Kylian Mbappe Kemungkinan Absen, Benfica Tanpa Mourinho
Tanpa Mbappe, Real Madrid memang kehilangan predator utamanya. Tetapi dengan dukungan publik Bernabéu dan keunggulan agregat tipis, mereka tetap berada di posisi sedikit lebih aman.

JAKARTA – Real Madrid harus kehilangan mesin golnya Kylian Mbappe saat menjamu Benfica di Santiago Bernabéu, dalam Pertarungan hidup-mati di leg kedua playoff Liga Champions, Kamis (25/2/2026) dini hari WIB.
Cedera Lutut dan Risiko yang Tak Diambil
Sumber internal klub mengonfirmasi Mbappe masih bergulat dengan cedera ligamen di bagian luar lutut kiri. Masalah itu disebut telah mengganggunya sejak sebelum jeda Natal dan belum sepenuhnya pulih.
Padahal, secara statistik, Mbappe adalah tumpuan utama Real Madrid musim ini. Ia memimpin daftar top skor Liga Champions dengan 13 gol dan menjadi pencetak gol terbanyak klub di semua kompetisi.
Pelatih Alvaro Arbeloa sebelumnya menyebut Mbappe “siap bermain” dan memuji komitmennya yang tetap tampil meski menahan nyeri. Namun, keputusan akhir berubah: Real Madrid memilih tidak mengambil risiko jangka panjang di fase krusial musim ini.
Tanda-tanda penurunan kondisi Mbappe terlihat saat Real Madrid takluk 1-2 dari Osasuna di La Liga akhir pekan lalu. Pergerakannya tak sebebas biasanya, dan daya ledaknya tampak menurun.
Modal Tipis dan Bayang-bayang Kontroversi
Madrid datang dengan keunggulan agregat 1-0 usai menang di Lisbon. Gol tunggal dicetak Vinicius Junior di Estádio da Luz.
Namun, laga tersebut juga diwarnai tudingan pelecehan rasial terhadap Vinícius yang diduga dilakukan pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni. Isu itu mempertebal atmosfer panas jelang leg kedua.
Kini, dengan hanya selisih satu gol, pertandingan di Bernabéu tetap terbuka. Benfica pernah membuktikan kapasitasnya dengan menundukkan Madrid 4-2 pada fase liga awal musim ini—hasil yang menggagalkan Los Blancos lolos otomatis ke 16 besar.
Mourinho Diskors, Benfica Kehilangan Komando
Dari kubu tamu, absennya sosok sentral juga tak terhindarkan. Pelatih Jose Mourinho harus menjalani sanksi larangan mendampingi tim setelah kartu merah di leg pertama.
Bermain di Bernabéu tanpa Mourinho jelas bukan situasi ideal. Apalagi Madrid dikenal kerap “naik level” pada malam-malam Eropa.
Benfica diperkirakan tetap mengandalkan striker Yunani Vangelis Pavlidis yang telah mengoleksi 28 gol musim ini. Sementara lini tengah akan mengalami penyesuaian akibat absennya Prestianni.
Rekam Jejak dan Warisan Sejarah
Secara historis, ini menjadi pertemuan keenam kedua klub. Benfica unggul tipis dengan tiga kemenangan, sementara Real Madrid dua kali menang.
Dalam sejarah Liga Champions, Real Madrid adalah penguasa mutlak dengan 15 gelar, terakhir pada 2024. Benfica mengoleksi dua trofi, diraih beruntun pada era emas awal 1960-an bersama legenda Eusebio.
Fakta sejarah itu menegaskan satu hal: duel Real Madrid vs Benfica bukan sekadar perebutan tiket 16 besar, tetapi juga pertemuan dua tradisi besar sepak bola Eropa. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


