Advertisement
Olahraga

Julukan Tim-tim Afrika di Piala Afrika: Dari Singa, Elang, hingga Rubah Gurun

Setiap tim di Piala Afrika punya julukan sarat sejarah dan identitas. Siapa yang tampil sesuai namanya, dan siapa yang gugur lebih cepat? Simak kisahnya dari fase grup.

TIMES Indonesia,
Julukan Tim-tim Afrika di Piala Afrika: Dari Singa, Elang, hingga Rubah Gurun
Tuan rumah Piala Afrika, Maroko, berjuluk Atlas Lions. (FOTO: CAF)
A-AA+

JAKARTA 24 Tim ambil bagian dalam Piala Afrika edisi ke-35 yang digelar di Maroko. Di balik persaingan sengit di lapangan, setiap tim membawa julukan khas yang sarat makna sejarah, budaya, dan identitas nasional. Ada yang tampil sesuai reputasinya, ada pula yang harus tersingkir lebih cepat.

Berikut kilas balik julukan tim dan kiprah mereka di fase grup, menjelang babak gugur yang dimulai akhir pekan ini.

Advertisement

Grup A
Tuan rumah Maroko, berjuluk Atlas Lions, tampil meyakinkan dan keluar sebagai juara grup. Julukan ini merujuk pada singa Barbary yang dahulu hidup di Pegunungan Atlas. Mali dengan julukan The Eagles menunjukkan ketangguhan lewat tiga hasil imbang yang mengantar mereka ke fase gugur. Sementara Comoros (The Coelacanths) dan Zambia (Chipolopolo/Copper Bullets) harus angkat koper lebih awal.

Grup B

Mesir-si-Pharaohs.jpg
Mesir si Pharaohs, yang dipimpin bintang Liverpool, Mohamed Salah. (FOTO: FIFA) 

Mesir si Pharaohs, yang dipimpin Mohamed Salah, menjadi tim pertama yang lolos ke babak 16 besar dan kembali menegaskan status favorit juara. Afrika Selatan (Bafana Bafana) finis sebagai runner-up dan akan menghadapi Kamerun. Angola (Palancas Negras) dan Zimbabwe (The Warriors) gagal melangkah lebih jauh.

Grup C
Nigeria (Super Eagles) tampil perkasa dengan menyapu bersih tiga kemenangan. Tunisia (Carthage Eagles) mengamankan posisi kedua, disusul kejutan dari Tanzania (Taifa Stars) yang untuk pertama kalinya lolos ke fase gugur. Uganda (The Cranes) menutup grup di posisi buncit.

Advertisement

Grup D
Juara bertahan Senegal (Teranga Lions) kembali menunjukkan dominasinya dengan memuncaki grup. Kongo (The Leopards) dan Benin yang kini berjuluk The Cheetahs melaju ke babak selanjutnya, sementara Botswana (The Zebras) tersingkir.

Grup E
Aljazair (Fennec Foxes) menjadi pemuncak grup berkat konsistensi permainan. Burkina Faso (The Stallions) dan Sudan (Falcons of Jediane) juga lolos, meski perjalanan Sudan dibayangi konflik di dalam negeri. Guinea Khatulistiwa (National Thunder) gagal memberi kejutan.

Grup F

Timnas-Pantai-Gading.jpg
Timnas Pantai Gading, sang juara bertahan Piala Afrika, punya julukan The Elephants. (FOTO: CAF)

Pantai Gading (The Elephants) sebagai juara bertahan tetap melangkah ke fase gugur. Kamerun (Indomitable Lions) tak terkalahkan di grup dan bersiap menghadapi Afrika Selatan. Mozambik (The Mambas) lolos dengan reputasi berbahaya, sementara Gabon (The Panthers) tersingkir tanpa poin.

Dari singa yang mengaum hingga elang yang terbang tinggi, julukan-julukan ini bukan sekadar nama. Di Piala Afrika, identitas dan sejarah berjalan beriringan dengan ambisi meraih trofi tertinggi benua hitam. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rochmat Shobirin
PenulisRochmat ShobirinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia