Demi Stadion Krida Baru, Pertaruhan PSIR Rembang Demi Naik Kasta
Langkah serius diambil manajemen PSIR Rembang setelah Laskar Dampo Awang berhasil menyingkirkan Persebi Boyolali pada Babak Delapan Besar Liga 4 Jateng.

REMBANG – PSIR Rembang mulai mematangkan persiapan dan strategi jelang laga krusial di Babak Empat Besar Liga 4 Jateng melawan Persak Kebumen.
Pertandingan semifinal yang sangat dinantikan ini dijadwalkan akan berlangsung pada Senin (9/2/2026) di Stadion Sarwo Edhi Wibowo, Purworejo.
Langkah serius ini diambil manajemen setelah Laskar Dampo Awang berhasil menyingkirkan Persebi Boyolali pada Babak Delapan Besar.
Manajemen tim menyadari sepenuhnya bahwa laga semifinal akan menghadirkan tantangan yang jauh lebih berat, sehingga diperlukan pembenahan strategi dan komposisi pemain yang lebih solid demi mengamankan tiket final.

Manajer PSIR Rembang, Rasno, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas keberhasilan tim memenuhi target awal menembus empat besar. Saat ini, fokus utama manajemen adalah memastikan seluruh penggawa tim dalam kondisi siap tempur untuk meladeni permainan Persak Kebumen.
"Alhamdulillah PSIR akhirnya lolos ke Babak Empat Besar seperti harapan kita semua. Untuk menghadapi Persak Kebumen di babak semifinal ini tentu kami melakukan persiapan yang lebih matang, karena pertandingan akan jauh lebih berat dibanding babak sebelumnya," ujar Rasno, Jumat (6/2/2026).
Terkait teknis di lapangan, Rasno membeberkan bahwa PSIR akan melakukan rotasi pemain dengan menurunkan beberapa nama yang pada laga sebelumnya belum mendapat menit bermain.
Kabar baiknya, striker andalan PSIR yang sempat absen karena sanksi kartu merah dipastikan kembali merumput untuk mempertajam lini serang.
Selain aspek teknis, manajemen juga membawa misi besar untuk kemajuan infrastruktur olahraga di daerah. Rasno mengingatkan kembali komitmen Bupati Rembang, H. Harno, S.E., yang menjanjikan renovasi Stadion Krida sebagai prioritas utama apabila PSIR berhasil naik kasta kompetisi tahun ini.
Sebagai penutup, Rasno sempat menyinggung kinerja wasit pada laga sebelumnya yang dinilai kontroversial dan merugikan tim.
Meski ada rasa kecewa, ia menegaskan bahwa PSIR tetap menjunjung profesionalisme dan menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi agar mental bertanding para pemain semakin kuat di babak semifinal nanti. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

