Advertisement
Olahraga

Mimpi Tim Kasta Keenam Macclesfield ke Putaran Kelima Piala FA Pupus

Brentford melaju ke putaran kelima Piala FA usai menundukkan Macclesfield 1-0. Gol bunuh diri Sam Heathcote akhiri kisah sensasional tim kasta keenam.

TIMES Indonesia,
Mimpi Tim Kasta Keenam Macclesfield ke Putaran Kelima Piala FA Pupus
Pemain Brentford melompat menghindari takel dari pemain Macclesfield saat laga putaran keempat Piala FA. Brentford melaju ke putaran lima Piala FA usai menang 1-0 atas Macclesfield. (foto: Brentford)
A-AA+

JAKARTA Satu momen di menit ke-70 menjadi penentu nasib dua klub dengan latar belakang berbeda. Di ajang Piala FA, kisah heroik tim kasta bawah kembali diuji. Kali ini, perjalanan sensasional Macclesfield harus terhenti setelah kalah tipis 0-1 dari Brentford, akibat gol bunuh diri yang menyakitkan.

Kemenangan tersebut memastikan Brentford melaju ke putaran kelima dan akan menghadapi West Ham dalam duel yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Olimpiade London pada akhir pekan 7–8 Maret.

Advertisement

Gol Bunuh Diri yang Mengubah Arah Laga

Bertanding dengan status tim kasta keenam, Macclesfield sejatinya datang dengan kepercayaan diri tinggi. Pada babak sebelumnya, mereka menciptakan kejutan besar dengan menyingkirkan juara bertahan Crystal Palace, salah satu hasil paling mengejutkan dalam sejarah panjang kompetisi ini.

Namun menghadapi Brentford, cerita berbeda tersaji. Pertandingan berlangsung relatif seimbang di babak pertama. Macclesfield mampu menjaga disiplin lini belakang dan meredam tekanan klub Premier League tersebut.

Petaka datang pada menit ke-70. Bek tengah Sam Heathcote berupaya memotong umpan silang Aaron Hickey dengan melakukan diving clearance. Alih-alih mengamankan situasi, bola justru berbelok masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri itu menjadi satu-satunya pembeda dalam laga tersebut.

Secara statistik, intensitas permainan Brentford meningkat pada babak kedua, sementara Macclesfield mulai kehilangan tenaga. Kesenjangan fisik dan kedalaman skuad tampak jelas pada 45 menit terakhir.

Kebanggaan di Tengah Kekalahan

Pelatih Macclesfield, John Rooney, tetap menunjukkan kebanggaan atas performa timnya.

Advertisement

“Saya tidak bisa lebih bangga lagi. Para pemain luar biasa. Kami hanya berlatih dua kali dalam sepekan dan mampu menampilkan performa seperti ini melawan klub Premier League,” ujarnya kepada TNT Sports.

Pernyataan tersebut mencerminkan realitas sepak bola kasta bawah Inggris: mayoritas pemain berstatus semi-profesional, dengan waktu latihan terbatas. Namun semangat kompetitif tetap terjaga.

Di sisi lain, kapten Brentford, Nathan Collins, mengakui ketangguhan lawan. “Kredit untuk Macclesfield. Mereka membuat laga sangat sulit bagi kami dan memberikan perlawanan luar biasa,” katanya.

Tantangan Berikutnya: West Ham di London

Hasil ini membawa Brentford ke putaran kelima, di mana mereka akan bertandang ke markas West Ham United di Stadion Olimpiade London.

Secara historis, Brentford belum pernah melampaui babak perempat final Piala FA. Artinya, peluang musim ini menjadi kesempatan strategis untuk menorehkan sejarah baru.

Dengan format kompetisi yang semakin kompetitif dan jadwal padat Premier League, konsistensi rotasi dan efektivitas lini serang akan menjadi faktor penentu bagi Brentford.

Sementara bagi Macclesfield, kekalahan ini memang mengakhiri dongeng mereka. Namun, performa solid melawan tim papan atas menjadi bukti bahwa romantisme Piala FA. sebuah kompetisi tertua di dunia, masih menyisakan ruang bagi kejutan dan harapan dari kasta terbawah sepak bola Inggris. (*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rochmat Shobirin
PenulisRochmat ShobirinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia