Advertisement
Olahraga

Pele dan Rekor Abadi Tiga Piala Dunia yang Belum Tersentuh

Pele—yang dijuluki O Rei atau The King of Football—mencapai pencapaian luar biasa itu bersama Brasil pada edisi 1958, 1962, dan 1970.

TIMES Indonesia,
Pele dan Rekor Abadi Tiga Piala Dunia yang Belum Tersentuh
Pele saat membawa Brasil menjadi juara dunia 1970 di Meksiko. (foto: FIFA)
A-AA+

JAKARTA Legenda sepak bola Brasil, Pele, hingga kini masih berdiri sendirian dalam sejarah sebagai satu-satunya pemain yang mampu mengangkat trofi Piala Dunia FIFA sebanyak tiga kali. Rekor tersebut dipastikan tetap bertahan setidaknya hingga Piala Dunia 2030.

Pele—yang dijuluki O Rei atau The King of Football—mencapai pencapaian luar biasa itu bersama Brasil pada edisi 1958, 1962, dan 1970. Tiga gelar tersebut bukan hanya mengukuhkan status Pele sebagai ikon sepak bola dunia, tetapi juga menempatkan Brasil sebagai negara tersukses di Piala Dunia, sebuah posisi yang masih mereka pegang hingga kini.

Advertisement

Tak ada pemain lain yang mampu menyamai raihan tersebut. Bahkan pada Piala Dunia 2026 mendatang, rekor Pele dipastikan aman karena tidak ada pemain aktif yang memiliki dua medali juara Piala Dunia, syarat minimum untuk mengejar torehan tiga gelar.

Swedia 1958: Debut Emas Sang Remaja

Pele pertama kali mencuri perhatian dunia pada Piala Dunia 1958 di Swedia. Saat itu, pelatih Brasil Vicente Feola mengambil keputusan berani dengan mempercayakan tempat kepada seorang remaja berusia 17 tahun yang tengah bersinar bersama Santos.

Pele sempat memulai turnamen dari bangku cadangan, namun sejak tampil di laga ketiga fase grup, ia langsung mengubah wajah permainan Brasil. Ia menjadi starter dalam empat pertandingan yang seluruhnya berujung kemenangan. Pel mencetak enam gol, termasuk hat-trick ke gawang Prancis di semifinal.

Gol ikoniknya ke gawang tuan rumah Swedia—mengontrol bola sambil mengecoh bek lawan sebelum menyelesaikannya dengan voli—menjadi simbol lahirnya seorang bintang besar di panggung dunia.

Chile 1962: Juara dengan Peran Berbeda

Empat tahun berselang, Brasil datang ke Chile sebagai juara bertahan dengan kerangka tim yang relatif sama. Pele kembali menjadi tumpuan dan sempat mencetak gol serta assist saat Brasil menang 2-0 atas Meksiko di laga pembuka.

Advertisement

Namun, cedera yang dialaminya pada laga berikutnya membuat Pele harus menepi hingga akhir turnamen. Meski kehilangan pemain terbaiknya, Brasil tetap melaju hingga juara berkat performa luar biasa Garrincha, yang mencetak empat gol dan menjadi motor utama tim.

Brasil pun mencatat sejarah sebagai negara kedua—setelah Italia—yang mampu menjuarai Piala Dunia secara beruntun.

Meksiko 1970: Penobatan Sang Raja

Setelah kegagalan di Piala Dunia 1966, Brasil datang ke Meksiko 1970 dengan tekad menebus kegagalan. Pele menjadi satu-satunya pemain yang tersisa dari skuad juara 1958 dan 1962, sementara Mario Zagallo—mantan rekan setimnya—duduk di kursi pelatih.

Dalam tim yang kerap disebut sebagai salah satu tim terbaik sepanjang masa, Pele kembali tampil menonjol. Ia mencetak empat gol, termasuk gol pembuka di final saat Brasil menghajar Italia 4-1. Pele juga memberi assist untuk gol legendaris Carlos Alberto, yang menutup kemenangan Selecao.

Peluit panjang di final tersebut menandai momen bersejarah: 12 tahun setelah gelar pertamanya, Pele resmi menjadi juara Piala Dunia untuk ketiga kalinya—sebuah rekor yang belum terpecahkan hingga hari ini.

Rekor yang Masih Tak Terjamah

Sejumlah legenda hanya mampu meraih dua gelar Piala Dunia, di antaranya Cafu dan Ronaldo Nazário, Daniel Passarella, serta Giuseppe Meazza. Namun, tak satu pun yang menembus angka tiga.

Dengan absennya kandidat kuat pada Piala Dunia 2026, takhta Pele sebagai satu-satunya pemain dengan tiga gelar Piala Dunia masih akan tetap utuh. Mungkin pada 2030 peluang itu kembali terbuka, tetapi hingga saat itu tiba, Pele tetap duduk sendirian di puncak sejarah sepak bola dunia.  (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rochmat Shobirin
PenulisRochmat ShobirinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia