Advertisement
Olahraga

Timnas Spanyol Coret Dean Huijsen Jelang Laga Penutup Kualifikasi Piala Dunia 2026

Timnas Spanyol mengambil keputusan mengejutkan dengan memulangkan bek mudanya, Dean Huijsen, menjelang laga terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026. Keputusan itu diambil hanya beberapa jam setelah La Roja menang telak 4–0 atas Georgia.

TIMES Indonesia,
Timnas Spanyol Coret Dean Huijsen Jelang Laga Penutup Kualifikasi Piala Dunia 2026
Bek muda, Dean Huijsen tinggalkan camp latihan Timnas Spanyol pada Senin (17/11/2025) karena cedera. (Rfef.es/en)
A-AA+

JAKARTA Timnas Spanyol mengambil keputusan mengejutkan dengan memulangkan bek mudanya, Dean Huijsen, menjelang laga terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026. Keputusan itu diambil hanya beberapa jam setelah La Roja menang telak 4–0 atas Georgia.

Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) mengonfirmasi bahwa pemain Real Madrid berusia 20 tahun tersebut dicoret dari skuad karena mengalami masalah otot.

Advertisement

“Dean Huijsen dicoret dari skuad untuk laga terakhir kualifikasi melawan Turki karena mengalami ketidaknyamanan otot yang juga membuatnya absen saat menghadapi Georgia,” tulis RFEF dalam situs resminya, Senin.

Mengalami Ketidaknyamanan Otot

Huijsen semula mengikuti sesi latihan awal pekan ini. Namun, keluhan otot yang dideritanya kembali kambuh sehingga tim medis memutuskan untuk memulangkannya ke Madrid. RFEF menilai kondisi tersebut mustahil membuatnya tampil optimal dalam pertandingan penentu.

Huijsen memang tidak dimainkan saat Spanyol menggulung Georgia 4–0.

Tambahan Absensi Setelah Yamal

Kepergian Huijsen menambah daftar pemain yang absen. Sebelumnya, Lamine Yamal mundur dari skuad untuk menjalani operasi pangkal paha.

Meski demikian, pelatih Luis de la Fuente tetap memiliki 24 pemain yang siap tampil, dari total 26 pemain yang awalnya dipanggil.

Advertisement

Spanyol Unggul Tiga Poin di Puncak Grup F

Spanyol saat ini memimpin Grup F dengan keunggulan tiga poin atas Turki. La Roja hanya membutuhkan hasil seri pada laga terakhir untuk memastikan status juara grup.

Secara matematis, Spanyol bisa tergeser jika kalah delapan gol, sebuah situasi yang hampir mustahil terjadi.

Dengan kondisi skuad yang berkurang, Spanyol tetap optimistis mampu menyelesaikan kualifikasi sebagai pemuncak grup dan melaju dengan percaya diri ke putaran selanjutnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Imadudin Muhammad
PenulisImadudin MuhammadBergabung di TIMES Indonesia sejak 2015, menulis soal Olahraga, Pariwisata, Tekno, hingga Event Internasional. Bagian tim Pemeriksa Fakta, memastikan berita tetap berita akurat, relevan, dan terpercaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia