Advertisement
Olahraga

Atletico Madrid ke Final Copa del Rey Meski Tumbang dari Barcelona

Atletico Madrid lolos ke final Copa del Rey 2026 dengan agregat 4-3 atas Barcelona, meski kalah 0-3 di leg kedua semifinal.

TIMES Indonesia,
Atletico Madrid ke Final Copa del Rey Meski Tumbang dari Barcelona
Lamine Yamal mencoba melepaskan tendanan ke gawang Atletico Madrid di leg kedua semifinal Copa del Rey. Meski menang 3-0 Barcelona gagal ke final Copa Del Rey karena kalah agregat 3-4 dari Atletico Madrid. (foto: FC Barcelona)
A-AA+

JAKARTA Keunggulan empat gol di leg pertama menjadi penentu nasib Atletico Madrid. Meski takluk 0-3 dari Barcelona pada leg kedua semifinal, tim asuhan Diego Simeone tetap melaju ke final Copa del Rey dengan agregat 4-3.

Laga di kandang Barcelona, Rabu (4/3/2026) dini hari WIB, menjadi ujian mental bagi Atletico. Tertinggal dalam tekanan selama 90 menit, mereka bertahan mati-matian demi menjaga tiket final pertama dalam 13 tahun terakhir.

Advertisement

Keberhasilan ini sekaligus membuka peluang Atletico meraih trofi Copa del Rey ke-11 sepanjang sejarah, setelah terakhir kali mengangkatnya pada musim 2012-2013.

Drama 180 Menit yang Menentukan

Kunci kelolosan Atletico terletak pada kemenangan telak 4-0 di Stadion Metropolitano pada leg pertama bulan lalu. Saat itu, Barcelona kebobolan empat gol hanya dalam satu babak pertama—sebuah defisit yang akhirnya terlalu besar untuk dikejar.

Di leg kedua, Barcelona tampil agresif sejak awal. Marc Bernal membuka skor pada menit ke-29. Tekanan berlanjut hingga Raphinha menggandakan keunggulan lewat titik penalti pada masa injury time babak pertama. Bernal kembali mencetak gol pada menit ke-72, membuat agregat menjadi 4-3 dan menyisakan satu gol lagi untuk memaksakan perpanjangan waktu.

“Kami tahu ini akan sulit. Tidak mudah membalikkan kekalahan 0-4,” ujar Raphinha. Ia mengaku bangga dengan respons timnya meski harus tersingkir.

Barcelona terus menggempur hingga menit akhir, tetapi pertahanan solid Atletico bertahan. Kiper Juan Musso menyebut laga semifinal ini sebagai “pertandingan 180 menit” yang menuntut kesabaran dan daya tahan ekstra.

Advertisement

“Mungkin bukan laga terbaik kami, tetapi kami tahu kapan harus bertahan dan menderita,” kata Musso.

Ujian Cedera dan Konsistensi

Barcelona juga dihantam persoalan cedera. Bek Jules Koundé harus ditarik keluar pada menit ke-13 dan digantikan oleh Alejandro Balde, yang kemudian juga meminta pergantian di babak kedua. Sementara itu, penyerang utama Robert Lewandowski absen karena cedera.

Absennya sejumlah pemain kunci berpengaruh terhadap efektivitas Barcelona, meski mereka tetap mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang.

Padahal, Barcelona datang dengan ambisi mempertahankan gelar setelah musim lalu menundukkan Real Madrid di partai final.

Final di Seville

Final Copa del Rey dijadwalkan berlangsung April mendatang di Seville. Atletico akan menghadapi pemenang semifinal lain antara Real Sociedad dan Athletic Bilbao. Sociedad unggul 1-0 pada leg pertama.

Secara performa domestik, Barcelona masih memimpin klasemen La Liga dengan keunggulan empat poin atas Real Madrid. Atletico berada di posisi ketiga, tertinggal 13 poin dari rivalnya tersebut. Kedua tim juga masih bersaing di babak 16 besar Liga Champions. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wahyu Nurdiyanto
PenulisWahyu NurdiyantoWartawan Sertifikasi Madya, lulusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 sebagai editor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia