Advertisement
Olahraga

Bukan Usia, Ini yang Bikin Musim MotoGP Makin Sulit bagi Marquez

Bagi Marquez, musim 2026 bukan hanya tentang mempertahankan gelar, melainkan menguji daya tahan fisik yang terus diuji cedera.

TIMES Indonesia,
Bukan Usia, Ini yang Bikin Musim MotoGP Makin Sulit bagi Marquez
Marc Marquez berharap kondisi fisiknya menguat untuk menghadapi musim balap MotoGP 2026.
A-AA+

JAKARTA Juara dunia bertahan MotoGP, Marc Marquez, mengakui bahwa setiap musim baru kini terasa “semakin sulit” untuk dipersiapkan. Bukan faktor usia, bagi pembalap Spanyol ini, akumulasi cedera membuat setiap musim balap terasa lebih sulit.

Pembalap pabrikan Ducati itu tampil dominan pada musim 2025 dengan meraih 11 kemenangan grand prix, mengantarkannya ke gelar ketujuh di kelas premier MotoGP. Gelar tersebut menjadi yang pertama dalam enam tahun terakhir, sekaligus kebangkitan besar setelah cedera lengan parah yang hampir mengakhiri kariernya pada awal musim 2020.

Advertisement

Cedera, Bukan Usia

Memasuki musim 2026 di usia 33 tahun, Marquez menegaskan bahwa usia bukanlah masalah utama dalam persiapannya.

“Bagi saya, ini bukan soal usia, tapi soal cedera,” ujar Marquez saat tes pramusim di Buriram, Rabu (25/2/2026).

Secara mental, ia merasa masih muda dan kompetitif. Namun secara fisik, tubuhnya membutuhkan waktu pemulihan lebih lama dibandingkan sebelumnya.

Musim dingin lalu, ia harus menjalani pemulihan akibat patah tulang bahu yang kompleks. Cedera tersebut merupakan dampak insiden tabrakan dengan Marco Bezzecchi pada lap pembuka Grand Prix Indonesia Oktober lalu.

Awalnya, cedera itu diperkirakan tidak memerlukan operasi. Namun karena tak menunjukkan perkembangan penyembuhan dalam sepekan pertama, ia akhirnya menjalani tindakan bedah yang memaksanya absen hingga akhir musim 2025.

Advertisement

Proses Pemulihan yang Panjang

Marquez baru kembali mengendarai motor pada Januari dan berhasil melewati fase tes pramusim tanpa kendala berarti. Meski demikian, ia mengakui proses pemulihan masih berlangsung.

“Cedera demi cedera membuat tubuh saya semakin lambat bereaksi dan butuh waktu lebih lama untuk pulih,” katanya.

Ia berharap jeda dua pekan setelah balapan pembuka di Thailand bisa membantunya melanjutkan proses evolusi fisik sebelum kalender MotoGP semakin padat.

Kontrak Baru Masih Dievaluasi

Situasi kondisi fisik juga memengaruhi negosiasi kontraknya dengan Ducati. Hingga tes di Buriram, belum ada kesepakatan final karena Marquez masih mengevaluasi perkembangan bahunya.

Ducati disebut mendorong kontrak dua tahun untuk mempertahankan sang juara dunia. Pengumuman resmi diperkirakan akan segera dirilis menjelang dimulainya musim baru di Thailand.

Musim 2026 juga diprediksi menghadirkan dinamika baru di paddock. Pedro Acosta diproyeksikan bergabung sebagai tandem Marquez, sementara Pecco Bagnaia berpeluang hengkang ke Aprilia.

Menuju Musim 2026: Ujian Ketahanan

Bagi Marquez, musim 2026 bukan hanya tentang mempertahankan gelar, melainkan menguji daya tahan fisik yang terus diuji cedera. Jika performa 2025 menjadi indikator, ia tetap kandidat kuat peraih gelar. Namun, seperti yang ia akui sendiri, pertarungan terbesarnya kini bukan hanya melawan rival di lintasan—melainkan juga melawan batas tubuhnya sendiri. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia