan ilmiah.

Advertisement

Sebagai bentuk kepedulian, UPI Kampus Tasikmalaya berkolaborasi dengan KONI Kota Tasikmalaya menggelar Workshop Pengelolaan Latihan Berbasis Analisa Risiko.

 Kegiatan ini diikuti oleh 30 pelatih yang mewakili enam cabang olahraga beladiri, yaitu Karate, Pencak Silat, Muaythai, Taekwondo, Tarung Derajat, Tinju, dan Gulat.

Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, di antaranya Wulan Nurlaela, S.Si, M.Pd – materi Program Pelatihan Olahraga Beladiri, Farihah Nilan, S.Si, M.MPd materi Pengelolaan Program Latihan Berbasis Analisa Risiko dan Rangga Gelar Nugraha, S.Kom, M.Kom dengan materi Pengenalan Aplikasi Program Latihan Olahraga

Prof. Heri menjelaskan, kegiatan ini tidak akan berhenti di tahap workshop saja. Ke depan, program akan dilanjutkan dengan pelatihan penggalian potensi atlet berbasis teknologi digital, sehingga proses identifikasi, evaluasi, dan pengelolaan latihan bisa dilakukan lebih sistematis.

Sementara itu, Wakil Ketua II Bidang Bina Prestasi KONI Kota Tasikmalaya Dr. Nanang Kusnadi, M.Pd menyampaikan apresiasinya atas inisiatif UPI Kampus Tasikmalaya. Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembinaan prestasi atlet.

“Kami sangat mengapresiasi langkah UPI. Harapannya ke depan, kerja sama semacam ini tidak hanya dilakukan dengan UPI saja, tapi juga dengan universitas lain di Tasikmalaya seperti Universitas Siliwangi dan kampus-kampus lainnya,” ujarnya.

Kota Tasikmalaya yang dikenal sebagai salah satu basis kuat olahraga beladiri di Jawa Barat menurutnya  memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung atlet berprestasi. Tradisi Pencak Silat yang mengakar, kehadiran berbagai klub dan perguruan, serta antusiasme generasi muda seharusnya menjadi modal kuat.

Namun, tanpa perencanaan berbasis data, pengelolaan modern, dan dukungan anggaran yang memadai dari pemerintah daerah, potensi tersebut dikhawatirkan tidak akan berkembang optimal.

Prof. Heri menutup pernyataannya dengan harapan agar kolaborasi antara akademisi, organisasi olahraga, dan pemerintah daerah dapat menjadi fondasi kuat dalam mencetak atlet Kota Tasikmalaya yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi hingga internasional.

(Harniwan Obech/TIMES Indonesia Priangan Timur)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Harniwan Obech
PenulisHarniwan ObechSarjana Administrasi Negara, STIA YPPT Priatim, (Angkatan tahun 1994). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 18-04-2021, Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia