Mario Aji Gagal Finis, Moto2 Thailand 2026 Dua Kali Red Flag
Mario Aji gagal finis di Moto2 Thailand 2026 usai terjatuh di lap kedua. Balapan di Buriram dua kali dihentikan karena insiden beruntun.

JAKARTA – Balapan pembuka Moto2 Thailand 2026 di Chang International Circuit, Buriram, Minggu (1/3/2026) berubah menjadi akhir pekan yang pahit bagi pembalap Indonesia, Mario Aji.
Rider Honda Team Asia itu gagal finis setelah terjatuh pada lap kedua, di tengah balapan yang kemudian dua kali dihentikan akibat insiden beruntun.
Hasil tersebut menjadi kontras dengan capaian start Mario yang impresif. Ia memulai lomba dari posisi kesembilan—grid terbaiknya sejak berkompetisi di kelas Moto2. Posisi itu membuka peluang realistis untuk meraih poin penting pada seri pembuka musim.
Start Menjanjikan, Berakhir Terlalu Cepat
Sejak lampu start padam, persaingan di grup tengah berlangsung ketat. Selepas tikungan pertama, Mario sempat kehilangan beberapa posisi. Dalam upaya merebut kembali posisi kesembilan, ia memacu motornya lebih agresif.
Namun, di lap kedua, Mario kehilangan kendali dan terjatuh. Insiden tersebut mengakhiri balapannya lebih awal tanpa raihan poin. Di kelas sekompetitif Moto2, margin kesalahan memang sangat tipis—sedikit saja kehilangan traksi atau momentum, peluang langsung sirna.
Bagi Mario, kegagalan mengonversi posisi start kompetitif menjadi hasil akhir menunjukkan bahwa konsistensi dan manajemen risiko masih menjadi pekerjaan rumah penting musim ini.
Balapan Dua Kali Red Flag
Drama di Buriram tidak berhenti pada insiden Mario. Pada lap keempat, balapan dihentikan (red flag) setelah kecelakaan melibatkan David Alonso.
Alonso yang berada di posisi ketujuh menyenggol bagian belakang motor Senna Agius di sektor tikungan 9-10. Agius sebelumnya terlihat mengalami masalah teknis dan berusaha keluar dari racing line. Alonso terjatuh dan kemudian tertabrak Filip Salac yang datang dari belakang.
Alonso dievakuasi ke Medical Centre dengan keluhan nyeri pada lengan serta dugaan cedera kaki. Pembaruan resmi menyebut tidak ada patah tulang, namun insiden itu memaksa race direction menghentikan lomba demi keselamatan pembalap.
Balapan kemudian dijadwalkan ulang menjadi 11 lap dengan posisi start berdasarkan klasemen hingga akhir lap ketiga, saat Dani Holgado memimpin lomba.
Namun kekacauan kembali terjadi. Pada lap pertama restart, Sergio Garcia menabrak ban belakang Barry Baltus di tikungan 3, menyebabkan Garcia terjatuh dan menyeret Luca Lunetta. Red flag kembali dikibarkan.
Duel Sengit Gonzalez vs Guevara
Setelah dua kali penghentian lomba, balapan akhirnya ditentukan dalam sprint tujuh lap. Daniel Holgado sempat memulai dari pole pada grid ulang, tetapi peluang start ketiga dimanfaatkan maksimal oleh Manuel Gonzalez.
Pembalap Liqui Moly Dynavolt Intact GP itu menyusup di sisi dalam Izan Guevara sejak lap pertama, dengan Aron Canet namun momentum utama terjadi di dua lap terakhir.
Gonzalez baru benar-benar memimpin menjelang akhir lap penultimate, memaksa Guevara melebar. Pada lap terakhir, keduanya tampil habis-habisan. Dengan garis bertahan yang presisi dan tanpa kendala ban di jarak pendek, Gonzalez finis terdepan dengan selisih hanya 0,099 detik.
Kemenangan ini mengulang catatan manisnya saat membuka musim 2025, meski kali ini ia diuntungkan format ulang balapan setelah sebelumnya hanya start dari posisi ketujuh.
Izan Guevara finis kedua untuk Blu Cru Pramac Yamaha, menjadi pembalap Boscoscuro terbaik di belakang Kalex milik Gonzalez. Daniel Holgado melengkapi podium di posisi ketiga, unggul dari Ivan Ortola yang finis keempat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

